Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 8 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / BPS: Inflasi Aceh, Sumut, dan Sumbar Melonjak di Desember Imbas Banjir
Ekonomi Bisnis

BPS: Inflasi Aceh, Sumut, dan Sumbar Melonjak di Desember Imbas Banjir

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Januari 5, 2026 1:49 pm
Anisa Aulia
Dusep
Share
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini (Foto: Owrite/Anisa Aulia)
SHARE

Inflasi di tiga provinsi terdampak bencana banjir dan longsor yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) mengalami lonjakan pada Desember 2025. Naiknya inflasi di tiga wilayah itu dipicu oleh kenaikan harga komoditas utamanya pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengungkapkan, inflasi di Aceh pada Desember 2025 melonjak ke 3,60 persen secara month to month (mtm), dari November 2025 yang mengalami deflasi sebesar 8,67 persen.

Kemudian Sumatera Utara inflasi 1,66 persen dibanding bulan sebelumnya yang deflasi 0,42 persen, dan Sumatera Barat 1,48 persen dari sebelumnya deflasi 0,24 persen.

Untuk Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini mengalami inflasi di Desember setelah sebelumnya deflasi di November 2025. Ketiga provinsi ini termasuk dalam kelompok provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi,”

ujar Pudji dalam dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Senin, 5 Januari 2026.

Pudji menjelaskan, kenaikan inflasi di tiga wilayah itu disebabkan kenaikan harga komoditas akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.

Bila dirinci, inflasi Aceh pada Desember 2025 sebesar 3,60 persen utamanya disumbang oleh beras dengan andil 0,80 persen, bahan bakar rumah tangga dan minyak goreng 0,26 persen, telur ayam ras 0,24 persen, bawang merah 0,24 persen, serta nasi dengan lauk 0,15 persen.

Kemudian untuk Sumatera Utara andil inflasi disumbang oleh cabai rawit sebesar 0,41 persen, bawang merah 0,24 persen, kelapa 0,14 persen, daging ayam ras 0,13 persen, emas perhiasan 0,09 persen, dan kacang panjang 0,07 persen.

Lalu untuk Sumatera Barat andil inflasi berasal dari bawang merah 0,22 persen, cabai rawit 0,18 persen, beras 0,14 persen, daging ayam ras 0,10 persen, kangkung dan emas perhiasan sebesar 0,09 persen.

Penyumbang inflasi terbesar di ketiga wilayah tersebut seperti di Aceh yang utamanya didorong oleh kenaikan harga beras, Sumatera Utara didorong oleh kenaikan harga cabai rawit, serta inflasi di Sumatera Barat utamanya didorong oleh bawang merah,”

imbuhnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik mencatat Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,64 persen secara bulanan atau month to month (mtm), dan secara tahunan year on year (yoy) inflasi 2,92 persen. Secara bulanan Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 109,22 pada November 2025 menjadi 109,92 pada Desember 2025

Pada Desember 2025 terjadi inflasi sebesar 0,64 persen secara bulanan atau mtm,”

ujar Pudji.

Pudji menjelaskan, kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar berasal dari makanan minuman dan tembakau sebesar 1,66 persen, dengan andil inflasi 0,48 persen.

Adapun komoditas yang menjadi pendorong terbesar inflasi di Desember 2025 diantaranya cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, ikan segar, dan telur ayam ras.

Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok makanan minuman dan tembakau adalah cabai rawit dengan andil 0,17 persen, daging ayam ras dengan andil sebesar 0,09 persen, bawang merah dengan andil inflasi 0,07 persen, dan ikan segar 0,04 persen, serta telur ayam ras dengan andil inflasi sebesar 0,03 persen,”

jelasnya.

Tag:BanjirBPSharga cabaiinflasisumatera
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
TPST Bantargebang
Megapolitan

Bekasi Jadi Penghasil Gas Metana Terbesar Kedua di Dunia

Bekasi jadi sorotan setelah TPST Bantargebang tercatat sebagai salah satu tempat penghasil gas metana terbesar di dunia dari sektor tempat pembuangan sampah. Berdasarkan laporan kolaborasi NASA, Carbon Mapper, dan Institut…

By
Ani Ratnasari
Ivan
2 Min Read
Ilustrasi Uang Rupiah. (Sumber: Unsplash/Defrino Maasy)
Ekonomi Bisnis

Gegara Debt Collector Pinjol Teror Debitur, OJK Minta Perketat Pengawasan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi ketat, industri penyelenggara pinjaman daring (Pindar) atau Pinjol, termasuk penggunaan jasa debt collector atau pihak ketiga dalam proses penagihan. Hal ini dilakukan sejalan dengan kasus…

By
Anisa Aulia
Dusep
2 Min Read
Ilustrasi Pinjol
Ekonomi Bisnis

Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp101,03 Triliun, Penunggak Terbanyak Gen Z-Milenial

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, utang masyarakat Indonesia di pinjaman daring (pindar) alias pinjol mencapai Rp101,03 triliun per Maret 2026. Namun, angka ini masih diiringi kredit macet yang mencapai 4,52…

By
Anisa Aulia
Dusep
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira. (Sumber: IG @bhimayudhistira)
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Bhima: Jangan Senang Dulu, Ada Risiko Kurva Terbalik!

Rilis data pemerintah soal pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 yang mencapai…

owrite-adi-briantikadusep-malik
By
Adi Briantika
Dusep
14 menit lalu
Situasi Tambang Nikel di Indonesia. (Sumber: Yayasan Indonesia Cerah)
Ekonomi Bisnis

IMA Sentil Pemerintah, Tambang Minerba Jangan Disamakan dengan Migas

Industri pertambangan mineral dan batu bara (minerba) mendapat sorotan dari Indonesian Mining…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
4 jam lalu
Konglomerat Prajogo Pangestu. (Sumber: Barito Pasific)
Ekonomi Bisnis

Prajogo Pangestu Kembali Lepas Saham CUAN Rp467 Miliar

Konglomerat RI Prajogo Pangestu kembali melepas saham miliknya di PT Petrindo Jaya…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
4 jam lalu
Ilustrasi Uang Rupiah.
Ekonomi Bisnis

Utang Pemerintah Tembus Rp9.920,42 Triliun di Akhir Maret 2026, Masih Aman?

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan melaporkan, total utang…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
8 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up