Buku Islam Ala Prabowo kembali ramai dibahas di media sosial. Karya yang mengulas kehidupan keislaman Presiden Prabowo Subianto ini kini jadi sorotan setelah unggahan akun Instagram @trenggaleknow pada 4 September 2026.
Kurang dari 24 jam, unggahan tersebut mendapat 15,8 ribu likes, 12 ribu komentar, dan 21,1 ribu share.
Unggahan itu kembali menyoroti buku Islam Ala Prabowo yang sebelumnya diluncurkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI. Buku tersebut diinisiasi Ketua MPR Ahmad Muzani dan Ketua MUI Anwar Iskandar.
Buku tersebut diluncurkan di Jakarta pada Selasa, 26 Agustus 2025. Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya Asep Saifuddin, penulis epilognya, menilai peluncuran pada bulan kemerdekaan punya makna tersendiri.
Dikutip pada Jumat, 4 September 2026, Asep bilang momentum Agustus sejalan dengan tekad Prabowo untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Dia bahkan menyinggung kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz sebagai salah satu contoh pemerintahan yang mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai optimalisasi zakat dan pengelolaan pajak bisa menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.
Tak Sesuai Ekspektasi
Namun, ada salah satu ulasan tentang buku tersebut ini yang ditulis M. Ridwan di catatanridwan.id pada 2 September 2025.
Ia mengaku penasaran dengan buku Islam Ala Prabowo setelah melihat foto peluncuran buku dan daftar isi yang dibagikan teman di grup WhatsApp.
Kemudian Ridwan membeli buku itu secara daring. Setelah membaca buku tersebut, Ridwan menyebut isinya ternyata berbeda dari bayangannya saat pertama kali melihat judul.
Menurutnya, Islam Ala Prabowo merupakan kumpulan tulisan dari sejumlah tokoh agama, politisi, diplomat, dan akademisi yang membahas cara Prabowo mengamalkan ajaran Islam.
Buku tersebut disusun Abdur Rahim Hasan, Rikal Dikri, dan Mush’ab Muqoddas, terdiri atas 346 halaman dan diterbitkan oleh Atmosphere Publishing House.
Ridwan juga mencatat buku tersebut terbagi menjadi tiga bagian, yakni “Islam Perdamaian dan Keadilan”, “Spiritualitas Prabowo Subianto”, serta “Perjuangan untuk Kesejahteraan Rakyat”.
Dalam ulasannya, Ridwan menyebut mayoritas kontributor buku merupakan pendukung Prabowo. Ia juga menyoroti bagian epilog yang membandingkan kepemimpinan Prabowo dengan Umar bin Abdul Aziz.
Pada akhirnya, Ridwan menilai pembaca mungkin punya ekspektasi berbeda terhadap judul buku tersebut.
“Secara keseluruhan, pembaca jangan kecewa jika yang dimaksudkan Islam ala Prabowo itu tidak sesuai dengan prediksi dan asumsi pembaca,”
kata Ridwan.
Respons Warganet
Islam Ala Prabowo kembali viral dan membuat kolom komentar unggahan @trenggaleknow dipenuhi berbagai respons warganet.
Sejumlah pengguna Instagram mempertanyakan penggunaan istilah “Islam ala Prabowo”, sementara yang lain menanggapi unggahan tersebut dengan candaan dan sindiran.
Salah satunya akun @chikifawzi yang mempertanyakan penggunaan istilah “Islam ala” dalam judul buku tersebut.
“Hah aliran apa lagi ini?? Islam “ala” Pak Prabowo??? Ini ulama2 pada kenapa ya?”
kata @chikifawzi.
Sementara itu, akun @hayrafii menyinggung momen pidato Prabowo 14 Agustus 2026 yang dikaitkan dengan pelaksanaan salat Jumat.
“Siapa yang kemaren pidato 2 jam sampe pada ga jumatan? prororo,”
ucap @hayrafii.
Berbeda dengan komentar lain, akun @pradityafn justru menyebut buku tersebut dengan nada bercanda.
“Ini buku kategori Fabel ya teman teman,”
tulis @pradityafn.
Akun @itsmamayin kemudian menyindir momen Prabowo saat berada di tengah jemaah yang sedang membaca Al-Fatihah.
“Penasaran konsepnya gimana, berada di tengah orang2 yg lg baca al fatihah aja dia bingung. Baru mulai baca udah amin,”
sindir @itsmamayin.
Sementara itu, akun @mayratrin menulis komentar bernada candaan dengan mengaitkan pernyataan Prabowo soal syahadat.
“Lah prabowo aja pernah ngomong sendiri bahwa seumur hidup dia baca syahadat cuma 3-4x doang Which means dia gak pernah sholat, orang sholat kan baca syahadat terus,”
kata @mayratrin.





















