Pernyataan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang memuji kemampuan Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali ramai di media sosial.
Padahal, pernyataan tersebut bukanlah pernyataan terbaru. Cak Imin memberikan pernyatan tersebut pada 24 September 2025, setelah Prabowo berpidato dalam Sidang Majelis Umum ke-80 PBB.
Kini, potongan pernyataan tersebut kembali diunggah akun Instagram @kirinesia.id dan sukses mengundang ribuan komentar netizen.
Dalam unggahan itu, Cak Imin disebut menilai Prabowo sebagai presiden yang berhasil berpidato dengan baik di forum PBB setelah Presiden Soekarno alias Bung Karno.
Saya kira presiden yang berhasil pidato dengan baik setelah Bung Karno, hanya Prabowo,”
ungkap Cak Imin.
Forum Internasional
Menurut Cak Imin, kemampuan Prabowo terlihat dari pemilihan kata hingga komitmen yang disampaikan dalam forum internasional tersebut.
Belum ada presiden sehebat Bung Karno dan Prabowo di forum PBB yang tertinggi. Isinya clear atau jelas, pesannya sangat efektif, bisa dilaksanakan, dan komitmennya tinggi,”
katanya.
Meski sudah hampir setahun berlalu, potongan pernyataan Cak Imin tersebut mendadak mendapatkan panggung kedua di media sosial.
Dalam waktu kurang dari 24 jam, unggahan @kirinesia.id telah mengumpulkan sekitar 13,3 ribu likes, 10,4 ribu komentar, dan 10,2 ribu kali share.
Kolom komentar pun langsung berubah menjadi arena adu celetukan. Ada yang membandingkan gaya pidato Bung Karno dan Prabowo dengan cara yang cukup nyelekit.
Akun @cak_bim7 misalnya, memilih bermain dengan kata “membakar” untuk menggambarkan perbedaan keduanya.
Bung Karno pidato membakar semangat warga, Prabowo pidato membakar emosi warga,”
gurau @cak_bim7.
Kalau yang satu masih soal semangat, netizen lain membawa perbandingan tersebut ke level yang lebih “liar”. Akun @rofif.hurufbesar_ bahkan memelesetkan slogan legendaris Bung Karno.
Kenapa enggak sekalian ‘beri aku sepuluh Prabowo, maka akan aku ratakan Indonesia dengan sawit’,”
tulis @rofif.hurufbesar_.
Belum cukup? Ada juga yang membawa-bawa pasar saham. Akun @monsieur_patrickhumbertus menyentil perbandingan tersebut dengan permainan kata yang tak kalah pedas.
Soekarno pidato membakar semangat, Prabowo pidato membakar nilai saham,”
komentar @monsieur_patrickhumbertus.
Sementara itu, akun @royc.ii memilih jalur berbeda. Alih-alih membandingkan substansi pidato, ia justru menyindir gaya penyampaian Prabowo.
Bung Bowo pidatonya ngalor ngidul kaya puting beliung, yang denger jadi masuk angin,”
sindir @royc.ii.
Pujian Cak Imin
Ada pula netizen yang tampaknya sampai dibuat heran dengan pujian Cak Imin. Akun @bayu.pratamatama pun melontarkan pertanyaan singkat yang langsung to the point.
Habis makan apa beliau ini, sampai bisa ngomong begini,”
tanya @bayu.pratamatama.
Meski komentar yang muncul mayoritas bernada candaan dan sindiran, ramainya unggahan tersebut menunjukkan bagaimana pernyataan politik lama bisa kembali menjadi bahan perbincangan ketika diunggah ulang di media sosial.
Dalam kasus ini, bukan pernyataan baru Cak Imin yang menjadi sorotan, melainkan bagaimana netizen kembali menggoreng pernyataan soal Prabowo yang disebut sebagai presiden yang mampu berpidato dengan baik di forum PBB setelah Bung Karno.




















