Seorang sopir program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) berinisial A ditangkap polisi di kawasan Mampang, Pancoran Mas, Kota Depok, diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu.
Kanit Reskrim Polsek Tajurhalang, Ipda Mareben Simarsoit mengungkapkan, pelaku diduga berperan sebagai kurir sekaligus pengguna sabu.
Dilansir dari Instagram @depok24jam, penangkapan A merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya. Polisi lebih dulu menangkap seorang penjual pecel lele berinisial D di wilayah Citayam, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor.
Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan satu paket sabu siap edar yang dibungkus plastik klip bening dengan berat bersih 1,03 gram.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, narkotika tersebut diperoleh dari seorang pemasok yang saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.
Kasus ini menarik perhatian warganet, banyak netizen yang kaget dan menyayangkan perilaku pelaku yang bekerja di program pemerintah tersebut.
“Nah kan berkedok sopir SPPG mang nya kurang gajinya padahal sdh melebihi gaji guru honorer,”
komentar akun Instagram @sahabat.mb.
“Sekelas PNS aja masih nyambi jirr”
tulis akun Instagram @tegaradi_08.
“Sejauh ini, ini yang paling jauh derr,”
tulis akun Instagram @rizkiabdr18_.
“Alah Alahhhhh kok bisa yaaa”
komen akun Instagram @ibunarayaa.
“Itu kerjaan utama kurirnya, nyambinya supir sppg.”
tulis @nisrinazky.


