Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS dan Tanpa Rem, Istana Cuma Bilang Begini

pemerintah terus memonitor pergerakan nilai tukar rupiah untuk melakukan langkah-langkah intervensi, bersama Bank Indonesia dan OJK.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (Foto: BPMI Setpres)

Istana buka suara, terkait ambruknya nilai tukar rupiah ke level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini menjadi yang terdalam sepanjang sejarah Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan, pemerintah terus memonitor pergerakan nilai tukar rupiah untuk melakukan langkah-langkah intervensi. Koordinasi dilakukan antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Rupiah kami dalam hal ini Kemenkeu, kemudian BI, kemudian OJK terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan kemudian melakukan langkah-langkah,”

ujar Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.

Klaim Fundamental Ekonomi RI Kuat

Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye)

Prasetyo mengklaim, saat ini fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang masih terjaga.

Iklan

Asal tahu saja, inflasi pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen secara bulanan atau month to month (mtm), dan tahunan (year on year/yoy) mencapai 3,08 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2026 sebesar 5,61 persen.

Tapi yang bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi, inflasi yang masih terjaga insya allah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,”

jelasnya.

Adapun pada penutupan perdagangan Kamis, 4 Juni 2026 rupiah melemah 0,46 persen atau 82 poin ke level Rp18.049 per dolar AS.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.