Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 25 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Sepak Bola
  • prabowo
  • iran
  • Spill
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Apa Saja 3 Data Sakti Wamenkeu Juda untuk Bantah Isu Ekonomi RI Balik ke Krisis 1998?
Ekonomi Bisnis

Apa Saja 3 Data Sakti Wamenkeu Juda untuk Bantah Isu Ekonomi RI Balik ke Krisis 1998?

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 25, 2026 3:15 pm
Anisa Aulia
Adi Briantika
Share
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan kesan serta pandangannya terkait penugasan barunya di Kementerian Keuangan, usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (05/02/2026).
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan kesan serta pandangannya terkait penugasan barunya di Kementerian Keuangan, usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (05/02/2026). (www.ksp.go.id)
SHARE

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung merespons narasi ekonomi Indonesia saat ini menuju krisis seperti tahun 1997-1998. Merujuk analisis yang dilakukan pihaknya, hingga kini tiga sumber krisis tidak nampak.

Juda mengatakan berdasar pengalaman negara-negara di dunia, ada tiga sumber krisis. Kesatu, di Amerika Latin pada tahun 1980-an terjadi krisis fiskal (debt crisis), yakni ketika defisit fiskal membengkak dan pemerintah tidak bisa lagi menutup melalui pembiayaan karena tiada lagi orang yang percaya. 

“Banyak kalangan mengatakan ekonomi Indonesia menuju krisis seperti 1997-1998, kalau melihat angka-angka tadi jauh dari situasi krisis,”

ujar Juda dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah, Senin, 25 Mei 2026.
Baca juga:
Kenapa 27 Negara Kompak Ketuk Brankas Bank Dunia Buat Cari… 27 negara mengambil langkah untuk mengakses dana darurat dari World Bank atau…
BI Ungkap Transaksi Berjalan Defisit Rp70,8 Triliun di Kuartal I-2026,… Bank Indonesia (BI) mencatat, defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal I-2026 sebesar…
DJP Kantongi Rp52,04 Triliun dari Pajak Ekonomi Digital, Ini Rinciannya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengantongi, penerimaan dari sektor usaha…
  • Kenapa 27 Negara Kompak Ketuk Brankas Bank Dunia Buat Cari Utang?
  • BI Ungkap Transaksi Berjalan Defisit Rp70,8 Triliun di Kuartal I-2026, Gegara Ini
  • DJP Kantongi Rp52,04 Triliun dari Pajak Ekonomi Digital, Ini Rinciannya

Sampai saat ini defisit Indonesia masih terjaga di bawah 3 persen, pembiayaan fiskal masih dipercaya investor domestik dan asing. Tercatat defisit per April 2026 mencapai 0,64 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), dari target 2,68 persen. 

“Kalau investor tidak percaya pada yield dan fiskal Indonesa, maka yield akan melonjak. Sekarang ini sekitar 6,5-6,7 persen, tidak jauh beda dengan sebelum terjadinya. Ada peningkatan tapi tidak signifikan. Jadi krisis yang bersumber dari fiskal tidak ada tanda-tanda,”

jelas dia.

Kedua, Juda menjelaskan krisis bisa timbul dari neraca pembayaran seperti yang terjadi pada 1997-1998. Saat itu perusahaan berlomba-lomba menarik dana dari luar negeri, nilai tukar melemah, dan jebloknya neraca pembayaran. 

“Neraca pembayaran Indonesia saat itu memang sangat jeblok. Saat ini kalau (publik) lihat angka-angka neraca pembayaran Indonesia, relatif sehat dan relatif seimbang. Jadi dari krisis neraca pembayaran tidak ada tanda-tanda itu,”

tegas Juda.

Berdasarkan data Bank Indonesia, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal I-2026 defisit US$9,2 miliar. Dalam hal in NPI berbalik dari kuartal sebelumnya yang surplus US$6,1 miliar.

Ketiga, sumber krisis bisa timbul dari sistem keuangan. Kondisi ini sama seperti krisis tahun 2008, yang saat itu bubble terjadi di berbagai sektor termasuk sektor properti. 

“Ketika bubble itu pecah maka terjadi kolaps di sistem perbankan atau terjadi krisis di sistem keuangan seperti 2008 di Amerika dan sebagainya. Tanda-tanda itu tidak ada juga di Indonesia,”

ucap Juda.

