Duka mendalam menyelimuti relawan pemadam kebakaran hutan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dalam kurun waktu tiga hari, dua relawan dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan usai bertugas memadamkan api.
Kisah tersebut jadi sorotan publik setelah diunggah akun Instagram @ussfeeds. Dua relawan yang gugur yakni Akhmad Rizani dari Kota Palangka Raya dan Ahmadin alias Itam Madin dari Kabupaten Kotawaringin Barat.
Selama ini keduanya diketahui berada di garis depan untuk bantu menangani karhutla yang melanda wilayah Kalimantan Tengah.
Dilansir dari BPBD Kota Palangka Raya, Akhmad Rizani merupakan anggota Satgas Tanggap Darurat Karhutla Kota Palangka Raya sekaligus Ketua Regu TSAK Palangka.
Rizani sebelumnya tumbang saat menjalankan tugas pemadaman karhutla di kawasan Jalan Rungan, pada 22 Agustus 2026.
Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama enam hari. Namun, kondisi kesehatannya terus menurun dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 27 Agustus 2026.
Rizani disebut diduga kuat mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap saat bertugas. Ia juga diketahui memiliki riwayat hipertensi.
Rizani meninggalkan empat orang anak. Bagi keluarga dan rekan-rekannya, ia dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab, loyal, dan total dalam menjalankan tugas.
Duka mendalam menyelimuti relawan pemadam kebakaran hutan (karhutla) di Kalimantan tengah. Dalam kurun waktu tiga hari, dua relawan dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami gangguan kesehatan usai bertugas memadamkan api.
Kisah tersebut jadi sorotan publik setelah diunggah akun Instagram @ussfeeds. Dua relawan yang gugur yakni Akhmad Rizani dari Kota Palangka Raya dan Ahmadin alias Itam Madin dari Kabupaten Kotawaringin Barat.
Selama ini keduanya diketahui berada di garis depan untuk bantu menangani karhutla yang melanda wilayah Kalimantan Tengah.
Dilansir dari BPBD Kota Palangka Raya, Akhmad Rizani merupakan anggota Satgas Tanggap Darurat Karhutla Kota Palangka Raya sekaligus Ketua Regu TSAK Palangka.
Rizani sebelumnya tumbang saat menjalankan tugas pemadaman karhutla di kawasan Jalan Rungan, pada 22 Agustus 2026.
Ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama enam hari. Namun, kondisi kesehatannya terus menurun dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada 27 Agustus 2026.
Rizani disebut diduga kuat mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap saat bertugas. Ia juga diketahui memiliki riwayat hipertensi.
Rizani meninggalkan empat orang anak. Bagi keluarga dan rekan-rekannya, ia dikenal sebagai sosok yang bertanggung jawab, loyal, dan total dalam menjalankan tugas.
Jenazah Rizani kemudian dimakamkan di Kompleks Pemakaman Muslimin Jalan Bengaris, Kota Palangka Raya, pada 28 Agustus 2026
Belum usai duka atas kepergian Rizani, kabar duka kembali datang dari Kabupaten Kotawaringin Barat. Ahmadin alias Itam Madin relawan Damkar Huma Singgah Itah meninggal dunia pada 30 Agustus 2026.
Berdasarkan keterangan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat, Ahmadin sempat menjalani perawatan setelah bertugas menangani karhutla.
Kepergian Ahmadin hanya berselang tiga hari setelah Rizani meninggal dunia. Dua kabar duka ini kembali menunjukkan beratnya tugas para relawan yang berada di garis depan ketika karhutla terjadi.
Mereka harus berhadapan langsung dengan kobaran api, panas, serta asap yang dapat mengganggu kesehatan.
Kabar meninggalnya dua relawan pemadam karhutla tersebut mengundang simpati warganet. Banyak yang menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus mendoakan keduanya mendapat tempat terbaik.
“Terimakasih atas jasa mu pak, surga untuk bapak,” tulis @sshasxy_.
Selain itu, ada juga yang turut menyampaikan doa agar kedua relawan yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khotimah.
“Turut berduka cita, Semoga Bpk2 husnul khotimah,” lanjut akun @pramithapanelen.
Doa serupa juga disampaikan @nunungnr yang berharap perjuangan para relawan selama bertugas menjadi amal kebaikan.
“Innalillahiwainnailaihirojiun, semoga jadi ladang pahala ya pak semoga husnul khotimah,” tulis akun lainnya.
Tak hanya itu ada pula warganet yang menyoroti besarnya pengorbanan para relawan selama berada di garis depan penanganan karhutla.
“Surga untuk mu bapak, terimakasih atas segala kerja kerasmu,” tulis akun @youryellowwwwwww.
Sementara itu, akun @abcdhiajeng menyampaikan kritik terhadap pemerintah terkait kondisi karhutla dan keselamatan para relawan.
“Surga untuk bapak2 dan neraka untuk pejabat pemerintah,” komentnya.
Jenazah Rizani kemudian dimakamkan di Kompleks Pemakaman Muslimin Jalan Bengaris, Kota Palangka Raya, pada 28 Agustus 2026
Belum usai duka atas kepergian Rizani, kabar duka kembali datang dari Kabupaten Kotawaringin Barat. Ahmadin alias Itam Madin relawan Damkar Huma Singgah Itah meninggal dunia pada 30 Agustus 2026.
Berdasarkan keterangan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotawaringin Barat, Ahmadin sempat menjalani perawatan setelah bertugas menangani karhutla.
Kepergian Ahmadin hanya berselang tiga hari setelah Rizani meninggal dunia. Dua kabar duka ini kembali menunjukkan beratnya tugas para relawan yang berada di garis depan ketika karhutla terjadi.
Mereka harus berhadapan langsung dengan kobaran api, panas, serta asap yang dapat mengganggu kesehatan.
Kabar meninggalnya dua relawan pemadam karhutla tersebut mengundang simpati netizen. Banyak yang menyampaikan dengan haru sekaligus mengucapkan terima kasih sekaligus mendoakan keduanya mendapat tempat terbaik.
“Terimakasih atas jasa mu pak, surga untuk bapak,” tulis akun @sshasxy_.
Selain itu, ada juga yang turut menyampaikan doa agar kedua relawan yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik dan husnul khotimah.
“Turut berduka cita, Semoga Bpk2 husnul khotimah,” lanjut akun @pramithapanelen.
Doa serupa juga disampaikan @nunungnr yang berharap perjuangan para relawan selama bertugas menjadi amal kebaikan.
“Innalillahiwainnailaihirojiun, semoga jadi ladang pahala ya pak semoga husnul khotimah,” tulis akun lainnya.
Tak hanya itu ada pula warganet yang menyoroti besarnya pengorbanan para relawan selama berada di garis depan penanganan karhutla.
“Surga untuk mu bapak, terimakasih atas segala kerja kerasmu,” tulis akun @youryellowwwwwww.
Sementara itu, akun @abcdhiajeng menyampaikan kritik terhadap pemerintah terkait kondisi karhutla dan keselamatan para relawan.
“Surga untuk bapak2 dan neraka untuk pejabat pemerintah,” kata akun itu.




















