Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 25 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Ekonom Proyeksi BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Demi Rupiah, Ini Alasannya
Ekonomi Bisnis

Ekonom Proyeksi BI Naikkan Suku Bunga Acuan 25 Bps Demi Rupiah, Ini Alasannya

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Mei 20, 2026 8:56 am
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Gedung Bank Indonesia.
Gedung Bank Indonesia. (Sumber: Dok. BI)
SHARE

Sejumlah ekonom memproyeksikan, Bank Indonesia (BI) akan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis point (bps), pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini Rabu, 20 Mei 2026. Keputusan ini harus diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Daftar isi Konten
  • Gunakan Cadev Jaga Rupiah
  • Tak Mungkin Turun
  • Bukan Obat Mujarab
  • Bakal Perlambat Pertumbuhan Kredit

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, BI perlu mempertimbagkan menaikkan suku bunga acuan karena nilai tukar rupiah sudah menyentuh level Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut saya, peluang paling besar untuk RDG BI sudah bergeser dari sekadar mempertahankan suku bunga menjadi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke 5,00 persen,”

ujar Josua saat dihubungi Owrite.id Rabu, 20 Mei 2026.
Baca juga:
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.721 per Dolar AS, IHSG Merosot… Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup melemah…
Harga Emas Hari Ini 24 Agustus 2026: Global Berkilau, Antam… Harga emas melanjutkan kenaikan pada Senin dan mencapai level tertinggi dalam lebih…
Rupiah Loyo ke Rp17.698 per Dolar AS Gegara Harga Minyak,… Nilai tukar rupiah dibuka melemah pada perdagangan Senin, 24 Agustus 2026. Rupiah…
  • Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.721 per Dolar AS, IHSG Merosot 0,37 Persen
  • Harga Emas Hari Ini 24 Agustus 2026: Global Berkilau, Antam Naik Rp10…
  • Rupiah Loyo ke Rp17.698 per Dolar AS Gegara Harga Minyak, Proyeksinya di…

Gunakan Cadev Jaga Rupiah

Josua menuturkan, untuk menahan pelemahan rupiah BI sudah menggunakan lebih dari US$10 miliar cadangan devisa dalam empat bulan terakhir. Sehingga, kenaikan BI Rate merupakan pilihan tepat untuk meredakan pelemahan rupiah.

Josua menekankan, argumen utama untuk menaikkan suku bunga bukan karena inflasi saat ini tinggi, melainkan karena risiko nilai tukar sudah terlalu besar. 

Inflasi April 2026 memang turun ke 2,42 persen dan masih berada dalam sasaran BI, tetapi tekanan rupiah berisiko masuk ke harga barang impor, energi, bahan baku, biaya produksi, dan ekspektasi pasar,”

tuturnya.

Ia menilai, bila BI hanya mengandalkan intervensi valas, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Domestic Non-Deliverable Forward, dan operasi moneter tanpa menaikkan suku bunga. Maka pasar bisa menilai bahwa respons kebijakan belum cukup kuat. 

Memang jelas Josua, cadangan devisa RI masih tinggi sebesar US$146,2 miliar pada April 2026. Namun, turun dari US$148,2 miliar pada Maret, antara lain karena pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi rupiah.

Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede. (Sumber: Owrite)
Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede. (Sumber: Owrite)

Tak Mungkin Turun

Josua menilai, penurunan suku bunga hampir tidak mungkin dilakukan karena rupiah sedang berada dalam tekanan sangat berat. Sebab, harga minyak masih tinggi, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun berada di sekitar 4,60 persen, dan pasar obligasi maupun saham domestik sedang tertekan. 

Sedangkan pilihan mempertahankan suku bunga tetap mungkin, terutama jika BI ingin menghindari tekanan tambahan terhadap kredit, konsumsi, UMKM, dan biaya pembiayaan pemerintah. 

Pada RDG April 2026, BI mempertahankan suku bunga acuan 4,75 persen dengan alasan menjaga stabilitas rupiah sekaligus tetap mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menyatakan siap memperkuat kebijakan moneter jika diperlukan,”

tuturnya.

Namun, kondisi pasar setelah itu memburuk yang mana rupiah sempat jatuh ke sekitar Rp17.733 per dolar AS, imbal hasil SBN 10 tahun naik ke 6,82 hingga 6,86 persen, dan harga minyak Brent di sekitar US$110 per barel. 

