Warga Sumatera Selatan (Sumsel) berkesempatan terlibat langsung dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemprov Sumsel buka kesempatan bagi warga untuk bergabung sebagai bagian dari satuan tugas (satgas) darat pemadaman karhutla.
Gubernur Sumsel Herman Deru menjanjikan warga yang berminat jadi bagian dari satgas darat akan dapat uang semangat Rp150 ribu per hari.
Jika terpilih, mereka akan membantu tim memadamkan titik api dengan komando Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Untuk satgas darat ini boleh mendaftar sebagai pasukan darat. Itu ada uang semangatnya sebesar Rp150 ribu,” tulis
Herman Deru dikutip dari Instagram @medantalk pada Kamis, 3 September 2026.
Selain bantu pemadaman, satgas darat juga bertugas untuk beri sosialisasi kepada masyarakat agar tak membakar lahan saat membuka kebun.
Menariknya, kesempatan ini terbuka untuk bagi berbagai kalangan termasuk awak media yang ingin ikut membantu secara langsung.
Kalau masyarakat mau daftar saja nanti diakomodir termasuk teman-teman pers ini. Bisa cuti dulu untuk membantu secara langsung, minimal dalam aspek promotifnya,”
kata Herman.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan satgas darat diperlukan untuk memperkuat penanganan karhutla, termasuk mendukung pemadaman melalui udara.
Menurutnya, pengalaman di lapangan menunjukkan satgas darat masih menjadi kekuatan utama dalam menangani karhutla di Sumatra Selatan.
Artinya memang satgas darat ini menjadi kekuatan utama memadamkan karhutla,”
ujar Suharyanto.
Karena itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah sepakat menambah kekuatan personel satgas darat dengan melibatkan berbagai unsur.
Mulai dari relawan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), TNI, Polri, hingga pemerintah daerah akan dilibatkan dalam penanganan karhutla.
Namun, alih-alih dapat dukungan dari netizen, kolom komentar @medantalk malah dipenuhi dengan komentar yang justru mempersoalkan berbagai hal di balik tawaran tersebut.
Salah satunya @laah_kok_aku yang menyoroti soal mekanisme pembayaran. Ia bahkan mempertanyakan uang yang diberikan akan dibayarkan secara berkala.
Trus gaji nya di rapel /3 bulan,”
komentar akun @laah_kok_aku.
Berbeda dengan komentar sebelumnya, akun Instagram @zahfran_alsyahzani justru menyoroti risiko yang harus dihadapi.
Menurutnya, nominal Rp150 ribu tidak sebanding dengan taruhan kesehatan dan keselamatan ketika berada di lokasi karhutla.
Duit GK sberapa nyawa dan kesehatan taruhannya,”
tulisnya.
Komentar bernada candaan pun ikut memenuhi kolom komentar. Seorang netizen bahkan mengaku masih menunggu pekerjaan lain yang menurutnya jauh lebih aman dibanding harus berhadapan dengan kebakaran.
Masih nunggu buka loker kupas bawang lebih menjanjikan,cm perih di mata Aman lah itu,”
tulis @endang_rosyani.
Namun, ada pula netizen yang melihat persoalan ini dari sisi berbeda, yakni pengalaman para pemadam karhutla. Ia mempertanyakan bagaimana risiko yang akan dihadapi masyarakat umum yang baru ikut bergabung.
Yg uda senior aja ad bbrp yg meninggal atau sesak apalagi klo wargahhhh yg mau ikut jd pemadam,”
tanya @windaaish.
Tak hanya soal keselamatan, persoalan penyebab karhutla juga ikut disinggung. Salah seorang @onalreksi yang melontarkan sindiran terkait dugaan pembukaan lahan untuk perkebunan sawit.
Kelen yg bakar rakyat yg madamkan, habis itu d tanem sawit .. Paten bisnis kelen yaa,”
sindir akun itu.























