Chairman BP, Albert Manifold diberhentikan dari jabatannya setelah delapan bulan menjabat.
Pencopotan Manifold pada Selasa, 26 Mei 2026, terjadi di tengah kekhawatiran serius yang disampaikan dewan direksi raksasa minyak dan gas tersebut terkait standar tata kelola, pengawasan, dan etika, meski perusahaan tidak menjelaskan rincian lebih lanjut.
Kepergian Manifold terjadi di tengah gelombang perubahan kepemimpinan di perusahaan energi berbasis di London tersebut.
BP Kembali Diguncang Krisis Kepemimpinan
Tiga tahun lalu, mantan CEO BP, Bernard Looney, juga dipecat setelah terbukti berbohong mengenai hubungan pribadinya dengan rekan kerja.
Sementara itu, Ian Tyler, mantan kepala grup konstruksi Inggris Balfour Beatty yang telah menjadi anggota dewan BP sejak tahun lalu, akan menjabat sebagai ketua sementara menggantikan Manifold.
BP mengatakan dewan direksi secara bulat memutuskan bahwa Manifold tidak boleh lagi menjabat sebagai chairman maupun direktur perusahaan.
Hal ini menyusul kekhawatiran serius yang disampaikan kepada dewan terkait standar tata kelola, pengawasan, dan perilaku,”
kata BP dalam pernyataannya, dikutip dari Al Jazeera, Kamis, 28 Mei 2026.

Dewan Direksi Sebut Ada Masalah yang Tidak Bisa Ditoleransi
Direktur independen senior BP, Amanda Blanc, mengatakan dewan direksi terkejut mengetahui adanya persoalan pengawasan tata kelola dan perilaku yang dinilai tidak dapat diterima.
Albert telah membantu memberikan fokus dan kecepatan yang dibutuhkan dalam transformasi BP. Namun, dewan direksi terkejut dan kecewa mengetahui adanya masalah pengawasan tata kelola dan perilaku yang dianggap tidak dapat diterima dan telah mengambil tindakan tegas,”
ujar Amanda Blanc.
Albert Manifold Bukan Berasal dari Industri Energi
Manifold diketahui sebelumnya tidak pernah bekerja di industri energi sebelum bergabung dengan BP. Ia lebih dikenal sebagai mantan pimpinan perusahaan produsen bahan bangunan CRH.
Di bawah kepemimpinan Manifold, struktur dewan direksi BP juga mengalami penyusutan.



