Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 9 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Pengamat Beberkan Risiko dan Peluang Pembentukan DNKK
Ekonomi Bisnis

Pengamat Beberkan Risiko dan Peluang Pembentukan DNKK

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: Desember 4, 2025 5:13 pm
Iren Natania
Amin Suciady
Share
Peredaran uang tumbuh tinggi pada September 2025
ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU
SHARE

Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK) mendapat perhatian serius dari Pengamat Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita.

Ronny menilai, bahwa gagasan pembangunan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan memiliki manfaat yang besar, namun diiringi dengan sejumlah risiko struktural jika tidak dirancang dengan cermat.

Ditegaskannya, bahwa secara konsep Dewan Keuangan baru itu dapat menjadi solusi atas lemahnya koordinasi dalam kebijakan kesejahteraan keuangan nasional yang selama ini tersebar di banyak lembaga.

Pembentukan DNKK bisa bermanfaat jika benar-benar mengisi kekosongan koordinasi yang selama ini tidak tertangani oleh struktur lembaga yang ada. Namun tanpa desain mandat yang jelas, ketat, dan terukur, DNKK berpotensi menambah lapisan birokrasi baru yang justru memperlambat pengambilan keputusan,”

kata Ronny pada owrite, Kamis 4 Desember 2025.

Menurutnya, selama ini isu financial well-being masyarakat, penguatan inklusi keuangan, dan tata kelola perlindungan konsumen sektor keuangan memang belum mumpuni untuk terintegrasi antar kementerian dan lembaga negara.

Oleh sebab itu, keberadaan badan koordinatif di bawah presiden pada dasarnya dapat mempercepat harmonisasi kebijakan. Namun, Ronny mengingatkan bahwa manfaat ini hanya dapat dicapai jika DNKK tidak menciptakan duplikasi kewenangan yang sudah dimiliki Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), maupun Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI).

Diketahui, pembentukan ini untuk mempersiapkan data keuangan terbuka atau open data keuangan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan rencana dibentuknya Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan untuk menyempurnakan peran DNKI.

Lebih jauh, Ronny memandang bahwa pembentukan DNKK juga bisa dibaca sebagai upaya pemerintah melakukan penajaman fokus kebijakan ekonomi ke arah peningkatan kesejahteraan finansial masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya kewaspadaan.

Pembentukan lembaga baru di bawah kendali eksekutif hampir selalu membawa potensi konsolidasi kekuasaan politik dan kontrol koordinasi lintas lembaga. Karena itu, struktur keanggotaan, komposisi aktor kunci, dan kewenangan yang diberikan harus diawasi secara ketat,”

jelasnya.

Ronny pun mengingatkan adanya potensi tumpang tindih kewenangan, terutama dengan regulator yang sudah mapan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

Jika DNKK diberi kewenangan terlalu luas, benturan antar lembaga hampir pasti terjadi,”

ujar Ronny.

Maka dari itu, untuk menghindari hal tersebut, pemerintah diminta menyusun Peraturan Presiden (PP) yang memuat secara rinci pembagian mandat, batas operasional, kewajiban transparansi rapat dan rekomendasi kebijakan, hingga mekanisme audit berkala oleh lembaga independen. Tidak kalah penting, harus tersedia jalur legislasi atau yudisial yang jelas jika terjadi sengketa kewenangan.

Dalam hal pengukuran kinerja, Ronny menekankan bahwa indikator efektivitas DNKK tidak boleh berhenti pada tumpukan dokumen kebijakan. Evaluasi harus berbasis hasil konkret yang dapat dirasakan masyarakat dan dunia usaha. 

Contohnya adalah:

  1. Peningkatan literasi dan inklusi keuangan
  2. Penurunan kerentanan finansial rumah tangga,
  3. Membaiknya akses pembiayaan UMKM dan daerah
  4. Percepatan koordinasi lintas lembaga, dan keterbukaan data publik terkait kebijakan keuangan nasional.

Indikator tersebut, tegas Ronny, harus diukur oleh lembaga independen dan dipublikasikan secara transparan kepada publik dan DPR agar DNKK tidak sekadar menjadi forum administratif tanpa dampak nyata.

Ronny pun menyatakan, bahwa jika pemerintah ingin DNKK benar-benar memberi nilai tambah, maka mandat lembaga tersebut harus sempit dan strategis, bukan berubah menjadi regulator baru. Pemerintah juga perlu membangun sistem transparansi berbasis open data antar lembaga sehingga publik dapat menguji kinerjanya secara empiris.

Akuntabilitas adalah fondasi. DNKK harus memiliki mekanisme evaluasi berkala, audit independen, serta melibatkan masyarakat sipil dan akademisi agar tidak bergerak dalam ruang tertutup dan elitis,”

tegasnya.

Ronny menilai, bahwa pembentukan DNKK bisa menjadi reformasi kelembagaan yang signifikan, jika dirancang dengan matang. Namun apabila tidak, risiko tumpang tindih kewenangan, duplikasi fungsi, hingga konsentrasi kekuasaan justru akan memperlebar masalah tata kelola yang selama ini berusaha diperbaiki oleh pemerintah.

Tag:Bank Indonesiadewan nasional kesejahteraan keuanganOJKPrabowo SubiantoPresiden
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ganjil genap di Jakarta
Megapolitan

Jadwal Ganjil Genap Jakarta 2026: Jam Berlaku, Lokasi, dan Daftar Jalan Terbaru

Info ganjil-genap (gage) 2026 jam berapa sih di Jakarta? Informasi ini tentu sangat penting bagi kamu yang ingin melewati jalan di Kota Jakarta. Jangan sampai pejalanan kamu terhambat karena diberhentikan…

By
Syifa Fauziah
Ivan
5 Min Read
BPJS Kesehatan
Hype

Daftar 21 Penyakit yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan 2026

Kartu BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) selama ini dikenal sebagai “penyelamat” masyarakat, karena membantu meringankan biaya pengobatan di rumah sakit. Mulai dari rawat inap, operasi, hingga pengobatan penyakit…

By
Ani Ratnasari
Ivan
4 Min Read
Car free day di Sudirman - Thambrin
Megapolitan

DKI Gelar Car Free Day di Rasuna Said Akhir Pekan Ini

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, sebagai lokasi baru Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD). Rencananya CFD…

By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira. (Sumber: IG @bhimayudhistira)
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Bhima: Jangan Senang Dulu, Ada Risiko Kurva Terbalik!

Rilis data pemerintah soal pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 yang mencapai…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
6 jam lalu
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Unsplash/Defrino Maasy)
Ekonomi Bisnis

Gegara Debt Collector Pinjol Teror Debitur, OJK Minta Perketat Pengawasan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi ketat, industri penyelenggara pinjaman daring (Pindar) atau…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
8 jam lalu
Ilustrasi Pinjol
Ekonomi Bisnis

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp101,03 Triliun, Penunggak Terbanyak Gen Z-Milenial

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, utang masyarakat Indonesia di pinjaman daring (pindar)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
9 jam lalu
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
Ekonomi Bisnis

IMA Sentil Pemerintah, Tambang Minerba Jangan Disamakan dengan Migas

Industri pertambangan mineral dan batu bara (minerba) mendapat sorotan dari Indonesian Mining…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
9 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up