Pemerintah akan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah usai libur Lebaran 2026. Pekerja di sektor industri alias pabrik dikecualikan dari kebijakan ini.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah sudah memutuskan mengenai kebijakan WFH, tetapi ia tidak bisa menjelaskan lebih jauh. Namun yang pasti kata Purbaya, WFH diwajibkan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dikecualikan untuk sektor industri.
Swasta saya nggak tau, yang jelas pabrik-pabrik yang itu nggak ikut (WFH). Swasta mungkin imbauan, pemerintah wajib,”
ujar Purbaya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026.
Adapun terkait kebijakan WFH dilakukan selain hari Jumat, Purbaya mengatakan bahwa pemilihan hari Jumat dikarenakan berdampak paling kecil ke produktivitas kerja.
Kalau diliburin kan yang dipilih yang berdampak paling kecil ke produktivitas kan. Jumat kan paling pendek jam kerjanya, jadi loss ke produktivitas dianggap paling kecil. Sementara perjalanannya sama dari sini ke kantor, kalau di sini kan pagi-pagi olahraga, setelah salat Jumat leyeh-leyeh pulang,”
jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede menilai WFH lebih efektif dilakukan pada hari Rabu bila tujuan utamanya untuk menghemat BBM.
Saya justru lebih cenderung memilih Rabu bila tujuan utamanya murni menghemat BBM. Alasannya, Rabu memotong mobilitas pada tengah pekan ketika perjalanan kerja biasanya masih penuh, sehingga penghematan lebih murni dan kemacetan juga lebih terasa turun,”
ujar Josua kepada owrite.
Memang kata Josua, Jumat lebih mudah diterima tetapi hari itu justru memiliki kebocoran yang lebih besar. Sebab, sebagian perjalanan kantor bisa berubah menjadi perjalanan belanja, rekreasi, atau luar kota yang menyambung ke Sabtu dan Minggu.
Jadi, bila pemerintah tetap memilih Jumat, hasilnya akan lebih baik bila disertai pembatasan rapat luar kantor, perjalanan dinas, dan kegiatan lain yang memicu perjalanan tambahan. Tanpa pengaman seperti itu, kebijakan bekerja dari rumah sekali sepekan cenderung lebih banyak menggeser konsumsi BBM daripada benar-benar menguranginya,”
imbuhnya.

