Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 30 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • MBG
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Koalisi SOS: Pangkas Lapisan Cukai Rokok Potensi Tambah Devisa Rp63 Triliun
Ekonomi Bisnis

Koalisi SOS: Pangkas Lapisan Cukai Rokok Potensi Tambah Devisa Rp63 Triliun

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
Last updated: April 30, 2026 8:54 pm
Anisa Aulia
Adi Briantika
Share
Diskusi Koalisi Save Our Surroundings soal Cukai Hasil Tembakau.
Diskusi Koalisi Save Our Surroundings soal Cukai Hasil Tembakau. (Sumber: CISDI)
SHARE

Koalisi Save Our Surroundings (SOS) menolak rencana Kementerian Keuangan untuk menambah layer atau lapisan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT). Kebijakan ini dinilai mencerminkan tata kelola fiskal yang tidak transparan dan rentan terhadap konflik kepentingan.

Health Economist Research Associate CISDI Zulfiqar Firdaus mengatakan struktur cukai rokok yang ada sekarang terlalu kompleks dan berlapis-lapis. Pemerintah perlu mengombinasikan kenaikan tarif cukai dengan penyederhanaan struktur lapisan cukai, untuk memaksimalkan manfaat fiskal sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dari dampak negatif produk tembakau. 

“Simulasi kami menunjukkan skenario terbaik adalah pengurangan lapisan cukai hasil tembakau dari 8 menjadi 6, diiringi kenaikan tarif Sigaret Kretek Tangan sebesar 20 persen dan Sigaret Kretek Mesin sebesar 10 persen,”

kata Zulfiqar dalam keterangannya Kamis, 30 April 2026.

Dalam dua tahun, kebijakan ini berpotensi menambah penerimaan cukai hingga Rp63 triliun, menurunkan prevalensi merokok sebanyak 1,6 persen, dan mencegah sekitar 292 ribu kematian dini akibat rokok.

Zulfiqar menjelaskan efektivitas cukai ditentukan oleh desain strukturnya. Tambahan lapisan cukai justru membuka celah masuknya rokok-rokok murah, tidak hanya yang dihasilkan produsen rokok ilegal, namun juga yang legal dan semakin mudah dijangkau masyarakat. 

“Kementerian Keuangan seharusnya memilih penyederhanaan lapisan cukai. Kebijakan cukai harus kembali pada tujuannya, yaitu melindungi kesehatan publik dan menciptakan keadilan fiskal, bukan menjadi kompromi atas praktik ilegal,” .

jelas dia

Ia juga menyoroti pengusutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam dugaan kasus suap rokok ilegal oleh petinggi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Koalisi menilai kebijakan ini mencerminkan tata kelola fiskal yang tidak transparan dan rentan terhadap konflik kepentingan.

Sementara itu, peneliti dari Seknas FITRA Gurnadi Ridwan menegaskan kebijakan ini tidak bisa dilepaskan dari sempitnya ruang fiskal pemerintah saat ini. 

“Penambahan lapisan menunjukkan pergeseran tujuan kebijakan. Cukai yang seharusnya menjadi instrumen pengendalian konsumsi justru diarahkan menjadi alat penyesuaian fiskal yang mengakomodasi pasar ilegal,”

ucap Gurnadi.

Penambahan lapisan cukai berpotensi memperluas segmen rokok murah dan akan menekan penerimaan negara. Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ini, praktik downtrading telah membuat target CHT tidak tercapai.

“Dalam beberapa tahun terakhir, praktik downtrading membuat target capaian cukai hasil tembakau tidak tercapai. Bahkan, ketika tidak ada kenaikan tarif, penerimaan turun dari Rp216 triliun pada 2024 menjadi Rp211 triliun tahun lalu,”

jelas dia.

Gurnadi berpendapat pendekatan pemerintah cenderung kompromistis terhadap produsen rokok ilegal. Penambahan lapisan cukai bukan didorong oleh ketidakmampuan pelaku membayar tarif yang sudah ada, melainkan upaya untuk menjaga keuntungan melalui dorongan terhadap tarif yang lebih murah.

