Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Beda dari Bencana, Dirut PLN Bongkar Penyebab Mati Listrik Sumatera

Blackout terjadi dari Indikasi awal ada pada ruas transmisi 275 KV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman. (Sumber: Dok. PLN)
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (tengah) didampingi jajaran direksi PLN saat konferensi pers di Kantor Pusat PLN, Sabtu (23/5) mengatakan seluruh petugas dan tim teknis PLN terus bekerja all out selama 24 jam di lapangan agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih kembali secara bertahap dan aman. (Sumber: Dok. PLN)

PT PLN (Persero) mengungkapkan, penyebab pemadaman listrik secara tiba-tiba blackout di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Alasannya diduga karena gangguan cuaca, yang memicu efek berantai ke sistem kelistrikan.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengatakan indikasi awal ada pada ruas transmisi 275 KV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan ini membuat sistem transmisi keluar dari sistem kelistrikan Sumatera. 

Ini sebagai indikasi awal, ada ruas transmisi 275 KV antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi yang indikasi awalnya karena gangguan cuaca,”

ujar Darmawan dalam konferensi pers Sabtu, 23 Mei 2026.

Ketidakseimbangan Pasokan Listrik

Tim Teknis PLN memperbaiki Listrik di Wilayah Sumatera. (Sumber: Dok. PLN)
Tim Teknis PLN memperbaiki Listrik di Wilayah Sumatera. (Sumber: Dok. PLN)

Darmawan menjelaskan, keluarnya sistem transmisi ini membuat ketidakseimbangan pasokan dan beban listrik di sejumlah wilayah. Pasalnya, ada sebagian pembangkit mengalami kelebihan pasokan listrik (oversupply).

Iklan

Kondisi tersebut terang Darmawan, membuat frekuensi dan tegangan naik, sehingga pembangkitnya secara otomatis keluar dari sistem atau padam. 

Namun, di wilayah lain yang kehilangan suplai pembangkit justru mengalami kekurangan pasokan listrik. Frekuensi dan voltase turun hingga akhirnya pembangkit lain ikut keluar dari sistem.

Kondisi ini ternyata berlaku domino sehingga terjadi gangguan sistem ket engah kelistrikan dari Jambi, Riau, Sumatera Utara, sampai ke Aceh. Dan ini gangguan yang cukup luas di wilayah Sumatera,”

jelasnya.

Beda dari Bencana

Darmawan mengatakan, pemadaman listrik ini berbeda dengan kondisi saat bencana yang terjadi sebelumnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia mengatakan, kondisi sebelumnya karena kerusakan fisik, yang mana transmisi tower roboh. 

Ia menyebut, tantangan selanjutnya adalah bagaimana PLN bisa menyalakan kembali pembangkit yang padam akibat efek domino tersebut. Prosesnya dimulai dari menyalakan pembangkit, menyambungkannya ke sistem transmisi melalui gardu induk, hingga melakukan sinkronisasi sistem.

Ini kondisi yang sangat berbeda dalam bencana Sumatera Utara, Sumatera Barat, Aceh pada waktu itu,”

imbuhnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.