Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 12 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000, Purbaya Salahkan Banyak Rumor Negatif di Pasar
Ekonomi Bisnis

Rupiah Nyaris Tembus Rp18.000, Purbaya Salahkan Banyak Rumor Negatif di Pasar

Rika Pangestidusep-malik
Last updated: Juni 3, 2026 7:53 pm
Rika Pangesti
Dusep Malik
Share
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas A. M. Djiwandono (kiri) dan Suahasil Nazara (kanan) menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas A. M. Djiwandono (kiri) dan Suahasil Nazara (kanan) menyampaikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/11/2025). (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/agr)
SHARE

Pelemahan nilai tukar rupiah yang terus mendekati level Rp18.000 per dolar AS belum membuat pemerintah mengambil langkah koordinasi khusus melalui forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Daftar isi Konten
  • Purbaya: Rupiah Melemah karena Rumor di Pasar
  • Purbaya Bantah Fiskal RI Bermasalah
  • Sentimen Negatif Moody’s

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, persoalan stabilitas nilai tukar masih menjadi ranah utama Bank Indonesia sebagai otoritas moneter.

Pertama, itu kan yurisdiksi Bank Sentral untuk menjaga nilai tukar. Itu biar mereka jalan dulu. Nanti kita lakukan rapat berkala secara normal saja,”

kata Purbaya saat menanggapi wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Juni 2026.
Baca juga:
BI Bongkar Penyebab Rupiah Balik Perkasa di Rp17.865 per Dolar… Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, penguatan rupiah pada akhir pekan ini didorong oleh…
IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Tengah Demo Mahasiswa, Ini… Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah serentak menguat pada…
Massa Aksi Mahasiswa Ditahan 'Cendol' dan 'Cokelat' Saat Menuju Bundaran… Sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai universitas ditahan oleh barikade TNI dan Polri…
  • BI Bongkar Penyebab Rupiah Balik Perkasa di Rp17.865 per Dolar AS
  • IHSG dan Rupiah Kompak Menguat di Tengah Demo Mahasiswa, Ini Pendorongnya
  • Massa Aksi Mahasiswa Ditahan 'Cendol' dan 'Cokelat' Saat Menuju Bundaran HI

Purbaya mengatakan KSSK tetap membuka ruang koordinasi jika diperlukan. Namun hingga saat ini, menurutnya, belum ada permintaan khusus dari Bank Indonesia untuk menggelar rapat darurat terkait tekanan terhadap rupiah.

Kalau Bank Sentral minta rapat cepat, kita cepat kerjakan rapat cepat,”

ujarnya.

Purbaya: Rupiah Melemah karena Rumor di Pasar

Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/hma)
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Asprilla Dwi Adha/hma)

Saat ditanya mengenai kekhawatiran rupiah yang terus melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS, Purbaya justru menilai tekanan yang terjadi belakangan lebih banyak dipengaruhi sentimen dan rumor di pasar, ketimbang persoalan fundamental ekonomi.

Menurut Purbaya, banyak rumor di pasar yang ikut menekan rupiah. Salah satunya isu yang menyebut dirinya meminta perbankan melakukan stress test jika nilai tukar rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS.

Ada yang bilang saya suruh perbankan melakukan stress test kalau Rp18.000 lebih. Padahal saya nggak pernah isu seperti itu,”

katanya.

Bagi Purbaya, tugas pemerintah saat ini adalah memastikan fondasi ekonomi tetap terjaga. Ia meyakini nilai tukar pada akhirnya akan kembali mencerminkan kondisi fundamental ekonomi nasional.

Kewajiban saya adalah menjaga fondasi ekonomi supaya ekonominya berjalan terus semakin cepat. Pada akhirnya kita percaya rupiah akan diperkuat oleh fondasi ekonomi,”

tegasnya.

Purbaya Bantah Fiskal RI Bermasalah

Rapat komisi XI DPR dan Pemerintah saat membahas RUU P2SK, Rabu, 3 Juni 2026. (Sumber: Owrite/Rika Pangesti)
Rapat komisi XI DPR dan Pemerintah saat membahas RUU P2SK, Rabu, 3 Juni 2026. (Sumber: Owrite/Rika Pangesti)

Purbaya juga membantah anggapan bahwa kondisi fiskal Indonesia sedang bermasalah. Ia bahkan mengklaim posisi APBN hingga Mei 2026 menunjukkan perbaikan signifikan.

Kalau saya kasih bocoran, defisitnya tinggal 0,7 persen dalam lima bulan,”

ujarnya.

Bila tren tersebut diproyeksikan hingga akhir tahun, kata dia, defisit APBN diperkirakan hanya sekitar 1,8 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), jauh di bawah batas yang ditetapkan pemerintah.

