Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 8 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • MBG
  • iran
  • BMKG
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Bahlil Kasih Sinyal Produksi Batu Bara dan Nikel Bisa Ditambah, Asalkan Ada Hal Ini…
Ekonomi Bisnis

Bahlil Kasih Sinyal Produksi Batu Bara dan Nikel Bisa Ditambah, Asalkan Ada Hal Ini…

iren natania longdongRika Pangestidusep-malik
Last updated: Juni 8, 2026 4:19 pm
Natania Longdong
Rika Pangesti
Dusep Malik
Share
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di DPR RI. (Sumber: Owrite/Rika Pangesti)
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di DPR RI. (Sumber: Owrite/Rika Pangesti)
SHARE

Pemerintah membuka peluang untuk menyesuaikan kuota produksi sektor pertambangan, termasuk batu bara dan nikel jika tren harga komoditas global terus bergerak positif. Langkah tersebut masih dikaji sebagai upaya mengoptimalkan penerimaan negara sekaligus menjaga momentum pertumbuhan industri pertambangan nasional.

Daftar isi Konten
  • Pemerintah Cermati Dampak Geopolitik
  • Pengendalian Produksi untuk Stabilitas Harga

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mengatakan evaluasi terhadap kuota produksi atau Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dilakukan dengan pertimbangkan perkembangan harga komoditas dunia serta dinamika geopolitik internasional.

Saat harga sedang bagus, idealnya produksi juga harus melimpah. Namun, setiap keputusan tetap akan dihitung secara cermat,”

kata Bahlil dalam konferensi pers, di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin, 8 Juni 2026.
Baca juga:
Danantara Pegang Kendali Ekspor SDA hingga Akhir 2026, Negara Bisa… Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan PT Danantara Sumberdaya…
Danantara Tegaskan Kontrak Ekspor SDA Tetap Jalan Sampai 31 Desember… Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara)…
Bahlil Batal Terapkan Gross Split di Minerba Setelah Lontarkan Wacana,… Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia tidak akan menerapkan…
  • Danantara Pegang Kendali Ekspor SDA hingga Akhir 2026, Negara Bisa Raup Dana…
  • Danantara Tegaskan Kontrak Ekspor SDA Tetap Jalan Sampai 31 Desember 2026, Asal…
  • Bahlil Batal Terapkan Gross Split di Minerba Setelah Lontarkan Wacana, Ada Apa?

Pemerintah Cermati Dampak Geopolitik

Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara, Muaro Jambi, Jambi, Selasa (25/11/2025).
Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara, Muaro Jambi, Jambi, Selasa (25/11/2025). (Sumber: Antara Foto/Wahdi Septiawan/bar)

Menurutnya, pemerintah akan mencermati berbagai faktor sebelum mengambil keputusan, termasuk dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap pergerakan harga komoditas energi dan mineral di pasar global.

Pernyataan tersebut berpotensi membuka ruang bagi pemerintah untuk menyesuaikan kebijakan pembatasan produksi yang sebelumnya diterapkan guna menjaga keseimbangan pasokan dan mendukung harga komoditas.

Pada 2026, Kementerian ESDM juga menetapkan kuota produksi batu bara sebesar 600 juta ton. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi produksi nasional pada 2025 yang mencapai sekitar 790 juta ton.

Lebih jauh, kuota produksi bijih nikel tahun ini berada di kisaran 260 juta hingga 270 juta ton. Jumlah itu masih di bawah kebutuhan industri pengolahan dalam negeri yang diperkirakan mencapai 340 juta hingga 350 juta ton.

Pengendalian Produksi untuk Stabilitas Harga

Kebijakan pengendalian produksi yang diterapkan pemerintah sebelumnya bertujuan menjaga stabilitas harga komoditas di pasar internasional. Namun, terbatasnya pasokan bijih nikel juga berdampak terhadap tingkat utilisasi sejumlah fasilitas pemurnian (smelter) yang membutuhkan pasokan bahan baku lebih besar.

Sebagai informasi, Indonesia saat ini merupakan eksportir batu bara termal terbesar di dunia sekaligus salah satu produsen nikel terbesar secara global. Karena itu, setiap perubahan kebijakan produksi berpotensi memengaruhi keseimbangan pasar komoditas internasional.

