Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 18 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Kurs Rupiah Jebol Rp17.400, Ancaman Nyata Krismon atau Sekadar Sentimen?
Ekonomi Bisnis

Kurs Rupiah Jebol Rp17.400, Ancaman Nyata Krismon atau Sekadar Sentimen?

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Mei 6, 2026 3:47 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Karyawan menunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.394 per dolar AS, yang dipengaruhi eskalasi di Timur Tengah yang semakin memanas.
Karyawan menunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.394 per dolar AS, yang dipengaruhi eskalasi di Timur Tengah yang semakin memanas. (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hma)
SHARE

Nilai tukar rupiah belakangan ini terus berdarah-darah melawan dolar Amerika Serikat (AS), hingga melemah ke level Rp17.400 per dolar AS. Kondisi ini pun memantik kekhawatiran terhadap kemungkinan terulangnya krisis moneter (krismon) di tahun 1998.

Daftar isi Konten
  • Biang Kerok Rupiah Amblas
  • Intervensi Belum Ampuh

Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto menilai meski rupiah akhir-akhir ini mengalami pelemahan, namun RI belum akan masuk dalam situasi krisis moneter. Pasalnya, permintaan domestik yang tercermin dari inflasi masih dalam kondisi baik.

Kalau untuk situasinya krisis moneter saya rasa belum, kecuali demand domestik itu menurun akibat adanya pelemahan rupiah. Tapi kan sejauh ini kan pemerintah sudah jaga supaya dampak imported inflation itu minim,”

ujar Myrdal saat dihubungi Owrite.id Rabu, 6 Mei 2026.

Myrdal mengatakan, data terbaru April 2026 menunjukkan bahwa inflasi masih rendah sebesar 0,13 persen secara month to month (mtm), dan 2,42 persen secara year on year (yoy).

Jadi belum kelihatan untuk dampak imported inflation terhadap daya beli konsumen ataupun juga dampak inflasi,”

terangnya.

Selain itu, Myrdal menilai neraca perdagangan masih melebar, tercatat RI masih surplus sebesar US$3,32 miliar dari yang sebelumnya US$1,27 miliar. Surplus ini terjadi di tengah kondisi harga minyak dunia naik melebihi US$90 per barel. 

Biang Kerok Rupiah Amblas

Myrdal mengungkapkan, ada sejumlah penyebab yang membuat nilai tukar rupiah melemah, hal ini diantaranya karena hot money outflow atau aliran keluar dana asing di pasar saham dan surat utang negara. Kemudian tingginya permintaan valas untuk membayar utang luar negeri. 

Ataupun juga biaya untuk bayar yield untuk investor global di pasar surat utang negara kita. Karena kan yield-nya semakin tinggi, ya mereka juga bayarnya juga kelihatannya ini lebih tinggi juga ya,”

terangnya.

Myrdal menuturkan, meski Bank Indonesia (BI) sudah berusaha menyerap likuiditas valas dengan melakukan operasional moneter seperti lelang Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Sukuk Valuta Asing Bank Indonesia (SUVBI). Namun, langkah itu belum bisa menampung likuiditas valas utamanya dari luar.

Ia menjelaskan, hot money outflow di pasar saham pada periode Maret-April 2025 tercatat mencapai US$2,37 miliar. Sedangkan kepemilikan Surat Utang Negara (SUN) dari investor asing tercatat turun, dari Rp875,36 triliun di akhir Februari menjadi Rp858,66 triliun pada 24 April 2026.

Jadi memang outflow-nya terjadi ya di pasar keuangan kita, dan kelihatannya ini masih terus terjadi nih sampai sekarang nih. Walaupun ya kemarin kita lihat di pasar saham ternyata ada inflow masuk di pasar saham itu dari investor asing sekitar US$110,4 juta,”

terangnya.

Selain itu, Myrdal menyebut pelemahan rupiah akhir-akhir ini juga disebabkan oleh kebutuhan musiman. Hal ini diantaranya pembayaran dividen hingga musim haji.

Jadi yang memang tekanan di pasar keuangan ini kelihatannya kuat ya. Ditambah lagi ada faktor musiman dividen, lalu juga pembayaran utang luar negeri yang semakin mahal belum lagi impor minyak juga kelihatannya bulan April ini mulai naik ya,”

terangnya.

