Musim kemarau yang masih berlangsung meningkatkan risiko kekeringan dan kekurangan air bersih di sejumlah wilayah termasuk Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung minta seluruh jajaran pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dampak kemarau panjang. Menurutnya kondisi itu bisa memicu persoalan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Terlebih dengan kondisi El Nino yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027. Dampaknya perlu diantisipasi mulai dari kekeringan, kekurangan air bersih, kebakaran, hingga penurunan kualitas udara,”
kata Pramono, dalam keterangannya, Kamis, 3 September 2026.
Selain ancaman kekurangan air, musim kemarau juga berpotensi meningkatkan kejadian kebakaran di Jakarta. Sepanjang Juli hingga Agustus 2026, tercatat sudah terjadi 457 peristiwa kebakaran. Sebanyak 240 insiden di antaranya terjadi sepanjang Agustus.
Dari jumlah itu, listrik jadi dugaan penyebab kebakaran terbanyak dengan 169 kejadian. Sementara, sampah jadi objek yang paling banyak terbakar, yakni sebanyak 122 kejadian.
Pun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan lintas instansi. Sebanyak 1.027 personel yang terdiri dari unsur pemerintah, TNI, Polri, BNPB, BMKG, PAM Jaya, PMI, relawan, dan mitra kebencanaan disiagakan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kondisi darurat.
Khusus menghadapi potensi kekurangan air bersih, BPBD DKI Jakarta menyiapkan 29 mobil tangki yang berasal dari 10 instansi dan lembaga. Pemprov DKI juga melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan serta kebutuhan air hingga tingkat kelurahan.
Pramono minta jajarannya agar tak menunggu persoalan muncul sebelum mengambil langkah antisipasi. Menurutnya, ketersediaan air bersih, pencegahan kebakaran, kualitas udara, kesehatan warga, hingga stok pangan harus menjadi perhatian.
Saya meminta jajaran untuk tidak menunggu masalah terjadi. Pastikan air bersih tersedia, cegah kebakaran, jaga kualitas udara dan kesehatan warga, serta pantau stok pangan,”
tuturnya.
Pramono juga mengimbau agar masyarakat menggunakan air secara bijak dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Warga diminta mencegah munculnya sumber api, memastikan ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih bisa melaporkan kondisi tersebut melalui layanan darurat 112.
Maruli mengatakan setelah laporan diterima, BPBD akan berkoordinasi dengan PAM Jaya untuk memfasilitasi distribusi air bersih ke lokasi yang membutuhkan.
Ini yang kami sosialisasikan ke jajaran wali kota, kecamatan, dan kelurahan agar bilamana masyarakat menemukan kejadian kekeringan segera melaporkan ke 112,”
kata Maruli.
