Meski wacana penyesuaian kuota telah disampaikan pemerintah sejak Maret 2026, hingga kini belum ada keputusan resmi terkait perubahan RKAB untuk komoditas pertambangan. Pemerintah juha masih mengkaji untuk memastikan peningkatan produksi tetap sejalan dengan stabilitas harga, kebutuhan industri hilir, serta optimalisasi penerimaan negara.

Purbaya Ungkap RI Mau Bentuk Bursa Mineral, Ditargetkan Rampung Tahun Ini
Baca juga:
IMA Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Ekspor Batu Bara RI Direbut… Asosiasi Pertambangan Indonesia – Indonesian Mining Association (API-IMA) mengingatkan pemerintah agar rencana…
Rupiah Anjlok Rp18.000 per Dolar AS, Ini Kata Purbaya Soal… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, pelemahan nilai tukar rupiah yang kini…
Danantara Kuasai Ekspor Batu Bara, Perhapi: Emang Mampu Layani 900… Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mengingatkan adanya tantangan dalam implementasi kebijakan ekspor…
  • IMA Ingatkan Pemerintah: Jangan Sampai Ekspor Batu Bara RI Direbut Negara Lain
  • Rupiah Anjlok Rp18.000 per Dolar AS, Ini Kata Purbaya Soal Pembayaran Utang…
  • Danantara Kuasai Ekspor Batu Bara, Perhapi: Emang Mampu Layani 900 Perusahaan Tambang?
Tag:Bahlil LahadaliaBatu baraEkspor Sumber Daya AlamGeopolitiknikelProduksi Nikel
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Amien Rais Sentil Prabowo: Kurangi ‘Omon-Omon’, Jangan Demam Panggung Tiap Lihat Mikrofon
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidatonya saat upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
1
Seskab Teddy Dikritik Keras! Gaya Komunikasi Istana Dinilai Reaktif dan Jadi Bumerang
By Hardani Triyoga
Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. (Sumber: Setkab.go.id)
2
Pasar Saham Berdarah! IHSG Ambyar ke 5.381, Ratusan Saham Berguguran Senin Pagi
By Anisa Aulia
Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
3
Amien Rais Kritik Gaya Pidato Prabowo: Jangan Gebrak-gebrak, Meja Itu Tak Bersalah!
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi Presiden KSPSI AGN Andi Gani Nena Wea (kiri), dan Presiden KSPI Said Iqbal (kanan) memberikan sambutan dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026). Dalam May Day 2026 para buruh menuntut adanya pengesahan RUU Ketenagakerjaan, penghapusan outsourcing dan penolakan upah murah, hingga kekhawatiran terhadap dampak konflik global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
4
Dasco hingga Bahlil Rapat Bareng di DPR, Katanya Ini yang Dibahas
By Natania Longdong
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjawab pertanyaan wartawan usai rapat pimpinan DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nym)
5

BERITA LAINNYA

Pengeboran Lepas Pantai di Kalimantan Timur, (Sumber: Dok. Pertamina)
Ekonomi Bisnis

PHI Klaim Selamatkan Aset Migas Negara Rp1,27 Triliun di Kalimantan Timur

PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mengamankan aset hulu minyak dan gas bumi…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
7 menit lalu
Foto udara suasana bongkar muat di tempat penampungan sementara batu bara di Keramasan, Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Nova Wahyudi/YU)
Ekonomi Bisnis

Danantara Pegang Kendali Ekspor SDA hingga Akhir 2026, Negara Bisa Raup Dana Besar?

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan PT Danantara Sumberdaya…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
17 menit lalu
Ilustrasi Minyakita.
Ekonomi Bisnis

Mendag Ungkap Minyakita Tak Lagi Dipakai untuk Bantuan Pangan, Kenapa?

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan, Minyakita tidak lagi dialokasikan untuk program…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
50 menit lalu
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Tak Ada Rem, Rupiah Ditutup Jebol Rp18.188 per Dolar AS dan IHSG Ambles 4,52 Persen

Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak amblas pada penutupan perdagangan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up