Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku, ada miskomunikasi antara ia dan anak buahnya terkait persetujuan pengadaan motor listrik yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Pembelian kendaraan ini dilakukan untuk menunjang operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal ini sekaligus mengklarifikasi pernyataan sebelumnya bahwa dia tidak pernah menyetujui permohonan pengajuan anggaran oleh BGN pada 2025.
Tahun lalu itu ada miskomunikasi kali dari anak buah saya ke saya, seingat saya, saya tanya sudah ditolak. Tapi ternyata sebagian sudah sempat lolos,”
ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
Purbaya juga menduga, pembelian motor listrik oleh BGN karena pengajuan dilakukan sebelum ia menduduki kursi Bendahara Negara.
Mungkin juga sudah diajukan sebelum saya jadi menteri, jadi saya nggak tahu. Tapi nanti kita lihat lagi ke depan, tapi yang jelas ke depan tidak ada lagi,”
katanya.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan pengadaan motor listrik merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025.
Ia menjelaskan, meskipun masuk dalam anggaran 2025, realisasi pengadaan secara administratif dan keuangan berlangsung pada tahun 2026. Hal ini disebabkan proses akhir anggaran yang telah melalui mekanisme resmi pemerintah.
Pada akhir tahun 2025, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah mengajukan SPM sehingga anggarannya masuk dalam RPATA atau Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran. Mekanisme ini sesuai PMK 84 Tahun 2025, di mana pembayaran dilakukan dalam dua tahap termin 1 atas terselesaikannya 60 persen unit dan termin 2 untuk penyelesaian hingga 100 persen unit,”
jelas Dadan.
Dadan mengatakan, hingga akhir masa pemberian kesempatan pada 20 Maret 2026, penyedia hanya sanggup menyelesaikan 85,01 persen atau sebanyak 21.801 unit dari 25.644 unit yang dikontrakkan.
Sisa dana yang telah ditampung dikembalikan ke kas negara dengan penihilan RPATA bersamaan dengan pembayaran tahap 2,”
ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak pernah menyetujui permohonan pengajuan anggaran oleh Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membeli motor di tahun 2025.
Purbaya mengatakan, dengan tidak disetujui pengajuan pengadaan di tahun lalu, maka seharusnya tidak ada pembelian motor di tahun ini.
Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer kalau nggak salah ditolak. Yang tahun ini saya nggak tahu, saya akan double check lagi, harusnya sama treatment-nya,”
ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan.
Purbaya menekankan, anggaran Program MBG seharusnya diutamakan untuk pengadaan makanan. Menurutnya, mitra MBG sudah mendapatkan keuntungan, sehingga bisa menyisihkan untuk mencicil motor.