Sedangkan dari perspektif tata kelola, Indonesia Corruption Watch (ICW) beranggapan kebijakan ini bermasalah lantaran tidak menyentuh persoalan mendasar yaitu lemahnya proses pengawasan dan penegakan hukum. 

Peneliti ICW Seira Tamara menyatakan tanpa adanya perbaikan pada dua aspek tadi, penambahan lapisan CHT dengan tarif yang lebih murah hanya menimbulkan celah korupsi baru.

“Alih-alih mendorong produsen rokok ilegal menjadi legal, penambahan layer cukai hasil tembakau baru dengan tarif yang lebih murah justru rawan memberi celah praktik korupsi baru lewat manipulasi penentuan klasifikasi yang semakin menjauhkan wacana ini dari target yang ingin dicapai,”

ujar Seira.

Maka, Koalisi SOS mendesak Kementerian Keuangan untuk segera menghentikan pembahasan penambahan lapisan cukai baru dan mereformasi kebijakan CHT melalui penyederhanaan lapisan cukai. 

Koalisi juga menuntut KPK menuntaskan pengusutan kasus dugaan suap rokok ilegal, serta mendorong penguatan penegakan hukum yang cepat, independen, dan transparan. Pada saat yang sama, kebijakan fiskal harus tetap berorientasi pada perlindungan masyarakat dengan melibatkan pakar dan organisasi kesehatan secara bermakna.

Tag:cukaiCukai Hasil TembakaufiskalKemenkeuKoalisi Save Our Surroundingstembakau
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Pertandingan antara Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Persib Bandung di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung
Olahraga

Hasil Pertandingan BRI Super League 2025/2026 Hari Ini: Persib Mengamuk, Persita Curi Poin

Persib Bandung sukses meraih kemenangan dramatis atas Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-30. Bertanding di Stadion Sumpah Pemuda pada Kamis, 30 April 2026, laga berlangsung…

By
Hadi Febriansyah
Syifa Fauziah
4 Min Read
Jubir KPK, Budi Prasetyo
Nasional

MK Kabulkan Uji Materi UU KPK: Pimpinan Tak Perlu Mundur, Cukup Nonaktif dari Jabatan Asal

Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian gugatan Nomor 70/PUU-XXIV/2026 Pasal 29 huruf i dan huruf j UU 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK). Hakim menyatakan…

By
Rahmat
Adi Briantika
3 Min Read
Dr Suko Widodo Drs MSi, Dosen Ilmu Komunikasi UNAIR
Nasional

Pengamat: Pernyataan Tanpa Data Berisiko Turunkan Kepercayaan Publik

Pernyataan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi terkait usulan pemindahan posisi gerbong khusus perempuan di Kereta Commuter Line (KRL) menuai kritik publik. Menanggapi polemik tersebut, pengamat komunikasi…

By
Ani Ratnasari
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Foto udara pabrik minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) milik PT Karya Tanah Subur (KTS) sedang beroperasi Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Rabu (22/4/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor CPO dan turunannya pada Januari-Februari 2026 mencapai 4,69 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau melonjak 26,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,71 miliar dolar AS yang menunjukkan permintaan di pasar internasional terhadap produk berbasis sawit Indonesia masih sangat kuat.
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Prediksi Program B50 Hemat Devisa Negara Rp139,8 Triliun pada 2026

Pemerintah memprediksi program bahan bakar campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak nabati seperti minyak sawit…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
3 jam lalu
Kantor PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). (Sumber: Dok. Unilever)
Ekonomi Bisnis

Laba Bersih Unilever di Kuartal I-2026 Capai Rp1,3 Triliun, Sinyal Kebangkitan?

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan, pertumbuhan laba bersih dari operasi sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
Pekerja di PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE). (Sumber: Dok. WEGE)
Ekonomi Bisnis

Industri Lagi Berat, Pendapatan WEGE Hanya Raup Rp213,62 Miliar di Kuartal I-2026

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatat pendapatan sebesar Rp213,62 miliar…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
3 jam lalu
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

DJP Perpanjang Masa Pelaporan SPT PPh Badan hingga 31 Mei 2026, Ini Alasannya

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memperpanjang, masa pelaporan dan pembayaran…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up