Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru kembali ramai dikunjungi wisatawan terutama saat musim liburan.
Jika banyak orang datang untuk menikmati panorama matahari terbit di Bromo, namun tak sedikit pula yang memilih melanjutkan perjalanan menuju Gunung Semeru.
Sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa, Semeru menawarkan pesona alam yang memikat sekaligus pengalaman pendakian yang menjadi impian banyak pecinta alam.
Keindahan Ranu Kumbolo, hamparan savana, hingga puncak Mahameru membuat Gunung Semeru selalu menjadi destinasi favorit para pendaki dari berbagai daerah.
Gunung Tertinggi di Pulau Jawa
Melansir dari laman Indonesia Kaya, gunung Semeru merupakan gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian sekitar 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), gunung yang dijuluki sebagai Atap Pulau Jawa ini membentang di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Nama Semeru kerap dikaitkan dengan kisah pendaki legendaris Soe Hok Gie, keindahan Ranu Kumbolo, hingga film 5 cm yang semakin memopulerkan jalur pendakiannya.
Favorit Para Pendaki
Demi keselamatan dan kelestarian kawasan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membatasi kuota pendakian menjadi 200 orang per hari, dengan sistem reservasi daring dan pendakian yang saat ini hanya diperbolehkan hingga Ranu Kumbolo sesuai rekomendasi keselamatan.
Jalur pendakian melalui Ranu Pane menjadi rute yang paling banyak dipilih karena merupakan pintu masuk resmi menuju kawasan Gunung Semeru.
Dari jalur ini, pendaki dapat melewati sejumlah destinasi ikonik seperti Ranu Kumbolo, Tanjakan Cinta, Oro-Oro Ombo, hingga Kalimati sebelum melanjutkan perjalanan menuju Mahameru.
Status Gunung Api Aktif
Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Gunung ini memiliki karakteristik erupsi yang cenderung eksplosif, dengan letusan abu vulkanik dan embusan gas yang dapat terjadi secara berkala, bahkan dalam interval sekitar 20–30 menit.
Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Level III (Siaga). Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), salah satu erupsi terbaru terjadi pada 3 Juli 2026, dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 1.100 meter di atas puncak.
Oleh karena itu, masyarakat dan calon pendaki diimbau untuk selalu mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Gunung Semeru tidak hanya dikenal sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa, tetapi juga menjadi salah satu destinasi pendakian paling ikonik di Indonesia.
Keindahan alam yang ditawarkan, mulai dari Ranu Kumbolo hingga Mahameru, menjadikannya sebagai tujuan impian banyak pendaki.
Meski demikian, statusnya sebagai gunung api aktif mengharuskan setiap pengunjung untuk selalu mengutamakan keselamatan dengan mematuhi aturan pendakian dan mengikuti informasi terbaru dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru sebelum berkunjung.
:
















