Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 7 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Pengamat: Memang Pengangguran RI Turun, Tapi PHK dan Gaji Rendah Justru Menggila
Ekonomi Bisnis

Pengamat: Memang Pengangguran RI Turun, Tapi PHK dan Gaji Rendah Justru Menggila

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Februari 9, 2026 6:09 pm
Anisa Aulia
Dusep
Share
Ilustrasi Pekerja di PHK. (Sumber: Unsplash/Vitaly Gariev )
Ilustrasi Pekerja di PHK. (Sumber: Unsplash/Vitaly Gariev )
SHARE

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, angka pengangguran di Indonesia turun menjadi 7,35 juta orang per November 2025. Penurunan ini bila dibandingkan Agustus 2025 yang sebanyak 7,46 juta orang pengangguran.

Daftar isi Konten
  • Angka Turun Tapi Pasar Kerja Belum Pulih
  • Pasar Tenaga Kerja 2026 Diproyeksi Lesu
  • Dibalik Capaian Ketenagakerjaan Pemerintah

Bila dilihat data sepanjang tahun 2025, angka pengangguran November dibandingkan Februari 2025 masih naik. Sebab, pada Februari angka pengangguran sebanyak 7,28 juta orang.

Selama periode Agustus 2025 sampai November 2025 atau dengan kata lain, pada November 2025 terdapat 7,35 juta orang yang menganggur. Di mana angka ini setara pengangguran terbuka yang turun menjadi sebesar 4,74 persen,”

ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti dikutip Senin, 9 Februari 2026.

Angka Turun Tapi Pasar Kerja Belum Pulih

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman mengatakan jumlah pengangguran berkurang 510 ribu orang jika dibandingkan dengan November 2024 yang sebanyak 7,86 juta orang. Ia menilai, penurunan ini merupakan sinyal positif, namun belum menunjukkan pasar tenaga kerja sudah pulih.

Ini sinyal positif, tetapi belum menunjukkan pemulihan pasar kerja yang kuat,”

ujar Rizal kepada owrite.

Dia menjelaskan, hal itu karena penyerapan tenaga kerja masih didominasi oleh sektor informal sekitar 55–60 persen tenaga kerja, terutama perdagangan kecil, jasa personal, dan pekerjaan berbasis platform. Artinya, banyak orang bekerja namun dengan produktivitas dan pendapatan terbatas.

Karena itu penurunan pengangguran lebih mencerminkan stabilisasi sosial daripada ekspansi pekerjaan formal bernilai tambah tinggi, yang juga terlihat dari kenaikan upah riil dan konsumsi rumah tangga yang belum menguat signifikan,”

terangnya.

Pasar Tenaga Kerja 2026 Diproyeksi Lesu

Rizal mengatakan, untuk tahun ini diperkirakan akan terjadi risiko pembalikan. Pasalnya, sektor manufaktur sebagai penyerap pekerjaan berkualitas masih terbatas (±19 persen PDB), dan sebagian industri padat karya tertekan perlambatan global. Sementara itu, daya beli domestik masih melemah, yang tercermin dari perlambatan kredit konsumsi dan kontraksi pembiayaan kendaraan bermotor di akhir 2025.

Perusahaan cenderung menahan perekrutan dan mengurangi jam kerja sebelum PHK terjadi, sehingga pengangguran bisa tetap rendah tetapi kualitas pekerjaan menurun,”

katanya.

Senada dengan Rizal, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan penurunan pengangguran belum menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja telah pulih.

Belum, karena tadi ada data lainnya yang justru menunjukkan kebalikannya. Jika kita sandingkan data Februari 2024 juga masih lebih buruk kondisi saat ini,”

ujar Huda saat dihubungi owrite.

Dibalik Capaian Ketenagakerjaan Pemerintah

Huda menuturkan, secara agregat memang angka pengangguran mengalami penurunan, namun terdapat catatan menarik di balik capaian ketenagakerjaan pemerintah. Ia menjelaskan, data yang digunakannya adalah data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025.

Pertama secara tahunan, angka pertumbuhan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ada di angka 13,5 persen di tahun 2025, dibandingkan dengan PHK tahun 2024. Pertumbuhan ini mayoritas disumbang oleh industri manufaktur yang memang cukup tertekan sepanjang tahun 2025.

Kedua, Huda menerangkan bila mengacu pada BPS, sektor yang paling tajam menyumbang tambahan pekerjaan adalah sektor penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum. Sedangkan sektor akomodasi secara nilai tambah bruto (NTB) masih tertekan.

Maka sudah pasti sektor penyediaan makan minum adalah penyumbang yang dominan dengan program MBG-nya,”

katanya.

