Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak melemah pada penutupan perdagangan Jumat, 11 September 2026. Rupiah melemah 0,36 persen ke level Rp17.611 per dolar AS, dan IHSG merosot 0,73 persen ke level 6.541.
Berdasarkan data perdagangan sore ini, sejumlah nilai tukar negara Asia tercatat melemah diantaranya Peso Filipina (PHP) sebesar 0,26 persen, Rupee India (INR) sebesar 0,21 persen, dan Ringgit Malaysia (MYR) sebesar 0,09 persen.
Sentimen Rupiah


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapan pelemahan rupiah didorong memanasnya konflik di Timur Tengah antara AS dan Iran. Teheran telah menyerang 10 kapal di dekat Selat Hormuz, sedangkan AS melakukan serangan balasan dengan menenggelamkan lima kapal tanker Iran.
Serangan-serangan tersebut menandai pertempuran terparah dalam beberapa bulan terakhir dan mengindikasikan minimnya tanda-tanda penurunan eskalasi konflik yang kini telah memasuki bulan ketujuh,”
kata Ibrahim dalam risetnya Jumat, 11 September 2026.
Selain itu, data Producer Price Index Amerika Serikat (PPI) AS pada bulan Agustus naik 0,4 persen secara bulanan atau month to month (mtm). Inflasi produsen tahunan juga naik menjadi 5,4 persen, atau sedikit di atas perkiraan 5,3 persen dan meningkat dari angka sebelumnya sebesar 4,8 persen.
Saham Melemah


Di samping itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp14,6 triliun dengan melibatkan 30,4 miliar saham dalam 1,9 juta kali transaksi. Sebanyak 183 saham naik, 153 tidak bergerak, dan 453 turun.
Dilansir dari Stockbit, saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser sebagai berikut:
- PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) melemah 14,52 persen ke level Rp106.
- PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) melemah 10,98 persen ke Rp73
- PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) melemah 10,84 persen ke Rp148
Sementara saham yang paling banyak dijual asing atau net foreign sell diantaranya:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp549,72 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp218,86 miliar
- PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) sebesar Rp142,78 miliar





















