Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 12 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / LPG 3 Kg Disingkirkan, Rakyat Dipaksa Telan CNG Impor AS: Kebijakan Energi atau Titipan Dagang?
Ekonomi Bisnis

LPG 3 Kg Disingkirkan, Rakyat Dipaksa Telan CNG Impor AS: Kebijakan Energi atau Titipan Dagang?

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: Mei 6, 2026 10:03 am
Iren Natania
Amin Suciady
Share
Petugas menimbang berat tabung berisi gas elpiji 3 kg saat melakukan sidak di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026). Bupati Lumajang melakukan sidak ke sejumlah titik dan menutup satu pangkalan elpiji yang diduga melakukan penimbunan sebagai upaya penertiban distribusi serta mengatasi kelangkaan elpiji subsidi yang berdampak pada kenaikan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). (ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya)
Petugas menimbang berat tabung berisi gas elpiji 3 kg saat melakukan sidak di Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026). Bupati Lumajang melakukan sidak ke sejumlah titik dan menutup satu pangkalan elpiji yang diduga melakukan penimbunan sebagai upaya penertiban distribusi serta mengatasi kelangkaan elpiji subsidi yang berdampak pada kenaikan harga di atas harga eceran tertinggi (HET). ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
SHARE

Kebijakan pemerintah untuk mengkonversi gas LPG 3 kilogram (kg) dengan compressed natural gas (CNG) menuai kritik dari pakar energi.

Menurut pakar tambang dan energi Ferdi Hasiman, kebijakan tersebut memiliki keterkaitan dengan kebijakan tarif resiprokal, yang mendorong Indonesia untuk menyesuaikan arah kerja sama energi.

Ferdi menilai, langkah Indonesia dalam menyesuaikan kebijakan ini tidak 100 persen menggunakan sumber daya di dalam negeri, melainkan mengambil pasokan CNG dari Amerika Serikat. Terlebih, hal tersebut bukan semata keputusan teknis, melainkan juga bagian dari konsekuensi hubungan dagang kedua negara.

Ini kan bagian dari kesepakatan. Mau tidak mau kita ambil dari Amerika, karena ada perjanjian yang berkaitan dengan tarif itu,”

kata Ferdi pada owrite, Rabu, 6 Mei 2026.

Menurutnya, dalam situasi global yang memanas, posisi Indonesia menjadi cukup terbatas. Kesepakatan dagang yang melibatkan energi membuat ruang gerak pemerintah tidak sepenuhnya fleksibel, terutama ketika harus menjaga stabilitas hubungan bilateral.

Ferdi juga menyoroti bahwa dorongan untuk mengimpor dari Amerika Serikat tidak selalu sejalan dengan kepentingan nasional. Selain jarak yang jauh, biaya logistik yang tinggi justru berpotensi membebani neraca perdagangan.

Secara ekonomi belum tentu paling efisien, tapi karena sudah masuk dalam kesepakatan, kita jadi harus mengikuti,”

ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi ini menunjukkan bahwa kebijakan energi tidak bisa dilepaskan dari kepentingan politik dan perdagangan internasional.

Dalam beberapa kasus, keputusan yang diambil bukan hanya soal kebutuhan domestik, tetapi juga bagian dari strategi diplomasi ekonomi.

Meski demikian, Ferdi mengingatkan agar pemerintah tetap mengedepankan kepentingan jangka panjang nasional. Ketergantungan pada impor energi justruberisiko memperbesar defisit dan menekan stabilitas ekonomi, termasuk nilai tukar rupiah.

Jangan sampai kebijakan seperti ini justru merugikan dalam jangka panjang. Harus ada keseimbangan antara kepentingan dagang dan kepentingan nasional,”

tegasnya.
Tag:Amerika Serikatcompressed natural gasgasHeadlineLPG
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Swiss-Belresidences Kalibata
Hype

Kini Bisa Check-in Fleksibel, Hotel di Jakarta Tawarkan Menginap 24 Jam

Swiss-Belresidences Kalibata resmi menghadirkan program terbaru yaitu “24Hours Stay”, sebuah konsep menginap fleksibel yang memungkinkan tamu menikmati kamar selama 24 jam penuh sejak waktu check-in.  Program ini dihadirkan sebagai jawaban…

By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
2 Min Read
Petugas mengisi avtur ke pesawat Boeing 777-31H(ER) dengan nomor penerbangan SV5103 milik maskapai penerbangan Saudia di Bandara Internasional Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang
Internasional

Krisis Avtur: Maskapai Eropa Batalkan 13 Ribu Penerbangan di Bulan Mei

Krisis bahan bakar pesawat membuat banyak maskapai penerbangan Eropa mulai membatalkan ribuan penerbangan pada Mei 2026. Kondisi ini terjadi setelah konflik Iran memicu lonjakan harga bahan bakar jet hingga ke…

By
Ani Ratnasari
Ivan
4 Min Read
Hewan kurban
Cari Tahu

Apa Hukum Patungan Kurban di Sekolah, Apakah Sah sebagai Ibadah Kurban?

Memasuki bulan Dzulhijjah 1447 HIjriah, tradisi patungan untuk membeli hewan kurban kerap dilakukan di berbagai lingkungan, termasuk sekolah. Biasanya pihak sekolah mengkoordinasikan para siswa untuk mengumpulkan dana agar dapat membeli…

By
Ani Ratnasari
Syifa Fauziah
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Gambar ilustrasi pertumbuhan ekonomi
Ekonomi Bisnis

Tak Ada Lebaran, Ekonom Mandiri Ramal Ekonomi Kuartal II-2026 Bakal Melambat

Head of Macroeconomics and Financial Market Research Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina…

Nisa-OWRITEAmin Suciady
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
4 jam lalu
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan temuan Gas di Kaltim. (Sumber: Owrite/Iren Natania)
Ekonomi Bisnis

Gegara Komplain Pelaku Usaha, Bahlil ‘Tahan’ Rencana Pengenaan Bea Keluar Nikel

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan menunda rencana…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
4 jam lalu
Gedung Federal Reserve. (Sumber: The Fed)
Ekonomi Bisnis

Ruang Penurunan Suku Bunga The Fed Menyempit, BI Rate Tetap 4,75%

Tim Ekonom Bank Mandiri memproyeksikan, Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
5 jam lalu
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat membahas soal BBM Nonsubsidi yang naik. (Sumber: Owrite/Iren Natania)
Ekonomi Bisnis

RI Berencana Jadi ‘Tangki Minyak’ ASEAN, Bahlil: Kita yang Supply Asia Tenggara

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Indonesia…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
5 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up