Investor pemula kerap kali bimbang dalam menentukan pilihan untuk memulai investasi. Emas dan dolar menjadi salah satu instrumen yang penting untuk diketahui.
Emas maupun dolar pada dasarnya sama-sama mendatangkan keuntungan. Tapi kira-kira mana yang lebih menguntungkan investor baru emas atau justru dolar?
Melansir laman resmi Pegadaian, emas dan dolar pada dasarnya memiliki hubungan kuat. Sebab harga emas dunia diperjualbelikan menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat (USD).
Pergerakan indeks mata uang USD juga menjadi salah satu penyebab naik turunnya harga emas. Saat mata uang AS melemah, maka harga emas cenderung mengalami kenaikan.
Namun sebaliknya, ketika USD menguat harga emas cenderung turun.
Harga Emas Turun Karena Dolar
Ketika harga emas turun, maka dolar AS cenderung menguat. Hal ini dipengaruhi oleh ketetapan suku bunga oleh The Fed yang dinaikkan.
Maka dalam kondisi ini, investor cenderung berminat ke instrumen investasi yang berisiko tinggi atau high risk.
Instrumen investasi ini biasanya berupa obligasi pemerintah, saham, dan deposito karena menawarkan potensi imbal hasil yang lebih besar.
Situasi ini akan membuat dolar AS menguat, sedangkan permintaan terhadap emas mulai berkurang yang mengakibatkan nilainya menurun.
Dampak Dolar ke Harga Emas di Indonesia
Emas dianggap sebagai aset yang dapat menjaga stabilitas, melindungi, dan mengamankan kekayaan saat mata rupiah melemah. Namun, saat USD melemah dan rupiah menguat harga emas di Indonesia akan menurun.
Hal ini terjadi karena harga emas lokal merujuk pada emas global yang menggunakan USD dan dikonversi ke rupiah.
Pada momen ini, biasanya investor cenderung lebih memilih menginvestasikan uangnya ke instrumen yang dapat mendatangkan profit lebih tinggi.
Emas vs Dolar Mana yang Untung?
Setelah memahami emas vs dolar, investor bisa menimbang mana instrumen investasi yang cocok dan menguntungkan di masa mendatang. Jika ditanya lebih cuan emas atau dolar? Maka jawabannya bergantung pada tujuan investasi masing-masing.
Kedua instrumen investasi ini sebetulnya sama-sama menguntungkan. Hanya saja, nilai valuta asing dalam hal ini dolar AS lebih fluktuatif jika dibandingkan emas.
Sedangkan nilai tukar dolar bisa tiba-tiba terperosok saat terjadi gejolak perekonomian yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti sosial, politik, ekonomi, dan sebagainya.
Sementara untuk emas, memiliki nilai yang lebih stabil ketika ekonomi sedang batuk atau sakit. Investasi emas juga memiliki risiko rendah, sehingga bisa menjadi pilihan investasi aman untuk para pemula.



