Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 6 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Cari Tahu / Empat Pilar Empat Nyawa: Kisah di Balik Monumen Tragedi 12 Mei Trisakti 
Cari Tahu

Empat Pilar Empat Nyawa: Kisah di Balik Monumen Tragedi 12 Mei Trisakti 

Ani Ratnasaridusep-malik
Last updated: Agustus 5, 2026 10:44 pm
By
Ani Ratnasari
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
60 menit lalu
Share
Monumen 4 Pilar di Halaman Kampus Trisakti, Jakarta Barat. (Sumber: Owrite/Ani Ratnasari)
Monumen 4 Pilar di Halaman Kampus Trisakti, Jakarta Barat. (Sumber: Owrite/Ani Ratnasari)
SHARE

Kalau kamu sering lewat di depan Universitas Trisakti, Jakarta Barat mungkin pernah melihat empat pilar abu-abu yang berdiri tegak di halaman kampus. 

Kalau dilihat dari kejauhan, bentuknya memang tampak sederhana. Bahkan, tidak sedikit orang yang mengira itu hanya monumen biasa.

Padahal, bangunan yang diberi nama Monumen Tragedi 12 Mei 1998 itu menyimpan cerita yang begitu dalam. Karena setiap sudutnya didedikasikan untuk mengenang empat mahasiswa Universitas Trisakti yang gugur saat aksi demonstrasi pada 12 Mei 1998, yang merupakan peristiwa yang kemudian menjadi salah satu titik penting lahirnya era Reformasi.

Bagi mahasiswa Trisakti, monumen ini bukan sekadar penanda sejarah. Monumen ini menjadi pengingat bahwa perubahan yang dinikmati hari ini pernah dibayar dengan nyawa.

Baca juga:
Mahasiswa Trisakti Ngamuk, Mural ‘TRITURA’ Dihapus Pemkot Jakbar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trisakti mengecam penghapusan mural “TRITURA” oleh Dinas…
Tak Lewat Demo Biasa, Mahasiswa Trisakti Pilih Mural dan Puisi… Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar aksi bertajuk 'Seni Melawan, Suara Tak Terpadamkan' di…
Tiga Dekade Kudatuli, PDIP Ingatkan Negara Masih Punya Utang Keadilan… Tiga dekade setelah Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996, tuntutan agar tragedi tersebut…
  • Mahasiswa Trisakti Ngamuk, Mural ‘TRITURA’ Dihapus Pemkot Jakbar
  • Tak Lewat Demo Biasa, Mahasiswa Trisakti Pilih Mural dan Puisi untuk Suarakan…
  • Tiga Dekade Kudatuli, PDIP Ingatkan Negara Masih Punya Utang Keadilan kepada Para…

Makna Empat Pilar

Mahasiswa Universitas Trisakti siap unjuk rasa ke Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Mahasiswa Universitas Trisakti siap unjuk rasa ke Gedung DPR, Senayan, Jakarta. (Foto: Owrite/Rahmat Tunny).

Hal pertama yang paling mudah dikenali dari monumen ini adalah empat pilar yang berdiri menjulang.

Empat pilar itu melambangkan empat mahasiswa Universitas Trisakti yang meninggal dunia dalam Tragedi 12 Mei 1998, yaitu Elang Mulia Lesmana, Hafidin Royan, Heri Hartanto, dan Hendriawan Sie.

Menurut Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Muhammad Ardiyansyah Putra monumen ini menjadi tempat yang selalu didatangi mahasiswa setiap 12 Mei untuk melakukan refleksi dan mengenang perjuangan para korban.

Setiap tanggal 12 Mei kami datang membawa bunga dan foto abang-abang kami. Tujuannya supaya sejarah ini tidak dilupakan,”

jelasnya kepada Owrite.

Kalau diperhatikan lebih teliti, tinggi keempat pilar ternyata tidak sama. Tingginya berkisar antara 10 hingga 12 meter.

Kenapa Tinggi Tiap Pilar Berbeda dan Berlubang?

Mahasiswa Trisaksi dan Esa Unggul di depan gedung DPR RI. (Sumber: Owrite/Fauzi-Tunny)
Mahasiswa Trisaksi dan Esa Unggul di depan gedung DPR RI. (Sumber: Owrite/Fauzi-Tunny)

Perbedaan itu bukan dibuat asal. Pilar-pilar tersebut menggambarkan rangkaian hari-hari menjelang tragedi, mulai 10 Mei hingga puncaknya pada 12 Mei 1998.

Sesudah itu, kerusuhan meluas hingga 13-15 Mei 1998 dan menjadi salah satu peristiwa paling kelam dalam sejarah Indonesia.

Ada satu ikon yang nggak kalah sering membuat orang bertanya-tanya, yaitu lubang-lubang yang terdapat di badan setiap pilar.

Ternyata, lubang itu bukan hiasan. Lubang-lubang tersebut dibuat untuk menggambarkan posisi peluru yang mengenai tubuh para mahasiswa saat tragedi terjadi.

Muhammad Ardiyansyah Putra mengatakan, titik-titik itu mengacu pada lokasi luka tembak para korban berdasarkan dokumentasi resmi peristiwa Tragedi 12 Mei.

Artinya, setiap lubang yang terlihat di monumen itu menyimpan kisah tentang bagaimana keempat mahasiswa kehilangan nyawanya.

