Membeli bahan makanan dalam jumlah banyak memang bisa menghemat waktu dan biaya. Namun, cara ini sering membuat orang khawatir makanan akan kedaluwarsa sebelum sempat digunakan.
Ternyata, ada sejumlah bahan makanan yang memiliki umur simpan sangat panjang.
Informasi mengenai makanan dengan umur simpan panjang ini turut dibagikan oleh content creator mahasiswa Teknologi Pangan dan Gizi yaitu Vincent dan Lianny melalui media sosial.
Dalam konten tersebut, keduanya menjelaskan sejumlah bahan makanan yang tidak mudah rusak. Meski demikian, makanan tetap dapat mengalami perubahan rasa, aroma, tekstur, warna, atau bahkan kerusakan apabila terpapar kelembapan, panas, udara, cahaya, maupun kontaminasi.
Dilansir dari laman United States Department of Agriculture (USDA), berikut beberapa makanan yang dikenal memiliki umur simpan sangat panjang.
- Madu
Dalam konten Vincent dan Lianny dijelaskan bahwa madu memiliki kadar air rendah, keasaman alami, dan kandungan gula tinggi sehingga mikroorganisme tidak mudah tumbuh.
Bahkan, madu dapat memiliki umur simpan yang tidak terbatas, meskipun kualitas seperti warna, rasa, atau teksturnya dapat berubah seiring waktu.
Madu juga bisa mengalami kristalisasi, namun bukan berarti rusak. Kristal pada madu dapat dicairkan kembali dengan menempatkan wadahnya di dalam air hangat.
Tips menyimpannya yaitu simpan di wadah tertutup rapat, di tempat yang sejuk dan kering, serta jauh dari panas atau cahaya langsung. Selain itu, sebaiknya gunakan wadah kaca untuk tempat penyimpanan.
- Beras Putih
USDA menyebut beras putih yang disegel dengan baik dapat bertahan sekitar 25–30 tahun. Penyimpanan hingga 30 tahun membutuhkan wadah kedap udara dan kondisi rendah oksigen.
Pada suhu sekitar 21 derajat Celsius dengan penyerap oksigen, beras dapat bertahan hingga sekitar 10 tahun, sedangkan penyimpanan dalam wadah bebas oksigen di tempat yang lebih sejuk dapat mencapai 30 tahun.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kutu beras atau serangga. Karena itu, beras harus terlindungi dari kelembapan dan hama. Simpan di wadah kedap udara dan food grade.
- Cuka
Cuka memiliki sifat sangat asam sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Keasaman memang menjadi salah satu faktor yang membuat cuka lebih stabil dibandingkan banyak bahan makanan lainnya.
Perubahan seperti sedikit keruh atau muncul endapan juga tidak selalu menunjukkan cuka sudah rusak. Cuka tetap bisa digunakan meskipun mengalami sedikit perubahan penampilan. Cara simpannya yaitu tutup botol dengan rapat setelah digunakan. Simpan di tempat sejuk, kering, dan jauh dari sinar matahari langsung.
- Gula
Kandungan gula yang tinggi membuat air menjadi kurang tersedia bagi mikroorganisme sehingga pertumbuhan mikroba terhambat. Gula komersial, termasuk gula pasir, memiliki umur simpan tidak terbatas dari sisi pertumbuhan mikroba.
Meski begitu, kemasan tetap dapat mencantumkan tanggal best if used by untuk menjaga kualitas. Gula yang disimpan terlalu lama dapat menggumpal akibat kelembapan, namun bukan berarti tidak aman dikonsumsi.
Tips menyimpannya yaitu simpan gula dalam wadah kedap udara di tempat sejuk dan kering. Hindarkan dari air dan kelembapan. Gula juga sebaiknya dijauhkan dari bahan dengan aroma kuat karena dapat menyerap bau.
- Garam
Kandungan garam yang tinggi membuatnya tidak mendukung pertumbuhan mikroorganisme. Namun, garam bisa mengalami perubahan fisik, terutama menggumpal ketika terkena kelembapan.
Cara menyimpan yang benar yaitu masukkan garam dalam wadah yang tertutup rapat. Jauhkan garam dari sumber air atau tempat yang sering terkena uap masakan.
Lihat Tanggal Kemasan
Makanan yang memiliki umur simpan panjang bukan berarti bisa disimpan sembarangan. Kelembapan, suhu, cahaya, oksigen, kemasan, dan kebersihan tempat penyimpanan tetap menentukan kualitas makanan.
Tanggal pada kemasan juga perlu dipahami sesuai keterangannya. Label seperti Best if Used By pada sejumlah produk umumnya menunjukkan periode ketika kualitas makanan berada pada kondisi terbaik, bukan otomatis tidak aman dimakan.
Karena itu, sebelum mengonsumsi makanan yang sudah lama disimpan, periksa kondisi kemasan, aroma, warna, tekstur, serta tanda-tanda kerusakan seperti jamur atau keberadaan serangga. Jika makanan menunjukkan tanda kerusakan, sebaiknya tidak dikonsumsi.





















