Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 9 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Apa Saja 3 Data Sakti Wamenkeu Juda untuk Bantah Isu Ekonomi RI Balik ke Krisis 1998?
Ekonomi Bisnis

Apa Saja 3 Data Sakti Wamenkeu Juda untuk Bantah Isu Ekonomi RI Balik ke Krisis 1998?

Nisa-OWRITEowrite-adi-briantika
Last updated: Mei 25, 2026 3:15 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan kesan serta pandangannya terkait penugasan barunya di Kementerian Keuangan, usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (05/02/2026).
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan kesan serta pandangannya terkait penugasan barunya di Kementerian Keuangan, usai dilantik di Istana Negara, Jakarta, Kamis (05/02/2026). (www.ksp.go.id)
SHARE

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung merespons narasi ekonomi Indonesia saat ini menuju krisis seperti tahun 1997-1998. Merujuk analisis yang dilakukan pihaknya, hingga kini tiga sumber krisis tidak nampak.

Juda mengatakan berdasar pengalaman negara-negara di dunia, ada tiga sumber krisis. Kesatu, di Amerika Latin pada tahun 1980-an terjadi krisis fiskal (debt crisis), yakni ketika defisit fiskal membengkak dan pemerintah tidak bisa lagi menutup melalui pembiayaan karena tiada lagi orang yang percaya. 

“Banyak kalangan mengatakan ekonomi Indonesia menuju krisis seperti 1997-1998, kalau melihat angka-angka tadi jauh dari situasi krisis,”

ujar Juda dalam acara Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah, Senin, 25 Mei 2026.
Baca juga:
Diklaim Purbaya Tak Bebani APBN, Utang Whoosh Justru Bisa Jadi… Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan diselesaikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…
Penjualan Rumah Membaik di Kuartal II-2026, Masih Ada 70 Persen… Bank Indonesia (BI) mencatat, adanya perbaikan penjualan rumah dan kenaikan harga properti…
Utang Whoosh Diambil Kemenkeu, Purbaya Beberkan Caranya dan Klaim Tak… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Kementerian Keuangan akan mengambil alih utang…
  • Diklaim Purbaya Tak Bebani APBN, Utang Whoosh Justru Bisa Jadi 'Bom Waktu'
  • Penjualan Rumah Membaik di Kuartal II-2026, Masih Ada 70 Persen Pembeli Andalkan…
  • Utang Whoosh Diambil Kemenkeu, Purbaya Beberkan Caranya dan Klaim Tak Bebani APBN

Sampai saat ini defisit Indonesia masih terjaga di bawah 3 persen, pembiayaan fiskal masih dipercaya investor domestik dan asing. Tercatat defisit per April 2026 mencapai 0,64 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), dari target 2,68 persen. 

“Kalau investor tidak percaya pada yield dan fiskal Indonesa, maka yield akan melonjak. Sekarang ini sekitar 6,5-6,7 persen, tidak jauh beda dengan sebelum terjadinya. Ada peningkatan tapi tidak signifikan. Jadi krisis yang bersumber dari fiskal tidak ada tanda-tanda,”

jelas dia.

Kedua, Juda menjelaskan krisis bisa timbul dari neraca pembayaran seperti yang terjadi pada 1997-1998. Saat itu perusahaan berlomba-lomba menarik dana dari luar negeri, nilai tukar melemah, dan jebloknya neraca pembayaran. 

“Neraca pembayaran Indonesia saat itu memang sangat jeblok. Saat ini kalau (publik) lihat angka-angka neraca pembayaran Indonesia, relatif sehat dan relatif seimbang. Jadi dari krisis neraca pembayaran tidak ada tanda-tanda itu,”

tegas Juda.

Berdasarkan data Bank Indonesia, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal I-2026 defisit US$9,2 miliar. Dalam hal in NPI berbalik dari kuartal sebelumnya yang surplus US$6,1 miliar.

Ketiga, sumber krisis bisa timbul dari sistem keuangan. Kondisi ini sama seperti krisis tahun 2008, yang saat itu bubble terjadi di berbagai sektor termasuk sektor properti. 

