Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 19 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Pengamat Beberkan Risiko dan Peluang Pembentukan DNKK
Ekonomi Bisnis

Pengamat Beberkan Risiko dan Peluang Pembentukan DNKK

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Desember 4, 2025 5:13 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
9 bulan lalu
Share
Peredaran uang tumbuh tinggi pada September 2025
ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU
SHARE

Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) mendapat perhatian serius dari Pengamat Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita.

Ronny menilai, bahwa gagasan pembangunan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan memiliki manfaat yang besar, namun diiringi dengan sejumlah risiko struktural jika tidak dirancang dengan cermat.

Ditegaskannya, bahwa secara konsep Dewan Keuangan baru itu dapat menjadi solusi atas lemahnya koordinasi dalam kebijakan kesejahteraan keuangan nasional yang selama ini tersebar di banyak lembaga.

Pembentukan DNKK bisa bermanfaat jika benar-benar mengisi kekosongan koordinasi yang selama ini tidak tertangani oleh struktur lembaga yang ada. Namun tanpa desain mandat yang jelas, ketat, dan terukur, DNKK berpotensi menambah lapisan birokrasi baru yang justru memperlambat pengambilan keputusan,”

kata Ronny pada owrite, Kamis 4 Desember 2025.

Menurutnya, selama ini isu financial well-being masyarakat, penguatan inklusi keuangan, dan tata kelola perlindungan konsumen sektor keuangan memang belum mumpuni untuk terintegrasi antar kementerian dan lembaga negara.

Oleh sebab itu, keberadaan badan koordinatif di bawah presiden pada dasarnya dapat mempercepat harmonisasi kebijakan. Namun, Ronny mengingatkan bahwa manfaat ini hanya dapat dicapai jika DNKK tidak menciptakan duplikasi kewenangan yang sudah dimiliki Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), maupun Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI).

Diketahui, pembentukan ini untuk mempersiapkan data keuangan terbuka atau open data keuangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan rencana dibentuknya Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan untuk menyempurnakan peran DNKI.

Lebih jauh, Ronny memandang bahwa pembentukan DNKK juga bisa dibaca sebagai upaya pemerintah melakukan penajaman fokus kebijakan ekonomi ke arah peningkatan kesejahteraan finansial masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya kewaspadaan.

Pembentukan lembaga baru di bawah kendali eksekutif hampir selalu membawa potensi konsolidasi kekuasaan politik dan kontrol koordinasi lintas lembaga. Karena itu, struktur keanggotaan, komposisi aktor kunci, dan kewenangan yang diberikan harus diawasi secara ketat,”

jelasnya.

Ronny pun mengingatkan adanya potensi tumpang tindih kewenangan, terutama dengan regulator yang sudah mapan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

Jika DNKK diberi kewenangan terlalu luas, benturan antar lembaga hampir pasti terjadi,”

ujar Ronny.

Maka dari itu, untuk menghindari hal tersebut, pemerintah diminta menyusun Peraturan Presiden (PP) yang memuat secara rinci pembagian mandat, batas operasional, kewajiban transparansi rapat dan rekomendasi kebijakan, hingga mekanisme audit berkala oleh lembaga independen. Tidak kalah penting, harus tersedia jalur legislasi atau yudisial yang jelas jika terjadi sengketa kewenangan.

Dalam hal pengukuran kinerja, Ronny menekankan bahwa indikator efektivitas DNKK tidak boleh berhenti pada tumpukan dokumen kebijakan. Evaluasi harus berbasis hasil konkret yang dapat dirasakan masyarakat dan dunia usaha. 

Contohnya adalah:

  1. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan
  2. Penurunan kerentanan finansial rumah tangga,
  3. Membaiknya akses pembiayaan UMKM dan daerah
  4. Percepatan koordinasi lintas lembaga, dan keterbukaan data publik terkait kebijakan keuangan nasional.

Indikator tersebut, tegas Ronny, harus diukur oleh lembaga independen dan dipublikasikan secara transparan kepada publik dan DPR agar DNKK tidak sekadar menjadi forum administratif tanpa dampak nyata.

Ronny pun menyatakan, bahwa jika pemerintah ingin DNKK benar-benar memberi nilai tambah, maka mandat lembaga tersebut harus sempit dan strategis, bukan berubah menjadi regulator baru. Pemerintah juga perlu membangun sistem transparansi berbasis open data antar lembaga sehingga publik dapat menguji kinerjanya secara empiris.

Akuntabilitas adalah fondasi. DNKK harus memiliki mekanisme evaluasi berkala, audit independen, serta melibatkan masyarakat sipil dan akademisi agar tidak bergerak dalam ruang tertutup dan elitis,”

tegasnya.

Ronny menilai, bahwa pembentukan DNKK bisa menjadi reformasi kelembagaan yang signifikan, jika dirancang dengan matang. Namun apabila tidak, risiko tumpang tindih kewenangan, duplikasi fungsi, hingga konsentrasi kekuasaan justru akan memperlebar masalah tata kelola yang selama ini berusaha diperbaiki oleh pemerintah.

Tag:Bank Indonesiadewan nasional kesejahteraan keuanganOJKPrabowo SubiantoPresiden
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”
By Ani Ratnasari
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
1
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Sinyal Hubungan Kertanegara-Solo Baik-Baik Saja?
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).
2
BEM UI Demo, Bawa 8 Tuntutan “Merebut Kemerdekaan”
By Rahmat Baihaqi
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan.
3
Praperadilan Febrie Adriansyah Dimulai: Prosedur Penetapan Tersangka Masuk Ruang Uji
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah (tengah) dan Firman Wijaya (kiri) menyampaikan keterangan pers di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
4
Apa Itu Kartu Kredit Indonesia yang Baru Diluncurkan BI? Begini Cara Pakainya!
By Ani Ratnasari
Gambar ilustrasi Kartu Kredit Indonesia (KKI)
5

BERITA LAINNYA

Helikopter Presiden Prabowo di Kawasan Istana Negara IKN (sumber: Instagram @basukihadimuljono)
Ekonomi Bisnis

Nasib Warisan Jokowi, Prabowo Cuma Kasih Anggaran IKN Rp6,7 Triliun pada 2027

Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran untuk Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
6 jam lalu
Petugas kebersihan membersihkan kaca ruang Pusat Pelayanan Terpadu Badan Gizi Nasional (BGN) di kantor BGN Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Muhammad Adimaja/wsj)
Ekonomi Bisnis

10 K/L Dapat Anggaran Jumbo di 2027, BGN Urutan Pertama Disusul Kemenhan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengalokasikan anggaran belanja Kementerian Lembaga (K/L) sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
7 jam lalu
Ilustrasi Motor Listrik
Ekonomi Bisnis

Airlangga Buka-bukaan Soal Insentif 1 Juta Motor Listrik, Begini Perkembangan Barunya

Presiden Prabowo Subianto akan memberikan insentif kepada perusahaan yang mampu memproduksi 1…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
7 jam lalu
Ilustrasi industri nikel. (Sumber: Unsplash/Morteza Mohammadi)
Ekonomi Bisnis

APNI Klaim Bursa Mineral Bisa Persempit Praktik Underinvoicing Sektor Pertambangan

Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menilai pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up