Research Octane Number (RON) merupakan hal penting yang mengindikasi kualitas dan kemampuan bahan bakar untuk menahan ketukan (knocking) pada mesin kendaraan.
Perbedaan RON bahan bakar minyak (BBM) tidak hanya memengaruhi performa mesin, namun juga berdampak pada efisiensi pembakaran dan emisi gas buang yang dihasilkan.
Di Indonesia, baik SPBU milik negara atau PT Pertamina (Persero) maupun SPBU swasta, semuanya menyediakan berbagai jenis bahan bakar dengan nilai RON yang bervariasi.
Pentingnya Memahami Nilai RON pada Kendaraan
Pemahaman mengenai RON bensin menjadi hal penting, karena langsung berkaitan dengan rasio kompresi mesin kendaraan. Mesin dengan rasio kompresi yang lebih tinggi, biasanya membutuhkan bahan bakar dengan nilai RON yang lebih tinggi pula untuk mencegah terjadinya ketukan prematur yang dapat merusak komponen mesin.
Melansir dari berbagai sumber, Sabtu, 9 Mei 2026, ketukan terjadi ketika bahan bakar terbakar secara tidak terkontrol sebelum waktu pembakaran yang semestinya, lalu menghasilkan gelombang tekanan yang dapat merusak piston, klep, dan dinding ruang bakar jika terjadi secara terus-menerus dalam jangka panjang.
Lebih jauh, nilai RON pada bensin tidak serta-merta berkaitan dengan peningkatan tenaga mesin, melainkan pada optimalisasi proses pembakaran sesuai dengan desain dan spesifikasi teknis kendaraan. Penggunaan bahan bakar dengan nilai RON yang terlalu rendah juga dapat memicu ketukan yang merusak komponen mesin.
Sementara penggunaan bahan bakar dengan nilai RON yang lebih tinggi dari kebutuhan tidak membahayakan mesin, tetapi juga tidak memberikan peningkatan performa signifikan dalam mesin berkompresi rendah.

Perbedaan RON 90, 92, 95, dan 98
Berikut perbedaan masing-masing nilai RON pada bensin:
1. RON 90
Bahan bakar RON 90 cocok untuk kendaraan dengan rasio kompresi mesin 9:1 hingga 10:1. Kualitas bensin ini merupakan pilihan ekonomis dengan harga terjangkau.
2. RON 92
Memiliki kualitas pembakaran lebih baik dibanding RON 90. Cocok untuk kendaraan dengan rasio kompresi 10:1 hingga 11:1. RON jenis ini pun mampu membersihkan residu karbon dalam mesin dan berwarna biru terang.
3. RON 95
Jenis RON tersebut mengandung campuran bioetanol yang membantu mengurangi emisi dan meningkatkan efisiensi pembakaran. Ideal untuk mobil dengan rasio kompresi 11:1 hingga 12:1, menghasilkan emisi gas buang yang lebih rendah.
4. RON 98
Bahan bakar jenis RON tertinggi ini cocok digunakan pada kendaraan berperforma tinggi dengan rasio kompresi di atas 12:1. Menawarkan pembakaran paling optimal dan responsivitas mesin terbaik.
Salah Pilih RON Bisa Bikin BBM Lebih Boros
Sebagai informasi, nilai RON bensin yang tepat berkontribusi terhadap efisiensi konsumsi bahan bakar kendaraan. Pembakaran yang lebih sempurna berarti energi dalam bahan bakar dimanfaatkan secara lebih efektif, menghasilkan jarak tempuh yang lebih jauh untuk setiap liter bahan bakar yang digunakan.
Sementara kendaraan yang menggunakan bahan bakar dengan nilai RON terlalu rendah cenderung mengalami ketukan mesin yang tidak hanya berpotensi merusak komponen mesin, tetapi juga menurunkan efisiensi pembakaran, menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dan performa mesin yang tidak optimal.


