Gunung Semeru kembali erupsi pada Jumat 19 Juni 2026. Menurut laporan terbaru dari MAGMA Indonesia PVMBG letusan terbaru terjadi pada pukul 09.44 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 800 meter di atas puncak.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu terlihat mengarah ke barat laut. Erupsi tersebut terekam di alat pemantau gempa vulkanik dengan durasi 160 detik.
Sebelumnya, Gunung Semeru sempat mengalami erupsi disertai awan panas guguran sejauh 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan. Peristiwa itu terjadi pada pukul 07.21 WIB.
Data Pos Pengamatan Gunung Semeru menunjukkan tinggi kolom letusan saat itu mencapai 1.000 meter di atas puncak. Sebaran abu tersebut bergerak ke arah utara dan barat laut.
Enam Kali Erupsi
Berdasarkan catatan petugas, hingga jumat pagi Gunung Semeru telah mengalami enam kali erupsi. Tinggi kolom letusan yang teramati berkisar antara 700 hingga 1.000 meter di atas puncak.
Saat ini, Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat diminta mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG.
PVMBG melarang aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Karena, kawasan tersebut berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar.
Warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah. Area tersebut rawan terhadap bahaya lontaran material pijar.
Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar. Ancaman terutama berada di aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.






















