Pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang berseloroh soal utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) yang direstrukturisasi hingga 80 tahun menuai sorotan.
Politisi senior Anas Urbaningrum, menilai persoalan utang negara yang pada akhirnya menjadi beban rakyat tidak semestinya dianggap enteng, apalagi dijadikan bahan guyonan oleh pejabat yang memegang posisi strategis di bidang keuangan negara.
Menurut Anas, panjangnya tenor pembayaran bukan alasan untuk meremehkan persoalan utang. Justru karena kewajiban tersebut berlangsung hingga puluhan tahun, pemerintah seharusnya menunjukkan sikap yang serius dan disiplin dalam menyampaikan pernyataan kepada publik.
Ini urusan penting. Soal utang yang musti ditanggung negara, dipikul oleh rakyat,”
kata Anas Urbaningrum yang dikutip dari akun X-nya, Kamis, 10 September 2026.
Anas menegaskan, persoalan utang Whoosh tidak berhenti pada hitungan cicilan tahunan atau kemampuan pemerintah membayar kewajiban tersebut. Utang tetap merupakan tanggungan negara yang pada akhirnya berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas.
Karena itu, ia menilai tidak tepat apabila persoalan tersebut direspons dengan gaya bercanda. Terlebih, Purbaya merupakan Menteri Keuangan yang memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola keuangan negara.
Sama sekali tidak bisa dianggap enteng. Kurang patut direspons dengan gaya guyonan. Sebab perihal ini sama sekali bukanlah bahan candaan,”
tegasnya.
Lebih jauh Anas mengingatkan Purbaya agar lebih disiplin dalam setiap pernyataan yang disampaikan kepada publik.
Buat Anas, posisi sebagai Menteri Keuangan menuntut kehati-hatian karena setiap ucapan mengenai utang negara dapat memengaruhi cara masyarakat melihat keseriusan pemerintah dalam mengelola beban keuangan negara.
Maaf, Pak Menteri. Saran: disiplin dalam pernyataan adalah pilihan yang sesuai dengan kedudukan dan tugas Menkeu,”
jelasnya.
Anas melanjutkan, pejabat negara perlu mampu menempatkan diri ketika berbicara mengenai persoalan yang menyangkut kepentingan publik.
Apalagi, utang Whoosh bukan persoalan yang selesai dalam satu atau dua tahun, melainkan memiliki tenor hingga delapan dekade.
Apalagi beban utang masih sampai 80 tahun lagi. Sekadar saran,”
tandasnya.
Purbaya sebelumnya menyampaikan bahwa utang Whoosh telah direstrukturisasi dengan tenor hingga 80 tahun, dengan cicilan sekitar Rp1 triliun atau sedikit di bawah Rp1 triliun per tahun. Ia menilai beban tersebut masih dapat dikelola pemerintah.





















