Vaksin Human Papillomavirus (HPV) yang diberikan kepada anak laki-laki bekerja dengan cara membentuk perlindungan tubuh terhadap infeksi HPV.
Vaksin tersebut tidak menggunakan virus HPV hidup maupun virus yang dilemahkan sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi HPV.
Epidemiolog Dicky Budiman menjelaskan bahwa vaksin HPV menggunakan teknologi virus-like particle (VLP).
Teknologi ini memanfaatkan cangkang protein virus, khususnya protein L1, yang dibuat menyerupai bentuk luar HPV tetapi tidak mengandung materi genetik virus.
Ini bukan virus hidup atau virus yang dilemahkan, melainkan cangkang protein kosong, protein L1, yang meniru bentuk luar HPV tanpa mengandung materi genetik virus sama sekali,”
kata Dicky dalam keterangannya dikutip Kamis, 3 September 2026.
Menurut Dicky, karena vaksin tersebut tidak membawa DNA atau RNA virus, vaksin HPV secara biologis tidak dapat menyebabkan seseorang terinfeksi HPV.
Kekebalan Tubuh
Vaksin justru bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi yang dapat menetralisasi virus.
Karena tidak ada DNA atau RNA virus di dalamnya, vaksin ini secara biologis tidak mungkin menyebabkan infeksi HPV. Karena ini cangkang kosong, jadi hanya memicu sistem imun membentuk antibodi netralisasi,”
ujarnya.
Vaksin HPV dengan Gardasil
Dicky mengatakan bahwa Gardasil merupakan salah satu produk vaksin HPV yang beredar di dunia, bukan satu-satunya vaksin HPV.
Saat ini terdapat beberapa jenis vaksin HPV berdasarkan jumlah tipe HPV yang dapat dilindungi. Vaksin kuadrivalen atau Gardasil memberikan perlindungan terhadap empat tipe HPV, yakni 6, 11, 16, dan 18.
Selain itu, terdapat vaksin bivalen seperti Cervarix yang memberikan perlindungan terhadap HPV tipe 16 dan 18. Ada pula vaksin nonavalen atau Gardasil 9 yang memberikan perlindungan terhadap sembilan tipe HPV, yakni 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58.
Gardasil yang merupakan merek dagang dari Merck ini adalah salah satu saja produk yang beredar, bukan satu-satunya. Dan bukan berarti seluruh program vaksinasi Indonesia identik dengan produk Merck itu, produk Gardasil itu,”
jelas Dicky.
Dia menjelaskan bahwa program imunisasi nasional Indonesia sejak 2022 menggunakan vaksin bivalen dan/atau tetravalen yang diberikan secara gratis kepada anak sekolah dasar.
Sementara itu, Gardasil 9 tersedia melalui jalur vaksinasi mandiri atau swasta.


















