Mata uang rupiah menguat pada pembukaan pasar Jumat, 4 September 2026. Rupiah tercatat berotot sebesar 0,27 persen atau 47 poin ke level Rp17.632 per Dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan menguatnya rupiah didorong oleh pernyataan dovish Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan.
Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS menyusul pernyataan dovish dari pejabat the Fed Waller yang melemahkan dolar AS, dan menurunkan prospek kenaikan suku bunga oleh the Fed pada bulan September,”
ujar Lukman kepada Owrite Jumat, 4 September 2026.
Domestik Masih Positif


Sedangkan dari dalam negeri, Lukman menilai bahwa secara umum sentimen domestik masih positif. Sehingga, tidak ada sentimen yang menekan rupiah.
Secara umum sentimen domestik masih positif, tidak ada data ekonomi penting domestik hingga pekan depan,”
tuturnya.
Dengan demikian, Lukman memproyeksikan bahwa rupiah pada hari ini akan menguat di rentang Rp17.600 per dolar AS hingga Rp17.750 per dolar AS.
Nilai Tukar Asia


Berdasarkan data perdagangan hari ini, sejumlah nilai tukar negara di Asia turut menguat diantaranya Yuan Tiongkok (CNY) 0,02 persen, Dolar Singapura (SGD) menguat 0,05 persen.
Kemudian Baht Thailand (THB) menguat sebesar 0,14 persen melawan dolar AS, serta Peso Filipina (PHP) perkasa sebesar 0,23 persen terhadap dolar AS.


