Dalam kondisi seperti ini, mempertahankan suku bunga tanpa sinyal yang sangat kuat berisiko dianggap kurang meyakinkan oleh pasar,”

terangnya.
Baca juga:
Uang Beredar RI Tembus Rp10.371 Triliun per Juli 2026 Bank Indonesia (BI) melaporkan, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas…
Subsidi Energi 2027 Melonjak Jadi Rp272,9 Triliun, ESDM Bilang Masih… Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan anggaran subsidi energi dalam…
Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp17.694 per Dolar AS, IHSG Naik… Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah kompak ditutup menguat pada Jumat,…
  • Uang Beredar RI Tembus Rp10.371 Triliun per Juli 2026
  • Subsidi Energi 2027 Melonjak Jadi Rp272,9 Triliun, ESDM Bilang Masih Bisa Berubah
  • Rupiah Ditutup Perkasa ke Rp17.694 per Dolar AS, IHSG Naik 0,37 Persen…

Bukan Obat Mujarab

Josua mengatakan, kenaikan suku bunga memang bukan obat tunggal. Jika sumber tekanan berasal dari harga minyak, konflik Timur Tengah, dolar AS yang kuat, arus keluar modal, dan kekhawatiran fiskal, kenaikan 25 basis poin tidak otomatis membuat rupiah langsung menguat tajam. 

Namun menurut Josua, kenaikan tersebut penting sebagai sinyal bahwa BI tidak membiarkan pelemahan rupiah mengganggu ekspektasi inflasi dan stabilitas pasar keuangan.

Dengan mempertimbangkan seluruh faktor tersebut, pandangan saya adalah peluang kenaikan 25 basis poin ke 5,00 persen kini sekitar 55-60 persen, peluang mempertahankan di 4,75 persen sekitar 40-45 persen, dan peluang penurunan suku bunga hampir nol,”

imbuhnya.
Rupiah ‘Keok’ ke Level Rp17.600 per Dolar AS, Ekonom Minta BI Tak Kerek Suku Bunga

Bakal Perlambat Pertumbuhan Kredit

Sementara itu, Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky juga memperkirakan BI akan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps ke level 5 persen. 

Bank Indonesia harus menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 25 bps menjadi 5,00 persen dalam rapat Dewan Gubernur mendatang. Meskipun kenaikan suku bunga kebijakan mungkin akan memperlambat pertumbuhan kredit, prioritas utama Bank Indonesia saat ini seharusnya adalah stabilisasi rupiah,”

tuturnya.

Riefky menilai, kenaikan suku bunga BI sebesar 25 bps dianggap wajar dalam kondisi saat ini. Sebab, pada pertengahan Mei, rupiah mencapai titik terendah historisnya di sekitar Rp17.600 per dolar AS, dan terus mengalami tren depresiasi. 

Mengingat tekanan besar terhadap rupiah, kami berpendapat bahwa Bank Indonesia, dalam kerangka alat kebijakannya, harus memanfaatkan suku bunga kebijakan untuk meredam pelemahan mata uang,”

imbuhnya.
Tag:Bank IndonesiaDolar ASJosua PardedeNilai TukarRDG BIRupiahSuku BungaSuku bunga acuan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong ASEAN Turun Tangan
By Natania Longdong
Foto udara saat terjadi kebakaran lahan di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur.
1
BMKG Ramal Cuaca Selasa 25 Agustus: Cerah Mendominasi, Jaksel Diprediksi Tembus 34 Derajat
By Syifa Fauziah
Ilustrasi cuaca Jakarta cerah.
2
Saham Bank Mandiri Melemah di Tengah Isu Rekening Donasi Demo Diblokir
By Anisa Aulia
Saham Bank Mandiri Melemah usai isu Pemblokiran Rekening AMPB. (Gambar dibuat AI)
3
Polda Metro Blokir Rekening Bank Mandiri Koordinator AMPB Supriyono Selama 5 Hari
By Rahmat Baihaqi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
4
Karhutla Semester I 2026 Naik 366 Persen, 202 Ribu Hektare Dilalap Api
By Ani Ratnasari
Petugas BPBD Kabupaten Batang Hari dan Manggala Agni Daops Muara Bulian memadamkan api yang membakar lahan di Jalan Pramuka, Muara Bulian, Batang Hari, Jambi, Minggu (23/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi emas batangan dan platinum. (Sumber: Unsplash/ Zlaťáky.cz)
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Hari Ini 25 Agustus 2026: Antam Naik Rp18 Ribu, Global Berkilau 

Harga emas global naik pada Selasa, melanjutkan reli yang dipicu oleh pengumuman…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
2 jam lalu
Senja di pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Zbynek Burival)
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Turun ke US$92,16 per Dolar AS di Tengah Sanksi AS ke Iran

Harga minyak dunia turun pada perdagangan Selasa, setelah anjlok lebih dari 2…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Ekonomi Bisnis

Tersandung Bunga Obligasi, Saham Adhi Karya Kena Gembok BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan alias suspensi saham PT Adhi…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
18 jam lalu
Warga berada di dekat anggota keluarganya yang terluka akibat gempa bumi di RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Bantu Korban Bencana, NTT Dapat 6.800 Ton Beras

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP)…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
19 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up