Wilmar International Ltd buka suara terkait perusahaannya yang menjadi salah satu dari 10 perusahaan crude palm oil (CPO) alias kelapa sawit, yang diduga melakukan manipulasi harga ekspor atau transfer pricing dan underinvoicing.
Melalui keterbukaan informasi yang dirilis Bursa Singapura (SGX), manajemen Wilmar mengatakan belum menerima pemberitahuan resmi mengenai penyelidikan tersebut. Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan otoritas terkait yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia.
Wilmar ingin mengklarifikasi bahwa kami belum menerima pemberitahuan resmi mengenai penyelidikan yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut, namun kami sedang bekerja sama dengan pihak berwenang terkait untuk memahami perhatian mereka,”
tulis manajemen Kamis, 28 Mei 2026.
Wilmar Janji Sampaikan Perkembangan ke Publik
Manajemen berjanji, bila pihaknya sudah mendapatkan informasi resmi bahwa tengah diselidiki atas dugaan tersebut. Maka Wilmar akan memberikan perkembangan terbaru kepada pasar.








