Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani, mengatakan bahwa pemerintah membuka potensi untuk menyalurkan insentif fiskal pada perusahaan dengan tingkat penyerapan tenaga kerja yang tinggi.
Sebagai contoh, perusahaan di bidang energi terbarukan (renewable energy) yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah signifikan.
Misalnya investasi di renewable energy, penyerapan tenaga kerjanya tinggi, ya tentunya kita terbuka untuk memberikan insentif juga,”
kata Rosan dalam konferensi pers di kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta Selatan, Kamis, 24 April 2026.
Rosan menjelaskan, nantinya pemerintah tidak hanya mempertimbangkan nilai investasi sebagai dasar pemberian insentif. Contohnya, sebuah perusahaan kelapa di Morowali, Sulawesi Tengah, dengan nilai investasi sekitar US$100 juta.







