Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 6 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Piala Dunia 2026
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Ekonom Proyeksi BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Demi Rupiah, Ini Alasannya
Ekonomi Bisnis

Ekonom Proyeksi BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Demi Rupiah, Ini Alasannya

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Mei 20, 2026 8:56 am
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Gedung Bank Indonesia.
Gedung Bank Indonesia. (Sumber: Dok. BI)
SHARE

Sejumlah ekonom memproyeksikan, Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis point (bps), pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini Rabu, 20 Mei 2026. Keputusan ini harus diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Daftar isi Konten
  • Gunakan Cadev Jaga Rupiah
  • Tak Mungkin Turun
  • Bukan Obat Mujarab
  • Bakal Perlambat Pertumbuhan Kredit

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, BI perlu mempertimbagkan menaikkan suku bunga acuan karena nilai tukar rupiah sudah menyentuh level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut saya, peluang paling besar untuk RDG BI sudah bergeser dari sekadar mempertahankan suku bunga menjadi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke 5,00 persen,”

ujar Josua saat dihubungi Owrite.id Rabu, 20 Mei 2026.
Baca juga:
Rupiah Anjlok Lagi dan Tembus Rp17.996 per Dolar AS, Investor… Nilai tukar rupiah anjlok pada Senin pagi, 6 Juli 2026. Rupiah diperdagangkan…
Investor Mulai Optimistis? Rupiah dan IHSG Kompak Ditutup di Zona… Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat…
Harga Emas Hari Ini 3 Juli 2026: Antam dan Global… Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Jumat, 3 Juli…
  • Rupiah Anjlok Lagi dan Tembus Rp17.996 per Dolar AS, Investor Khawatir Cadev…
  • Investor Mulai Optimistis? Rupiah dan IHSG Kompak Ditutup di Zona Hijau
  • Harga Emas Hari Ini 3 Juli 2026: Antam dan Global Kompak Berkilau

Gunakan Cadev Jaga Rupiah

Josua menuturkan, untuk menahan pelemahan rupiah BI sudah menggunakan lebih dari US$10 miliar cadangan devisa dalam empat bulan terakhir. Sehingga, kenaikan BI Rate merupakan pilihan tepat untuk meredakan pelemahan rupiah.

Josua menekankan, argumen utama untuk menaikkan suku bunga bukan karena inflasi saat ini tinggi, melainkan karena risiko nilai tukar sudah terlalu besar. 

Inflasi April 2026 memang turun ke 2,42 persen dan masih berada dalam sasaran BI, tetapi tekanan rupiah berisiko masuk ke harga barang impor, energi, bahan baku, biaya produksi, dan ekspektasi pasar,”

tuturnya.

Ia menilai, bila BI hanya mengandalkan intervensi valas, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Domestic Non-Deliverable Forward, dan operasi moneter tanpa menaikkan suku bunga. Maka pasar bisa menilai bahwa respons kebijakan belum cukup kuat. 

Memang jelas Josua, cadangan devisa RI masih tinggi sebesar US$146,2 miliar pada April 2026. Namun, turun dari US$148,2 miliar pada Maret, antara lain karena pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi rupiah.

Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede. (Sumber: Owrite)
Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede. (Sumber: Owrite)

Tak Mungkin Turun

Josua menilai, penurunan suku bunga hampir tidak mungkin dilakukan karena rupiah sedang berada dalam tekanan sangat berat. Sebab, harga minyak masih tinggi, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun berada di sekitar 4,60 persen, dan pasar obligasi maupun saham domestik sedang tertekan. 

Sedangkan pilihan mempertahankan suku bunga tetap mungkin, terutama jika BI ingin menghindari tekanan tambahan terhadap kredit, konsumsi, UMKM, dan biaya pembiayaan pemerintah. 

Pada RDG April 2026, BI mempertahankan suku bunga acuan 4,75 persen dengan alasan menjaga stabilitas rupiah sekaligus tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menyatakan siap memperkuat kebijakan moneter jika diperlukan,”

tuturnya.

Namun, kondisi pasar setelah itu memburuk yang mana rupiah sempat jatuh ke sekitar Rp17.733 per dolar AS, imbal hasil SBN 10 tahun naik ke 6,82 hingga 6,86 persen, dan harga minyak Brent di sekitar US$110 per barel. 

Dalam kondisi seperti ini, mempertahankan suku bunga tanpa sinyal yang sangat kuat berisiko dianggap kurang meyakinkan oleh pasar,”

terangnya.
Baca juga:
Rupiah Menguat ke Rp17.950 per Dolar AS, Tapi Ancaman Tembus… Rupiah diperdagangkan menguat pada Jumat pagi, 3 Juli 2026. Nilai tukar dibuka…
Rupiah Ambruk Rp17.995 per Dolar AS, IHSG Ditutup Menguat 0,87… Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tak sejalan…
Nasib Rupiah Hari Ini: Keok ke Rp17.988 Per Dolar AS,… Nilai tukar rupiah melemah pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026. Rupiah anjlok…
  • Rupiah Menguat ke Rp17.950 per Dolar AS, Tapi Ancaman Tembus Rp18.000 Masih…
  • Rupiah Ambruk Rp17.995 per Dolar AS, IHSG Ditutup Menguat 0,87 Persen
  • Nasib Rupiah Hari Ini: Keok ke Rp17.988 Per Dolar AS, Kompak Lesu…

Bukan Obat Mujarab

Josua mengatakan, kenaikan suku bunga memang bukan obat tunggal. Jika sumber tekanan berasal dari harga minyak, konflik Timur Tengah, dolar AS yang kuat, arus keluar modal, dan kekhawatiran fiskal, kenaikan 25 basis poin tidak otomatis membuat rupiah langsung menguat tajam. 

