Baru-baru ini viral di media sosial X ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin Sidoarjo diduga keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut informasi yang beredar, insiden tersebut terjadi pada 1 September 2026 kemarin, usai para santri melangsungkan salat Zuhur, kemudian saat waktu Ashar mengalami gejala. Dan sekitar Magrib banyak yang telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit.
Para santri itu mengalami gejala lemas hingga ada yang kejang. Sehingga sekitar 431 santri dilarikan ke rumah sakit.
Mencapai 300 Pasien
Berdasarkan data terbaru yang dihimpun dari berbagai sumber, RSUD RT Notopuro menjadi rumah sakit dengan jumlah pasien terbanyak, yakni mencapai 300 pasien.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 117 pasien telah keluar rumah sakit (KRS), sementara 183 pasien masih dalam tahap observasi.
Kondisi rumah sakit tersebut sempat menjadi salah satu pusat penanganan utama akibat banyaknya santri yang membutuhkan pertolongan medis.
Sementara itu, di RS Delta Surya tercatat sebanyak 16 pasien, dengan rincian 15 pasien masih menjalani perawatan dan I pasien telah keluar rumah sakit.
Kemudian di RSI Siti Hajar terdapat 62 pasien, terdiri dari 20 pasien menjalani perawatan, 31 pasien telah keluar, serta Il pasien masih dalam observasi.
Sejumlah Rumah Sakit
Penanganan juga dilakukan di sejumlah rumah sakit lainnya. RS Pusura menangani 13 pasien yang seluruhnya dalam observasi, sedangkan RSU Aisyiyah St Fatimah menangani 30 pasien, dengan rincian 4 pasien menjalani perawatan, 17pasien telah keluar rumah sakit, dan 9 pasien dalam observasi.
Selain itu, RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong tercatat menangani delapan pasien yang masih menjalani perawatan. Sedangkan RS Arafah Anwar Medika dan RS Anwar Medika masing-masing menangani I pasien yang masih dalam tahap observasi.
Secara keseluruhan, dari total 431 pasien, sebanyak 47 pasien masih menjalani rawat inap (MRS), 166 pasien telah keluar rumah sakit (KRS), dan 218 pasien masih dalam observasi.
Para santri alami keracunan dalam waktu relatif bersamaan setelah mengonsumsi menu makanan MBG. Imbas insiden ini, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur yang bertanggung jawab mendapatkan sanksi.
SPPG yang bertanggung jawab atas makan siang para santri Manbaul Hikam dilaporkan adalah SPPG Kalitengah. SPPG ini disebut bukan bagian dari yayasan pondok pesantren.




















