Resign dari pekerjaan bukan sekadar menyampaikan surat pengunduran diri kepada atasan. Keputusan ini perlu dipersiapkan dengan matang agar tidak menimbulkan masalah finansial, administratif, maupun mengganggu perjalanan karier ke depan.
Sebelum benar-benar meninggalkan pekerjaan, ada beberapa hal yang sebaiknya dipastikan terlebih dahulu agar proses resign berjalan lancar dan tetap profesional.
Kasus Resign di Indonesia
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2025, ada 8,6 juta penduduk pernah berhenti bekerja pada periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025.
Angka tersebut mencakup pekerja yang mengundurkan diri atau resign maupun mereka yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Data tersebut menunjukkan bahwa perpindahan atau berakhirnya hubungan kerja merupakan bagian dari dinamika ketenagakerjaan yang cukup besar.
Selain menyiapkan surat pengunduran diri, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar proses resign berlangsung secara profesional dan tidak mengganggu keberlanjutan karier.
Hal yang Perlu Disiapkan
Merangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa hal yang dilakukan sebelum dan setelah mengajukan resign agar proses meninggalkan pekerjaan tetap profesional.
- Pastikan Alasan dan Rencana Setelah Resign
Pastikan Anda sudah memahami alasan ingin meninggalkan pekerjaan dan memiliki gambaran mengenai langkah berikutnya. Jika sudah mendapatkan pekerjaan baru, perhatikan tanggal mulai bekerja agar tidak berbenturan dengan masa pemberitahuan di perusahaan saat ini.
Jika belum memiliki pekerjaan baru, pertimbangkan kondisi keuangan dan buat rencana pencarian kerja.
- Periksa Aturan Resign
Setiap perusahaan dapat memiliki aturan berbeda mengenai pengunduran diri. Periksa kembali kontrak kerja, kebijakan perusahaan, serta ketentuan mengenai masa pemberitahuan atau notice period.
- Rapikan Pekerjaan
Gunakan sisa masa kerja untuk menyelesaikan tugas yang masih memungkinkan dan merapikan pekerjaan yang sedang berjalan.
Kemudian jangan lupa membuat dokumen serah terima yang berisi daftar tugas rutin, proyek yang masih berlangsung, tenggat waktu, kontak penting, serta informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan pekerjaan.
- Perbarui CV
Pastikan dokumen pribadi yang berkaitan dengan perjalanan karier sudah tersimpan dengan baik, seperti surat pengalaman kerja, dokumen pelatihan, sertifikat, atau catatan pencapaian. Kemudian perbarui CV dan catat tanggung jawab, keterampilan, proyek, dan pencapaian yang diperoleh selama bekerja.
- Tanyakan Hak Karyawan
Komunikasikan dengan bagian HR mengenai berbagai administrasi yang perlu diselesaikan. Tanyakan dokumen yang akan diberikan setelah resign, status tunjangan atau fasilitas yang masih menjadi hak, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan proses akhir masa kerja.
- Tetap Profesional
Hindari mengabaikan tugas atau menunjukkan sikap tidak peduli hanya karena sudah mengajukan resign. Sampaikan keputusan kepada atasan terlebih dahulu sebelum mengumumkan kepada rekan kerja. Setelah itu, tetap jaga komunikasi yang baik dengan tim dan bantu proses transisi sesuai kemampuan.
- Jaga Hubungan Baik
Ucapkan terima kasih kepada atasan dan rekan kerja yang selama ini membantu, serta tetap jaga komunikasi dengan orang-orang yang memiliki hubungan baik dengan Anda.
Setelah resmi resign, fokuskan energi pada rencana berikutnya, baik memulai pekerjaan baru, membangun usaha, melanjutkan pendidikan, maupun mencari peluang kerja yang sesuai.
Dengan persiapan yang matang, resign tidak harus menjadi akhir dari sebuah perjalanan karier. Sebaliknya, proses ini dapat menjadi kesempatan untuk menutup satu fase pekerjaan dengan baik sekaligus membuka peluang menuju langkah profesional berikutnya.





