Namun menurut Josua, kenaikan tersebut penting sebagai sinyal bahwa BI tidak membiarkan pelemahan rupiah mengganggu ekspektasi inflasi dan stabilitas pasar keuangan.

Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, pandangan saya adalah peluang kenaikan 25 basis poin ke 5,00 persen kini sekitar 55-60 persen, peluang mempertahankan di 4,75 persen sekitar 40-45 persen, dan peluang penurunan suku bunga hampir nol,”

imbuhnya.
Rupiah ‘Keok’ ke Level Rp17.600 per Dolar AS, Ekonom Minta BI Tak Kerek Suku Bunga

Bakal Perlambat Pertumbuhan Kredit

Sementara itu, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky juga memperkirakan BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps ke level 5 persen. 

Bank Indonesia harus menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 25 bps menjadi 5,00 persen dalam rapat Dewan Gubernur mendatang. Meskipun kenaikan suku bunga kebijakan mungkin akan memperlambat pertumbuhan kredit, prioritas utama Bank Indonesia saat ini seharusnya adalah stabilisasi rupiah,”

tuturnya.

Riefky menilai, kenaikan suku bunga BI sebesar 25 bps dianggap wajar dalam kondisi saat ini. Sebab, pada pertengahan Mei, rupiah mencapai titik terendah historisnya di sekitar Rp17.600 per dolar AS, dan terus mengalami tren depresiasi. 

Mengingat tekanan besar terhadap rupiah, kami berpendapat bahwa Bank Indonesia, dalam kerangka alat kebijakannya, harus memanfaatkan suku bunga kebijakan untuk meredam pelemahan mata uang,”

imbuhnya.
Tag:Bank IndonesiaDolar ASJosua PardedeNilai TukarRDG BIRupiahSuku BungaSuku bunga acuan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Magis Firaun Siap Bikin Messiah Menangis?
By Hadi Febriansyah
Messi vs Salah dalam Piala Dunia 2026.
1
Pakar Kritik Langkah Utus Dubes ke Pemakaman Khamenei: Publik Bisa Curiga Pemerintah Memihak AS-Israel
By Natania Longdong
Warga Iran berduka saat mengikuti proses pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei (Foto: WANA).
2
Derbi Iberia Piala Dunia 2026: Laga Terakhir Ronaldo atau Panggung Bocah Ajaib Lamine Yamal?
By Hadi Febriansyah
Cristiano Ronaldo vs LAmine Yamal dalam derbi Iberia Piala Dunia 2026.
3
KPK Endus Dugaan Aliran Uang ke Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kasus Abdul Wahid Melebar
By Rahmat Baihaqi
Gubernur Riau Abdul Wahid (tengah), Tenaga Ahli Gubernur Riau Dani M Nursalam (kiri), dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau M Arief Setiawan (kanan)
4
Sudah Sepekan Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Ini Alasan Asap Masih Terus Mengepul
By Ani Ratnasari
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat (tengah) berbincang dengan Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH Rasio Ridho Sani (kedua kiri) saat meninjau kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kabupaten Tangerang, Banten
5

BERITA LAINNYA

Petugas mengalirkan bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) ke dalam drum penyimpanan di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Abdan Syakura/bar)
Ekonomi Bisnis

Pukulan untuk Ekspor RI, Inggris Tetapkan Tarif Impor Biodiesel Indonesia hingga 18%

Pemerintah Inggris resmi memperpanjang bea masuk terhadap produk biodiesel dari Indonesia setelah…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
55 menit lalu
Ilustrasi ASN saat apel.
Ekonomi Bisnis

Pajak Kurang Bayar ASN Tembus Rp9,16 Triliun atau Melonjak 81 Persen, Kok Bisa?

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mengungkapkan nilai pajak kurang bayar yang…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Ilustrasi Emas Antam
Ekonomi Bisnis

Harga Emas 6 Juli 2026: Antam Stagnan, Dijual Rp2,67 Juta per Gram

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Senin, 6 Juli…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
3 jam lalu
Pengeboran minyak milik Zarubezhneft. (Sumber: Dok. Zarubezhneft)
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Turun ke US$71,88 per Barel, Usai OPEC+ Sepakat Tambah Produksi

Harga minyak dunia turun pada perdagangan Senin, setelah OPEC+ sepakat untuk kembali…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up