Ketiga, jika dilihat dari kondisi tenaga kerja, nilai median (nilai tengah) pekerja Indonesia sebesar Rp2.500.000. Jika dibandingkan dengan garis kemiskinan sebesar Rp3.053.269 per keluarga per bulan, maka median gaji buruh atau karyawan Indonesia masih di bawah garis kemiskinan. 

Maka, dalam satu keluarga, harus ada dua orang yang bekerja untuk bisa keluar dari garis kemiskinan. Ketika, kedua orang tua bekerja, maka ada tambahan kebutuhan baru, yaitu pengasuhan. Jadi saya rasa kondisi ketenagakerjaan kita masih belum keluar dari kata sejahtera,”

katanya.

Keempat Huda mengatakan, data dari Sakernas Agustus 2025 juga menunjukkan bahwa ketimpangan atau gini ratio pendapatan semakin melebar dibandingkan dengan Agustus 2024. Angka gini ratio pendapatan di Agustus 2025 adalah 0,46046, meningkat dari Agustus tahun 2024 yang sebesar 0,44559. 

Menurutnya, dengan adanya ketimpangan ini menunjukkan bukti bahwa sektor ketenagakerjaan belum memberikan kontribusi yang optimal terhadap pekerja.

Masih adanya ketimpangan yang cukup lebar ini merupakan bukti bahwa sektor ketenagakerjaan belum memberikan kontribusi yang optimal terhadap pekerja. Banyak pekerja yang berpendapatan di bawah batas garis kemiskinan. Di satu sisi, ada orang berpendapatan fantastis,”

katanya.

Adapun berdasarkan data, Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), sepanjang tahun 2025 terdapat 88.519 orang tenaga kerja ter-PHK.

Tenaga kerja ter-PHK paling banyak pada periode ini terdapat di Provinsi Jawa Barat yakni sekitar 21,26 persen dari total tenaga kerja terkena PHK yang dilaporkan.

Sementara pada periode Januari-Desember 2024 terdapat 77.965 orang tenaga kerja yang ter-PHK. Artinya, bila dibandingkan dengan tahun 2025, ada kenaikan jumlah pekerja yang di PHK.

Tag:BPSgini ratioKemenakerlapangan kerjaManufakturMBGpengangguranPHKSektor Informal
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi Cara Cek NPWP dengan NIK
Hype

4 Cara Cek NPWP dengan NIK Secara Online 2026, Mudah dan Praktis

Cara cek Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) kini bisa dilakukan secara online dengan mudah tanpa perlu langsung datang ke kantor pajak. Cara ini menjadi solusi…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read
Pramono Anung
Daerah

Pramono: Jumlah RW Kumuh di Jakarta Turun 52,58%

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa, jumlah Rukun Warga (RW) kategori kumuh di Jakarta mengalami penurunan hingga 52,58 persen. Hal ini disampaikannya langsung dalam konferensi pers bersama BPS di…

By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
2 Min Read
Sefruit

Bukan Malas Kerja, Ini Alasan Banyak Gen Z yang Quite Quitting

Quiet quitting bukan soal malas kerja atau resign diam-diam. Gen Z yang melakukannya tetap profesional — mereka hanya berhenti memberikan tenaga ekstra di luar jobdesk tanpa apresiasi. Ini soal batas,…

By
Salsabillah Irwanda
Syifa Fauziah
4 Min Read

BERITA LAINNYA

PHM Tuntaskan Rejuvenasi Lapangan Handil. (Sumber: Dok. PHI)
Ekonomi Bisnis

PHM Tuntaskan Rejuvenasi Lapangan Handil, Produksi Minyak Langsung Naik 5 Persen

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menuntaskan Program Handil Rejuvenation di Lapangan Handil,…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
4 jam lalu
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Mata Uang Garuda Masih Loyo, Gubernur BI Klaim Sudah Intervensi All Out Jaga Rupiah

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, akan totalitas alias all out…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
4 jam lalu
Gambar ilustrasi marketplace
Ekonomi Bisnis

Layanan Iklan Berbayar Tapi Jangkauan Organik Turun, Brand Ogah ‘Stay’ di Marketplace

Sejumlah merek kecantikan mengeluhkan tingginya potongan biaya dari platform e-commerce. Hal ini…

Ani RatnasariAmin Suciady
By
Ani Ratnasari
Amin Suciady
4 jam lalu
Komite Stabilitas Sistem Keuangan.
Ekonomi Bisnis

Dinamika Timur Tengah Picu Volatilitas, KSSK Mitigasi Risiko Lonjakan Harga Energi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan stabilitas sistem keuangan Indonesia pada kuartal…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up