“Ketika bubble itu pecah maka terjadi kolaps di sistem perbankan atau terjadi krisis di sistem keuangan seperti 2008 di Amerika dan sebagainya. Tanda-tanda itu tidak ada juga di Indonesia,”

ucap Juda.

Dengan demikian, Juda menilai dari tiga sumber itu tidak ada tanda-tanda krisis yang muncul di Indonesia. Artinya, RI masih belum akan masuk ke dalam jurang yang sama seperti 1998.

“Jadi tiga sumber krisis itu tidak ada di dalam data-data yang kami amati sampai hari ini,”

klaim dia.

Fiskal Engap-engap

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Dipo Satria Ramli mengatakan Indonesia tidak akan mengalami krisis moneter seperti 1998. Namun, berpotensi mengalami krisis fiskal. 

“Krisis fiskal itu apa? Ketika (publik) tidak bisa membayar utang. Jadi, misalnya kartu kredit, (pengguna) tidak bayar sekali, dua kali, oke lah. Tapi kalau dia tidak bayar sama sekali, itu default,”

kata Dipo.

Ia tak mengkhawatirkan pemerintah tidak bisa membayar utang, sebagai catatan pada tahun ini utang jatuh tempo mencapai Rp 833,96 triliun. Lebih dikhawatirkan pemerintah sulit melakukan refinance utang.

“Jadi kekhawatirannya adalah refinancing risk karena modal sekarang lagi rebutan kapital, makin mahal juga, porsi ini negara tak bisa refinancing. Kalau itu terjadi itu potensi default. Kalau potensi default, (maka) yang kejadian itu hampir sama dengan 1998,”

ujar Dipo.

“Jadi fiskal nanti nilai tukar jatuh, karena kapital keluar, lalu inflasi. Titik awalnya beda karena fiskal dulu, jadi, negara tidak bisa kontrol nilai tukar. Tapi kalau fiskal, itu dikendalikan seperti cash flow perusahaan saja,”

sambung dia.

Tag:Bank IndonesiafiskalKemenkeuKrisiskrisis 1998Neraca Pembayaran IndonesiaWamenkeu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
Cibir Keluhan Pasien BPJS dan Diduga Langgar Sumpah: IDI Bakal Panggil Dokter Nirempati
By Syifa Fauziah
Ilustrasi kritik sikap nirempati tenaga medis terhadap keluhan pasien BPJS.
1
Sertifikat Prestasi Bukan ‘Tiket Emas’: Rekrutmen Polri Wajib Lewat Seleksi BETAH
By Adi Briantika
Ilustrasi seleksi anggota Polri.
2
Wasit Jadi Sorotan! Keputusan VAR di Laga Indonesia vs Singapura Tuai Polemik
By Hadi Febriansyah
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
3
Anak Sering Bawa Pulang MBG untuk Ibunya, BGN Kini Perketat Larangan
By Rika Pangesti
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 106162, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara
4
Enam Lantai Gedung Bapenda DKI Terbakar, Titik Awal Api Masih Misterius
By Rika Pangesti
Petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta bersiap memadamkan kobaran api yang membakar Gedung Badang Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (Sumber: Youtube Kementerian ESDM)
Ekonomi Bisnis

Bahlil Kenang Saat “Dihajar” Demonstran 1,5 Bulan Gegara Larangan Ekspor Nikel

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengenang salah satu…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 hari lalu
Kereta Cepat (Whoosh) Jakarta-Bandung. (Sumber: Dok. KCIC)
Ekonomi Bisnis

Diklaim Purbaya Tak Bebani APBN, Utang Whoosh Justru Bisa Jadi ‘Bom Waktu’

Utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh akan diselesaikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 hari lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Ekonomi Bisnis

Kepuasan terhadap Prabowo Anjlok, Publik Lebih Percaya Kondisi Ekonomi Riil daripada Angka Pemerintah

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menurun tajam sekitar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 hari lalu
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Akhir Pekan Ditutup Menghijau, Rupiah Menguat Rp17.897 per Dolar AS dan IHSG Naik 1,04 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up