Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 9 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / IPW Peringatkan Kembalinya Multifungsi TNI di Era Reformasi
Politik

IPW Peringatkan Kembalinya Multifungsi TNI di Era Reformasi

Syifa FauziahIvan OWRITE
Last updated: November 23, 2025 12:02 pm
Syifa Fauziah
Ivan
Share
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso
Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso. (foto: owrite)
SHARE

Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso menaruh kekhawatiran pada kondisi Indonesia yang sudah memasuki fase ‘New Orde Baru’.

Hal itu disebabkan saat ini ia melihat kekuatan TNI sudah muncul seperti era Orde Baru.

Dalam praktik politiknya, secara legal sudah dibenarkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025.

Undang-undang tersebut membuka jalan bagi TNI untuk menempati posisi di belasan lembaga dan kementerian.

Kalau dulu dibilang dwifungsi ABRI itu sesuatu yang bisa dibilang barang haram setelah reformasi, tapi sekarang TNI sudah tidak malu-malu lagi bilang kita multifungsi,”

kata Sugeng saat ditemui di kepada owrite, belum lama ini.

Di sisi lain, Sugeng mempertanyakan tentang profesionalisme dari TNI. Sebab TNI kembali masuk ke wilayah-wilayah sipil.

Ia juga menyoroti terkait pengamanan konflik di Papua yang tak kunjung selesai. Menurutnya, masalah yang terjadi di Papua terkait Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang sudah dinyatakan sebagai teroris oleh pemerintah, tak kunjung usai.

Problem keamanan yang laten di Papua, apapun namanya ya, masih belum tuntas. Sekarang ngurusin lagi sipil,”

ujar ugeng.

Penempatan TNI ke posisi sipil menurut Sugeng menyimpan rahasia besar. Ia menjelaskan doktrin TNI lebih keras dibanding kepolisian.

Doktrin TNI adalah membabat habis musuh. Kalau dia masuk ke wilayah sipil, doktrin itu tidak bisa hilang. Itu kekhawatiran saya sebagai sipil. Beda dengan polisi, pendekatannya adalah dialog. Itu dipraktekkan dengan cara mereka melakukan penggalangan kelompok-kelompok masyarakat dan bahkan dibiayai,”

Sugeng.

Dalam momen ini, Sugeng juga mengkritisi para politisi sipil di DPR yang dianggap menjadi penyangga kebijakan anti sipil.

Jadi ada satu yang harus saya tuduh untuk saya kritik, yaitu para politisi. Kan praktek negara ini, kemudian postur politik negara ini, dan apa yang terjadi kan tidak lepas dari para politisi di DPR. Politisi ini sipil, tetapi menjadi penopang kebijakan-kebijakan yang anti sipil. Kan runyam jadinya. Runyam nih kita,”

ucap Sugeng menambahkan.

Dirinya menilai, keputusan tersebut memperkuat oligarki politik dan melemahkan perlindungan terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

Ini akan dibabat habis melalui keputusan-keputusan yang demokratis melalui DPR RI. Salah satunya Undang-Undang nomor 3 tahun 2025. Kemudian, salah satu prakteknya ya TNI kemudian terlibat bersama dengan kejaksaan berhadap-hadapan dengan polisi. TNI dengan alasan menjaga keamanan kantor-kantor kejaksaan, dibuatlah Perpres oleh Presiden. Ini ngaco sebetulnya,”

kata Sugeng.

Menurutnya, ruang gerak masyarakat sipil semakin menyempit setelah sebagian kelompok mahasiswa dikooptasi, sementara organisasi masyarakat kian lemah secara politik.

Nah, simple society kita yang kuat kan baru dari LBH, YLBI. Masyarakat kita kemudian sebetulnya telah lumpuh secara politis, karena hanya menjadi ternak suara aja,”

Ketua IPW, Sugeng.

Tag:EditorialIPWorde baruSugeng Teguh SantosoTNI
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Syifa Fauziah
BySyifa Fauziah
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
kantor-kpk-owrite-id
Hukum

Warning KPK pada Pelaku Suap Impor Bea Cukai, Pengusaha Rokok Bisa Ikut Dipidana

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengusut dugaan aliran dana dari para pengusaha rokok dalam kasus korupsi importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). KPK menegaskan…

By
Rahmat
Dusep
4 Min Read
Presiden Donald Trump
Internasional

Trump Mulai Ditinggalkan Pendukung Setianya, Rating Kinerja Anjlok ke 35%

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump masuk dalam jajaran presiden yang tidak populer di negaranya sendiri dengan kinerja buruk. Menurut survei CNN Poll of Polls, rata-rata tingkat persetujuan masyarakat atau…

By
Iren Natania
Dusep
8 Min Read
Sefruit

Jangan Salah, MBTI Introvert Itu Beda Sama Introvert Secara Umum

Banyak orang salah kaprah soal arti introvert sebenarnya. Introvert bukan berarti anti-sosial atau males keluar rumah — ini soal cara kamu mengisi ulang energi. Apalagi dalam MBTI, maknanya bisa jauh…

By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (kedua kanan) didampingi Wamensos Agus Jabo Priyono (tengah) dan Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo (kiri) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai pertemuan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (8/5/2026). Pertemuan tersebut membahas pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial.
Politik

Gus Ipul Sebut Tiga Nama Besar Masuk Bursa Calon Ketum PBNU

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteowrite-adi-briantika
By
Rahmat
Adi Briantika
18 jam lalu
Suasana rapat kerja Komisi IX DPR bersama Menteri Ketenagakerjaan di Kompleks Parlemen, Senayan
Politik

Wacana Baru DPR: Partai Harus Punya 13 Kursi, Efektif atau Membatasi Demokrasi?

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengusulkan…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
2 hari lalu
Wakil Ketua Umum DPP PSI Ronald Sinaga.
Politik

Kecam Pemukulan Ronald Sinaga, PSI: Tindakan Barbar, Tak Boleh Ada Ruang Premanisme

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengecam tegas tindakan kekerasan yang dialami Wakil Ketua…

hadi-febriansyah-owriteowrite-adi-briantika
By
Hadi Febriansyah
Adi Briantika
4 hari lalu
Ade Armando.
Politik

Mundur dari PSI, Ade Armando Ogah Partai Ikut Jadi Sasaran Tembak

Ade Armando secara resmi menyatakan pengunduran dirinya sebagai kader Partai Solidaritas Indonesia…

hadi-febriansyah-owriteowrite-adi-briantika
By
Hadi Febriansyah
Adi Briantika
4 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up