Tak hanya itu, ia menyebut surplus primer pada Mei kembali mencatatkan kenaikan dibanding April. Penerimaan pajak juga disebut tumbuh sekitar 22 persen dibanding target anggaran.

Reformasi di perpajakan sudah menghasilkan peningkatan pendapatan perpajakan yang amat signifikan, sehingga anggaran kita amat aman,”

kata Purbaya.

Sentimen Negatif Moody’s

Menanggapi sentimen negatif dari lembaga pemeringkat kredit Moody’s terhadap Danantara, Purbaya menilai hal tersebut bukan sesuatu yang baru.

Menurutnya, penilaian terhadap Danantara memang mengikuti peringkat utang negara Indonesia.

Yang paling tinggi Indonesia adalah pemerintah atau sovereign, baru yang lain di bawah. Danantara sama dengan punya pemerintah, sudah bagus sekali,”

ujarnya.

Purbaya juga menepis anggapan bahwa inflasi yang menyentuh 3 persen menjadi sinyal memburuknya kondisi ekonomi. Ia menilai angka tersebut masih berada dalam rentang target Bank Indonesia.

Inflasi yang bagus itu bukan nol, tapi bukan juga double digit. Yang cukup untuk pertumbuhan ekonomi. Jadi sekarang masih dalam target,”

katanya.

Terkait kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), Purbaya optimistis dampaknya terhadap penguatan rupiah mulai terlihat dalam waktu dekat.

Harusnya akhir bulan sudah mulai kelihatan dampak aturan itu. Begitu rumor-rumornya mulai hilang, ini akan naik juga rupiah karena fundamentalnya bagus,”

pungkasnya.
Baca juga:
Ketika Program Bioetanol Bikin Konsumen, Pertamina, dan Negara Sama-sama Rugi Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai pengembangan program bioetanol berpotensi…
BI Klaim Asing Mulai Serbu RI Usai Suku Bunga Naik… Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, saat ini investor asing sudah mulai menempatkan modalnya…
Pertamax Green Makin Mahal, Bioetanol Tak Bikin BBM Lebih Murah… Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Green 95, yang melampaui…
  • Ketika Program Bioetanol Bikin Konsumen, Pertamina, dan Negara Sama-sama Rugi
  • BI Klaim Asing Mulai Serbu RI Usai Suku Bunga Naik ke 5,5…
  • Pertamax Green Makin Mahal, Bioetanol Tak Bikin BBM Lebih Murah dan Ramah…
Tag:APBNBank IndonesiaKSSKmoody'sNilai TukarPurbayaRupiah
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Polemik UU Polri Baru, Feri Amsari Beberkan Dampak yang Dinilai Berbahaya bagi Negara
By Hardani Triyoga
Pakar hukum tata negara Feri Amsari.
1
Pertamax Green Makin Mahal, Bioetanol Tak Bikin BBM Lebih Murah dan Ramah APBN
By Natania Longdong
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
2
Anggaran Kementerian PU 2027 Terpenuhi 44,8%, Bagaimana Nasib Infrastuktur Nasional?
By Rika Pangesti
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Komisi V DPR Lasarus (kiri) sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).
3
Gak Cuma Tegur Pemda, Kemendagri Siapkan Insentif Rp3 Miliar bagi Daerah Berprestasi
By Rika Pangesti
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana wilayah Sumatera Tito Karnavian (kanan) berbincang dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kiri) sebelum rapat koordinasi dan evaluasi capaian penanganan serta percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Banda Aceh, Aceh, Selasa (9/6/2026).
4
Viral! Candaan Prabowo soal Dipanggil Yang Maha Kuasa dan Tetap Monitor HIPMI Bikin Netizen Heboh
By Syifa Fauziah
Presiden RI Prabowo Subianto dalam pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung, Rabu, 10 Juni 2026.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Rupiah dan Pendapatan. (Sumber: Unsplash/ Defrino Maasy)
Ekonomi Bisnis

Bank Dunia Ungkap Fakta Mengejutkan, Mengapa Kelas Menengah RI Tergerus Parah

Bank Dunia (World Bank) menyoroti, penurunan tajam pendapatan kelas menengah dari 14,5…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
31 menit lalu
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

BI Bongkar Penyebab Rupiah Balik Perkasa di Rp17.865 per Dolar AS

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, penguatan rupiah pada akhir pekan ini didorong oleh…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Gedung BRI. (Sumber: BRI)
Ekonomi Bisnis

Siap-siap, BRI Mau Buyback Saham Rp500 Miliar

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI berencana, melakukan pembelian kembali…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Ilustrasi Pekerja di PHK. (Sumber: Unsplash/Vitaly Gariev )
Ekonomi Bisnis

Danantara Janji Tak Ada PHK, Imbas Perampingan BUMN dari 1.077 ke 200 Perusahaan

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melakukan perampingan BUMN dari 1.077…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up