Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) buka suara, terkait ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dalam tiga bulan kedepan. Menurutnya, pekerja tidak perlu khawatir akan potensi PHK tersebut.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengatakan pihaknya belum melihat adanya ancaman gelombang PHK dalam waktu dekat. Sedangkan, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan dalam 3 bulan ke depan sebanyak 10 perusahaan terindikasi akan melakukan PHK.
PHK itu datanya dari mana hasil proyeksinya dari mana? Karena kalau kita bicara 2-3 bulan lagi akan terjadi maka mana datanya proyeksinya mana?”
ujar Indah di Jakarta dikutip Kamis, 16 April 2026.
Indah menuturkan, pihaknya selalu merangkul mitranya agar menjalankan menjalankan kewajibannya. Menurutnya, keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menaikkan Bahan Bakar Minyak (BBM) baik subsidi dan nonsubsidi merupakan langkah yang bagus.
Kebijakannya kan juga oke, ekonomi. Artinya tidak usah terlalu dikhawatirkan,”
terangnya.
Sebelumnya, Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan sebanyak 10 perusahaan terindikasi akan melakukan PHK. Sehingga, 9.000 buruh terancam dirumahkan.
Adapun 10 perusahaan itu merupakan anggota dari KSPI. Potensi PHK ini akan terjadi bila perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terus berlanjut.
Sekitar 10 perusahaan sudah menyampaikan informasi kalau perang Iran ini dengan Amerika-Israel berkepanjangan maka harga BBM industri akan melambung tinggi, karena kan tidak bersubsidi kan BBM industri itu,”
ujar Said saat dihubungi Owrite.id.