Intervensi Belum Ampuh

Myrdal menilai, langkah intervensi stabilisasi rupiah yang dilakukan BI harus lebih masif lagi. Hal ini penting dilakukan agar pelemahan rupiah tidak semakin tahan.

Kalau untuk intervensi BI ya saya rasa sih harusnya lebih masif lagi ya. Untuk masuk di pasar DNDF ataupun juga di pasar sport ataupun juga pasar swap ya, ataupun pasar sekundernya sebuah utang negara,”

terangnya.

Myrdal menilai, Bank Indonesia masih memiliki ruang untuk melakukan intervensi secara all out dengan modal sekitar US$20 miliar.

Dan itu kan kalau kita lihat dari cadangan devisa kita juga sebenarnya masih relatif aman ya karena cadangan devisa kita pada bulan Maret itu sekitar US$148,2 miliar,”

tuturnya.

Myrdal menyebut, Indonesia saat ini membutuhkan supply valas yang lebih besar. Untuk itu, pemerintah perlu memastikan hubungan dagang, dengan negara mitra dagang utama tidak terganggu karena tingginya tensi geopolitik.

Jadi mitra dagang di ASEAN, Asia Timur ataupun juga Asia Selatan, maupun juga di Amerika dan juga Uni Eropa itu jangan sampai terganggu ya pengiriman kita ya,”

terangnya.

Di samping itu, pemerintah perlu mendorong ekspor produk hilirisasi. Sehingga diharapkan, surplus neraca perdagangan bisa dijaga sebagai amunisi moneter bagi BI untuk melakukan intervensi hingga stabilisasi nilai tukar.

Pemerintah bisa mencari ataupun mendapatkan likuiditas valas, ya mereka sebenarnya bisa dorong itu sektor pariwisata. Sektor pariwisata kalau di dorong lebih serius lebih kuat harusnya bisa mendatangkan devisa lebih banyak,”

imbuhnya.
Tag:Bank IndonesiadolarKrisis MoneterNeraca PerdaganganNilai TukarRupiah
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”
By Ani Ratnasari
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
1
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Sinyal Hubungan Kertanegara-Solo Baik-Baik Saja?
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).
2
BEM UI Demo, Bawa 8 Tuntutan “Merebut Kemerdekaan”
By Rahmat Baihaqi
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan.
3
Guru Honorer Lijan Sinaga Jadi Terdakwa: JPPI Sorot Garis Batas Disiplin dan Martabat Siswa
By Syifa Fauziah
Ilustrasi guru jadi terdakwa.
4
Praperadilan Febrie Adriansyah Dimulai: Prosedur Penetapan Tersangka Masuk Ruang Uji
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah (tengah) dan Firman Wijaya (kiri) menyampaikan keterangan pers di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Helikopter Presiden Prabowo di Kawasan Istana Negara IKN (sumber: Instagram @basukihadimuljono)
Ekonomi Bisnis

Nasib Warisan Jokowi, Prabowo Cuma Kasih Anggaran IKN Rp6,7 Triliun pada 2027

Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran untuk Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Petugas kebersihan membersihkan kaca ruang Pusat Pelayanan Terpadu Badan Gizi Nasional (BGN) di kantor BGN Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Muhammad Adimaja/wsj)
Ekonomi Bisnis

10 K/L Dapat Anggaran Jumbo di 2027, BGN Urutan Pertama Disusul Kemenhan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengalokasikan anggaran belanja Kementerian Lembaga (K/L) sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Ilustrasi Motor Listrik
Ekonomi Bisnis

Airlangga Buka-bukaan Soal Insentif 1 Juta Motor Listrik, Begini Perkembangan Barunya

Presiden Prabowo Subianto akan memberikan insentif kepada perusahaan yang mampu memproduksi 1…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Ilustrasi industri nikel. (Sumber: Unsplash/Morteza Mohammadi)
Ekonomi Bisnis

APNI Klaim Bursa Mineral Bisa Persempit Praktik Underinvoicing Sektor Pertambangan

Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menilai pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up