Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 6 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Dibalik Pertumbuhan 5,61%, Ekonom: Belum Merata dan Ada “Alarm” untuk Ekonomi RI
Ekonomi Bisnis

Dibalik Pertumbuhan 5,61%, Ekonom: Belum Merata dan Ada “Alarm” untuk Ekonomi RI

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Mei 6, 2026 5:03 pm
Anisa Aulia
Dusep
Share
Dedung-gedung di Jakarta, Indonesia. (Sumber: Unsplash/ Afif Ramdhasuma)
Dedung-gedung di Jakarta, Indonesia. (Sumber: Unsplash/ Afif Ramdhasuma)
SHARE

Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh sebesar 5,61 persen secara year on year (yoy). Namun, besarnya pertumbuhan ekonomi ini belum sepenuhnya mencerminkan penguatan ekonomi yang merata di lapangan. 

Daftar isi Konten
  • Kontribusi MBG dan KDMP Terbatas 
  • Risiko Fiskal Mengkhawatirkan

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman mengatakan pertumbuhan ekonomi pada tiga bulan pertama 2026 masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 sebesar 5,61 persen yoy memang terlihat kuat secara angka, tetapi jika dilihat lebih dalam, kondisinya belum sepenuhnya mencerminkan penguatan ekonomi yang merata di lapangan,”

ujar Rizal saat dihubungi Owrite.id Rabu, 6 Mei 2026.

Rizal menuturkan, konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh sebesar 5,52 persen, dan lonjakan belanja pemerintah sekitar 21,8 persen secara yoy. Sedangkan tekanan terhadap daya beli, pelemahan rupiah, dan perlambatan sektor manufaktur dinilai masih terjadi. 

Artinya, pertumbuhan yang tinggi ini lebih banyak didorong faktor musiman seperti Lebaran, stimulus pemerintah, dan percepatan belanja negara, sehingga sifatnya cenderung sementara (temporary boost), bukan akselerasi struktural yang benar-benar kuat,”

jelasnya.

Kontribusi MBG dan KDMP Terbatas 

Adapun sejumlah program strategis Pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026. Kontribusinya disumbang melalui konsumsi pemerintah, distribusi pangan, dan aktivitas ekonomi lokal. 

Namun, secara riil kontribusinya terhadap total pertumbuhan ekonomi masih relatif terbatas dibanding sektor produktif utama seperti konsumsi rumah tangga, industri pengolahan, perdagangan, dan investasi (PMTB) yang tumbuh 5,96 persen,”

jelasnya.

Rizal menilai, kontribusi Program MBG dan KDMP hanya berfungsi sebagai stimulus jangka pendek, dan penyangga sosial dibanding motor utama pertumbuhan.

Tantangannya adalah memastikan program tersebut tidak hanya mendorong belanja, tetapi juga menciptakan multiplier effect yang lebih besar terhadap produksi domestik, lapangan kerja, dan produktivitas ekonomi dalam jangka panjang,”

katanya.

Risiko Fiskal Mengkhawatirkan

Sementara itu, Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), Ronny P. Sasmita mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 utamanya ditopang oleh konsumsi rumah tangga, momentum Ramadan dan Idul Fitri, serta lonjakan belanja pemerintah. 

Ronny menyoroti, defisit APBN per Maret 2026 yang tercatat mencapai Rp240,1 triliun atau setara dengan 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ia menilai, ketimpangan antara pertumbuhan belanja 31,4 persen, dan pertumbuhan pendapatan negara yang hanya 10,5 persen yoy menciptakan risiko fiskal yang mengkhawatirkan.

Ronny mengatakan, program MBG telah menyerap Rp70,2 triliun untuk 61,96 juta penerima manfaat, menjadi kontributor utama dalam lonjakan belanja ini. Menurutnya, MBG hanya akan menciptakan multiplier effect rendah dibandingkan belanja lainnya.

Dari perspektif ekonomi makro, belanja pemerintah yang bersifat konsumtif memiliki multiplier effect yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan belanja modal atau investasi infrastruktur,”

katanya.
Tag:APBNbelanja pemerintahKonsumsi Rumah TanggaKoperasi Desa Merah PutihMBGPertumbuhan Ekonomi
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Penampakan kaos putih milik Andrie Yunus usai terkena cairan kimia.
Hukum

Begini Cerita Mengerikan Saksi soal Peristiwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Salah seorang saksi bernama Hidayat menceritakan kondisi Wakil Koordinator KontaS, Andrie Yunus setelah disiram oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada 12 Maret 2026 lalu. Hal tersebut…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Kendaraan road train PT Sanggar Sarana Baja (SSB). (Sumber: Dok. SSB)
Ekonomi Bisnis

Produk Lokal “Naik Kelas”, Road Train SSB Kuasai Pasar Tambang Internasional

Inovasi kendaraan tambang buatan dalam negeri kembali mencuri perhatian global. PT Sanggar Sarana Baja (SSB), anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM), berhasil mengembangkan road train yang kini diakui sebagai…

By
Dusep
3 Min Read
Oditur Militer menunjukkan barang bukti berupa pakaian yang digunakan korban pada sidang lanjutan kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Sidang tersebut beragendakan mendengar keterangan delapan orang saksi yaitu lima orang anggota TNI dan tiga orang warga sipil yang dihadirkan Oditur Militer.
Hukum

Sidang Andrie Yunus: Hakim Geram Oditur Sentuh Bukti Cuma Pakai Tisu

Majelis Hakim Pengadilan Militer II-08 menegur oditur karena dianggap tidak profesional ketika menampilkan barang bukti pada sidang penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Awalnya, oditur menunjukkan sejumlah barang bukti yang…

By
Rahmat
Adi Briantika
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Demi Perkuat Rupiah, Purbaya Bakal Terbitkan Panda Bond Bulan Depan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana, menerbitkan obligasi global, yakni panda bond…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
55 menit lalu
Karyawan menunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.394 per dolar AS, yang dipengaruhi eskalasi di Timur Tengah yang semakin memanas.
Ekonomi Bisnis

Kurs Rupiah Jebol Rp17.400, Ancaman Nyata Krismon atau Sekadar Sentimen?

Nilai tukar rupiah belakangan ini terus berdarah-darah melawan dolar Amerika Serikat (AS),…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
2 jam lalu
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia melantik 19 pejabat di Kementerian ESDM. (Sumber: Humas ESDM)
Ekonomi Bisnis

Bahlil Lantik 19 Pejabat Tinggi ESDM, Ini Daftarnya

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, resmi melantik 19…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
3 jam lalu
Ilustrasi kegiatan Pertamina eksplorasi, pengeboran, dan produksi migas lepas pantai
Ekonomi Bisnis

Pelemahan Rupiah Tak Selalu Jadi Berkah untuk Penerimaan Energi, Begini Faktanya

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sering dianggap sebagai…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up