Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 tidak lahir begitu saja. Di balik peristiwa tersebut, terdapat rangkaian perjuangan yang berlangsung di berbagai daerah dan melibatkan banyak tokoh.
Sejumlah tempat bahkan menjadi saksi langsung perjalanan bangsa menuju kemerdekaan, mulai dari lokasi perumusan naskah proklamasi, tempat terjadinya peristiwa Rengasdengklok, hingga lokasi yang berperan dalam menyebarkan kabar kemerdekaan ke berbagai wilayah Indonesia.
Kini, tempat-tempat tersebut masih dapat dikunjungi sebagai wisata sejarah. Tempat mana saja yang menyimpan jejak perjuangan kemerdekaan, berikut rekomendasinya.
Melansir dari laman Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, berikut 7 rekomendasi tempat bersejarah yang cocok jadi tempat wisata mengingat perjuangan kemerdekaan.
Tugu Proklamasi
Tugu Proklamasi berada di kawasan Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, yang dahulu dikenal sebagai Jalan Pegangsaan Timur No. 56. Di lokasi inilah Soekarno didampingi Mohammad Hatta membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 sekitar pukul 10.00 WIB.
Dahulu, lokasi tersebut merupakan kediaman Soekarno. Rumah itu kemudian dibongkar, tetapi jejak sejarahnya tetap dipertahankan melalui sejumlah monumen.
Di kawasan Tugu Proklamasi terdapat Tugu Petir, patung Soekarno-Hatta, serta monumen lainnya yang mengingatkan masyarakat pada peristiwa Proklamasi.
Rumah Rengasdengklok
Rumah milik Djiaw Kie Siong di Rengasdengklok, Karawang, menjadi bagian penting dari rangkaian peristiwa menjelang Proklamasi. Pada 16 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa oleh kelompok pemuda ke Rengasdengklok karena golongan muda mendesak agar kemerdekaan segera diproklamasikan.
Rumah tersebut dibangun sekitar 1920 dan dipindahkan dari lokasi awalnya pada 1957 karena kondisi lingkungan di sekitar sungai. Sebagian besar material bangunannya masih dipertahankan.
Museum Naskah Proklamasi
Bangunan di Jalan Imam Bonjol No. 1, Menteng, Jakarta Pusat, dahulu merupakan kediaman Laksamana Tadashi Maeda. Pada malam 16 Agustus 1945, Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebardjo datang ke rumah tersebut setelah kembali dari Rengasdengklok.
Di dalam museum terdapat empat ruang utama yang menggambarkan tahapan perumusan Proklamasi, yakni ruang pertemuan, ruang perumusan, ruang pengetikan, dan ruang pengesahan. Di tempat inilah Soekarno menulis konsep naskah, kemudian Sayuti Melik mengetiknya.
Museum Joang 45
Bangunan Museum Joang 45 awalnya merupakan Hotel Schomper 1 yang dibangun pada 1938 oleh pengusaha Belanda bernama L.C. Schomper. Hotel itu kemudian diambil alih pada masa pendudukan Jepang dan digunakan sebagai asrama sekaligus tempat pendidikan bagi pemuda Indonesia.
Sejumlah tokoh nasional seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Adam Malik, dan Chaerul Saleh tercatat berkaitan dengan kegiatan pendidikan dan pembinaan pemuda di tempat tersebut. Setelah melalui sejumlah perubahan, bangunan ini kemudian diresmikan sebagai Museum Joang 45 pada 19 Agustus 1974.
Hotel Majapahit
Di Surabaya, Hotel Majapahit yang dahulu dikenal sebagai Hotel Yamato menjadi saksi peristiwa ikonik setelah proklamasi. Pada 19 September 1945, terjadi peristiwa perobekan bendera Belanda yang dikibarkan di hotel tersebut.
Arek-arek Surabaya menaiki bagian atas hotel dan merobek bagian biru dari bendera Belanda sehingga tersisa warna merah dan putih.
Radio Republik Indonesia
Kemerdekaan tidak hanya harus diproklamasikan, tetapi juga perlu diketahui oleh rakyat di berbagai daerah. Di sinilah radio memainkan peranan penting. Pada malam 17 Agustus 1945, Jusuf Ronodipuro menerima naskah Proklamasi dan kemudian menyiarkannya sekitar pukul 19.00 WIB.
Siaran tersebut dibantu Bachtiar Lubis dan teknisi Joe Seragih. Berita kemerdekaan kemudian dapat terdengar hingga ke berbagai wilayah, bahkan mancanegara. RRI sendiri resmi berdiri pada 11 September 1945.
Rumah Pengasingan Bung Karno
Terakhir, ada Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur. Tempat ini memang tidak berkaitan langsung dengan peristiwa Proklamasi 1945, tetapi penting untuk memahami perjalanan pemikiran Soekarno sebelum Indonesia merdeka.
Salah satu tempat yang berkaitan dengan kisah tersebut adalah Taman Renungan Bung Karno, yang berada di Kelurahan Kotaraja, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende. Di taman ini terdapat patung Bung Karno yang duduk merenung di bawah pohon sukun.
Berbagai tempat bersejarah tersebut menunjukkan bahwa perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan berlangsung melalui rangkaian peristiwa panjang.
Dari Rengasdengklok, perumusan naskah Proklamasi, pembacaan kemerdekaan, hingga perjuangan mempertahankannya, setiap tempat menyimpan cerita tentang keberanian dan gagasan para tokoh bangsa.




















