Kementerian Pertanian mendapat dukungan anggaran Rp28,02 triliun untuk tahun 2027. Komisi IV DPR RI menyetujui kucuran dana tersebut.
Dari total anggaran sekitar Rp16,6 triliun dipergunakan untuk memperkuat sejumlah komoditas.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah memilih menerapkan strategi bertahap dalam menentukan prioritas pembangunan pertanian, karena keterbatasan anggaran membuat seluruh program tidak bisa dijalankan secara bersamaan.
“Ini tidak bisa sekaligus. Jadi kami selesaikan satu per satu,”
kata Amran, dikutip dari laman Kementan RI, 3 September 2026.
Lantas, komoditas apa saja yang bakal mendapat perhatian dan alokasi anggaran besar pada 2027?
1. Padi – Rp9,6 Triliun
Padi menjadi komoditas yang mendapat alokasi terbesar dalam anggaran 2027, yakni sekitar Rp9,6 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendorong peningkatan produktivitas padi hingga mencapai 10-12 ton per hektare.
Padi menjadi salah satu prioritas utama karena beras merupakan komoditas strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan masyarakat.
2. Hortikultura – Rp2 Triliun
Kementan menyiapkan anggaran sekitar Rp2 triliun untuk pengembangan sejumlah komoditas hortikultura, seperti bawang putih, cabai, bawang merah, serta program Pekarangan Pangan Bergizi.
Bawang putih bahkan menjadi salah satu komoditas yang secara khusus akan diperkuat. Kementan menargetkan produksi bawang putih mencapai 40,63 ribu ton pada 2027.
Amran menyebut alokasi anggaran untuk hortikultura tahun depan meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelumnya.
3. Hilirisasi Perkebunan – Rp2,3 Triliun
Kementan juga mengalokasikan sekitar Rp2,3 triliun untuk program hilirisasi sejumlah komoditas perkebunan seperti kelapa, kakao, kopi, pala, lada, dan tebu.
Hilirisasi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi. Pemerintah juga ingin menciptakan nilai tambah sehingga hasil perkebunan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para pekebun.
4. Jagung, Kedelai, dan Ubi Kayu – Rp1,9 Triliun
Selanjutnya, sekitar Rp1,9 triliun dialokasikan untuk komoditas yang masuk kategori larangan dan pembatasan (lartas). Anggaran tersebut mencakup penguatan produksi jagung, kedelai, dan ubi kayu.
Pemerintah menargetkan produksi dalam negeri terus meningkat sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri bisa ditekan.
5. Hilirisasi Peternakan – Rp798 Miliar
Sektor peternakan turut mendapat alokasi khusus sekitar Rp798 miliar untuk program hilirisasi. Fokus mencakup pengembangan daging sapi dan kerbau, telur, serta susu.
Program ini diarahkan untuk membangun rantai produksi yang lebih terintegrasi, mulai dari peternak, proses pengolahan, hingga pemasaran. Dengan begitu, nilai tambah dari produk peternakan diharapkan tidak berhenti di tingkat produksi saja.
Minta Tambah
Selain pagu anggaran Rp28,02 triliun, Kementan juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk 2027 untuk pengembangan sejumlah komoditas strategis perkebunan, seperti kelapa, lada, pala, tebu, kopi, kakao, dan jambu mete.
Termasuk dukungan alat dan mesin pertanian, serta traktor untuk pengembangan komoditas tebu, juga masuk dalam usulan tambahan tersebut.
Secara keseluruhan, Kementan menyatakan anggaran 2027 ditujukan demi mempertahankan delapan komoditas yang telah mencapai swasembada sekaligus memperkuat komoditas yang masih menjadi pekerjaan rumah.
Delapan komoditas tersebut terdiri dari beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Kementan memproyeksikan produksi delapan komoditas tersebut mencapai 72,91 juta ton. Angka itu lebih tinggi dibandingkan kebutuhan nasional yang diperkirakan mencapai 68,22 juta ton.
Artinya, pemerintah memproyeksikan surplus sekitar 4,69 juta ton dari delapan komoditas.
Namun, peningkatan produksi juga perlu diikuti dengan pembenahan di sektor pascapanen. Seperti pembangunan Infrastruktur cold storage nuntuk menjaga hasil panen agar tidak membanjiri pasar sekaligus menekan harga di tingkat petani.






















