Harga minyak mentah turun lebih dari 4 persen kemarin. Penurunan terjadi usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal bahwa pembicaraan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz berjalan lancar.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 5 persen menjadi US$91,65 per barel; sementara harga minyak mentah Brent juga turun sekitar 5 persen menjadi US$98,30 per barel.
“Negosiasi berjalan secara tertib dan konstruktif, dan saya telah memberitahu para perwakilan saya agar tidak terburu-buru mencapai kesepakatan karena waktu berada di pihak kami,”
ujar Trump dalam unggahan media sosialnya dikutip dari CNBC, Senin, 25 Mei 2026.
Trump sebelumnya mengatakan kesepakatan dengan Iran untuk membuka Selat Hormuz bersama sejumlah isu lainnya, pada dasarnya sudah dinegosiasikan dan akan segera diumumkan.
Ia juga pernah memberi sinyal bahwa konflik dengan Iran hampir mencapai penyelesaian, namun ketegangan justru meningkat dan harga minyak melonjak lagi.
Naik-Turun
Harga minyak mentah AS turun lebih dari 8 persen pekan lalu dan Brent anjlok lebih dari 5 persen, setelah Trump mengatakan ia membatalkan serangan udara yang segera dilancarkan terhadap Iran untuk memberi lebih banyak waktu bagi negosiasi. Harga minyak sendiri telah melonjak lebih dari 30 persen sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026.
Di sisi lain, Iran telah memberlakukan blokade de facto terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz sejak awal Maret, dengan mewajibkan kapal-kapal untuk mendapatkan izin untuk melewati selat tersebut atau berisiko diserang. Blokade tersebut diberlakukan setelah serangan udara AS dan Israel menewaskan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta sejumlah petinggi lainnya.