Dengan demikian, Juda menilai dari tiga sumber itu tidak ada tanda-tanda krisis yang muncul di Indonesia. Artinya, RI masih belum akan masuk ke dalam jurang yang sama seperti 1998.

“Jadi tiga sumber krisis itu tidak ada di dalam data-data yang kami amati sampai hari ini,”

klaim dia.

Fiskal Engap-engap

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli mengatakan Indonesia tidak akan mengalami krisis moneter seperti 1998. Namun, berpotensi mengalami krisis fiskal. 

“Krisis fiskal itu apa? Ketika (publik) tidak bisa membayar utang. Jadi, misalnya kartu kredit, (pengguna) tidak bayar sekali, dua kali, oke lah. Tapi kalau dia tidak bayar sama sekali, itu default,”

kata Dipo.

Ia tak mengkhawatirkan pemerintah tidak bisa membayar utang, sebagai catatan pada tahun ini utang jatuh tempo mencapai Rp 833,96 triliun. Lebih dikhawatirkan pemerintah sulit melakukan refinance utang.

“Jadi kekhawatirannya adalah refinancing risk karena modal sekarang lagi rebutan kapital, makin mahal juga, porsi ini negara tak bisa refinancing. Kalau itu terjadi itu potensi default. Kalau potensi default, (maka) yang kejadian itu hampir sama dengan 1998,”

ujar Dipo.

“Jadi fiskal nanti nilai tukar jatuh, karena kapital keluar, lalu inflasi. Titik awalnya beda karena fiskal dulu, jadi, negara tidak bisa kontrol nilai tukar. Tapi kalau fiskal, itu dikendalikan seperti cash flow perusahaan saja,”

sambung dia.

Tag:Bank IndonesiafiskalKemenkeuKrisiskrisis 1998Neraca Pembayaran IndonesiaWamenkeu
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Buru Begal Pakai Pasukan Tempur: Langkah Tegas atau Pintu Masuk Dwifungsi ABRI?
By Adi Briantika
Sejumlah prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) TNI AD
1
Gudang Plastik di Kapuk Kembali Terbakar, Sudin Gulkarmat: Api Muncul dari Bawah Reruntuhan
By Ani Ratnasari
Kebakaran gudang plastik di Jakarta Barat
2
Selat Hormuz Berpotensi Buka, Minyak WTI Langsung Ambles ke US$91 per Barel
By Anisa Aulia
Petugas West Texas Intermediate.
3
IHSG Hari Ini Merosot ke 6.152, Simak Level Support dan Resistnya
By Anisa Aulia
Pekerja berjalan di dekat layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (21/5/2026).
4
150 Inspirasi Nama Kucing yang Gemas, Estetik, dan Anti Pasaran
By Ossid Duha Jussas Salma
Hewan kucing
5

BERITA LAINNYA

Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (Sutet). (Sumber: Unsplash/Jasinthan Yoganathan)
Ekonomi Bisnis

Kata Polisi, Cuaca Ekstrim dan Kabel SUTET Putus Jadi Alasan Blackout di Sumatera

Bareskrim Mabes Polri mulai menguak penyebab di balik pemadaman listrik massal yang…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteRahmat Tunny
By
Rahmat
Rahmat Tunny
3 menit lalu
Tim Teknis PLN memperbaiki Listrik di Wilayah Sumatera. (Sumber: Dok. PLN)
Ekonomi Bisnis

Listrik Padam Massal di Sumatera, Publik Ragukan Sistem Deteksi PLN

Dugaan faktor alam sebagai penyebab blackout massal di wilayah Sumatera memunculkan pertanyaan…

iren natania longdongRahmat Tunny
By
Iren Natania
Rahmat Tunny
8 menit lalu
Gedung World Bank.
Ekonomi Bisnis

Kenapa 27 Negara Kompak Ketuk Brankas Bank Dunia Buat Cari Utang?

27 negara mengambil langkah untuk mengakses dana darurat dari World Bank atau…

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
By
Anisa Aulia
Adi Briantika
5 jam lalu
Pegawal PT PLN (Persero).
Ekonomi Bisnis

Pasokan Listrik Sumatra 5.579 MW Pulih, PLN Amankan Fasilitas Vital Usai Blackout

PT PLN (Persero) memprioritaskan pengamanan pasokan listrik untuk fasilitas vital seperti rumah…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up