Studi Center of Economic and Law Studies (Celios) mengungkapkan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) gagal menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Padahal, anggaran untuk Program MBG di tahun ini mencapai Rp335 triliun.
Peneliti Celios, Isnawati Hidayah dalam analisisnya, mengatakan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program MBG di daerah dengan presentase penduduk miskin tinggi semakin sedikit. Begitu juga jumlah dapur di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T.
Kedua grafik menunjukkan pola yang jelas: daerah dengan kerentanan tinggi justru memiliki sedikit dapur MBG, termasuk di kawasan 3T yang mengalami double disadvantage miskin, terpencil, dan tetap tidak diprioritaskan. Ini menegaskan adanya mis-targeting serius dalam program MBG, di mana distribusi tidak mengikuti kebutuhan,”
tulis laporan itu Rabu, 15 April 2026.
Isnawati menilai, kondisi tersebut semakin menimbulkan banyak pertanyaan mengingat anggaran program andalan Presiden Prabowo Subianto mencapai Rp335 triliun. Bahkan program ini tidak terkena efisiensi secara signifikan di tengah defisit, tekanan inflasi, dan potensi tekanan karena Super El Nino dan El Nino untuk masyarakat di sektor pertanian.