Filosofi Bangunan

Kunjungan Mahasiswa Trisakti Jakarta ke redaksi 0write
Kunjungan Mahasiswa Trisakti Jakarta ke redaksi 0write (Foto: OWRITE/Ani Ratnasari)

Filosofi monumen ini juga terlihat di bagian bawahnya. Di alas monumen terdapat 98 batu yang melambangkan tahun 1998, tahun ketika Tragedi Trisakti terjadi.

Sementara setiap pilar memiliki lima sisi yang menjadi simbol bulan Mei, bulan ketika peristiwa itu berlangsung.

Detail-detail kecil seperti ini memang sering luput dari perhatian. Padahal, semuanya dibuat untuk mengabadikan sejarah.

Di bagian bawah monumen terdapat susunan balok yang terlihat tidak beraturan.

Balok-balok itu menggambarkan puing-puing bangunan yang tersisa setelah kerusuhan Mei 1998. Sebuah simbol tentang kekacauan yang pernah melanda Jakarta dan meninggalkan luka bagi banyak orang.

Jika melihat bagian paling atas, setiap pilar dibuat semakin meruncing. Bentuk itu menggambarkan perjuangan empat mahasiswa yang harus terhenti karena mereka gugur. Namun, semangat yang mereka tinggalkan tidak ikut berhenti.

Bagi banyak orang, Monumen Tragedi 12 Mei mungkin hanya bangunan yang berdiri di halaman kampus.

Namun bagi mahasiswa Trisakti, tempat ini adalah ruang untuk mengingat. Setiap tahun mereka berkumpul di sana, menaburkan bunga, menggelar refleksi, dan mengingat kembali bahwa sejarah tidak boleh dilupakan.

Di balik empat pilar yang berdiri kokoh itu, tersimpan cerita tentang keberanian, kehilangan, dan harapan. Sebuah pengingat bahwa demokrasi yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan yang tidak murah.

Baca juga:
(Galeri Foto) Massa Aksi Mahasiswa Trisakti-Esa Unggul Bawa Tuntutan TRITURA… Demonstrasi mahasiswa kembali menghampiri kawasan Gedung DPR RI, Kompleks Senayan, Jumat, 19 Juni 2029.  Demonstrasi…
Pejabat Cuma Bikin Rakyat Marah, Mahasiswa Trisakti-Esa Unggul Geruduk DPR… Demonstrasi mahasiswa kembali mengguncang kawasan Gedung DPR RI, Kompleks Senayan, Jumat, 19…
Bawa Tiga Tuntutan Besar Esok, Pimpinan DPR Siap Terima 'Sowan'… Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memastikan pimpinan lembaganya siap menerima…
  • (Galeri Foto) Massa Aksi Mahasiswa Trisakti-Esa Unggul Bawa Tuntutan TRITURA ke DPR
  • Pejabat Cuma Bikin Rakyat Marah, Mahasiswa Trisakti-Esa Unggul Geruduk DPR Tagih Supremasi…
  • Bawa Tiga Tuntutan Besar Esok, Pimpinan DPR Siap Terima 'Sowan' Mahasiswa Trisakti
Tag:Mahasiswa TrisaktiMomen RefleksiMonumen Tragedi TrisaksiReformasitragedi 12 meiTrisakti
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Ani Ratnasari
ByAni Ratnasari
Internship
Follow:
Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial sambil mengasah ketajaman kata di OWRITE.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Polemik ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Layangkan Somasi dan Ultimatum 3×24 Jam ke Pengurus KWP
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus
1
BPS: Laju Ekonomi RI Kuartal II-2026 Melambat ke 5,29 Persen
By Anisa Aulia
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik M. Edy Mahmud dalam konferensi pers di kantornya, 5 Agustus 2026.
2
Narasi Tim Jokowi soal Gelar Raja di NTT Berubah-ubah, Kredibilitas Politik Terancam
By Rahmat Tunny
Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi saat di NTT.
3
Viral Pasien BPJS Soroti Komentar Nakes yang Tak Berempati
By Syifa Fauziah
Petugas melayani warga peserta program BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat, Jakarta
4
Kenapa Makin Banyak Nyamuk di Musim Kemarau? Ini Penjelasan Ilmiahnya 
By Ani Ratnasari
Nyamuk saat musin panas
5

BERITA LAINNYA

Danau Maninjau
Cari Tahu

Sejarah Danau Maninjau: Pesona Sumatera Barat di Antara Sains dan Legenda

Kalau lagi ngomongin hidden gem di Sumatra Barat, Danau Maninjau wajib banget…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
10 jam lalu
Kurokawa Onsen di Kumamoto, Jepang
Cari Tahu

Mengenal Onsen, Tradisi Berendam Air Panas yang Menjadi Ikon Jepang

Wisata berbasis pengalaman atau experience tourism semakin diminati oleh banyak pelancong. Tak…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Blok M
Cari Tahu

Apa Itu Ruang Terbuka Hijau? Tempat Asri yang Cocok untuk Piknik

Kebutuhan akan ruang publik yang nyaman semakin meningkat seiring padatnya aktivitas dan…

Ossid Duha Jussas SalmaIvan OWRITE
By
Ossid Duha Jussas Salma
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
Nyamuk saat musin panas
Cari Tahu

Kenapa Makin Banyak Nyamuk di Musim Kemarau? Ini Penjelasan Ilmiahnya 

Belakangan ini banyak orang mengeluh jadi susah tidur gara-gara nyamuk? Baru rebahan…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan Syahruna Lubis
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up