PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan operasi tambang bawah tanah akan kembali berproduksi secara penuh pada akhir 2027 setelah terdampak longsor di area Grasberg Block Cave, Papua, pada September 2025. Saat ini, perusahaan terus menjalankan proses pemulihan di sisi hulu sehingga produksi belum kembali normal.
Direktur Utama PTFI Tony Wenas mengatakan produksi tambang sepanjang 2026 diperkirakan baru mencapai sekitar 65 persen dari kapasitas normal. Sementara Perseroan menargetkan peningkatan produksi secara bertahap hingga mencapai 75 persen pada semester I 2027 sebelum akhirnya kembali ke kapasitas penuh.
Produksi tahun ini masih sekitar 65 persen dari kapasitas. Semester I tahun depan kami targetkan naik menjadi 75 persen, kemudian menuju 100 persen kapasitas pada akhir 2027,”
ujarnya dalam paparan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XII DPR bersama PTFI dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Selasa, 14 Juli 2026.
Fokus Perbaikan Area Bawah Tanah


Menurut Tony, pemulihan tambang masih difokuskan pada pekerjaan perbaikan di area bawah tanah untuk memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi sebelum produksi ditingkatkan secara bertahap.
Dampak dari terbatasnya produksi tambang tersebut juga dirasakan di sektor hilir. Pasokan konsentrat dari Papua yang berkurang membuat smelter baru Freeport di Gresik sempat menghentikan operasinya setelah stok konsentrat yang tersedia habis diproses.
PTFI pun menargetkan smelter tersebut kembali menerima pasokan konsentrat dari Papua mulai September 2026. Setelah itu, perusahaan akan melakukan proses peningkatan kapasitas produksi (ramp-up) hingga akhir tahun.
Optimalkan Smelter Gresik


Sementara itu, fasilitas PT Smelting di Gresik tetap beroperasi dan saat ini mengolah sekitar 50 persen dari total konsentrat yang diproduksi Freeport Indonesia.
Perseroan menilai pemulihan produksi tambang menjadi faktor penting untuk mengoptimalkan operasional smelter baru di Gresik yang memiliki kapasitas pengolahan hingga 2 juta ton konsentrat per tahun.
Jika fasilitas tersebut kembali beroperasi penuh, total kapasitas pemurnian konsentrat Freeport di dalam negeri akan mencapai sekitar 3 juta ton per tahun.
























