Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menghijau pada perdagangan Selasa pagi, 9 Juni 2026, dengan penguatan 1,50 persen ke level 5.422.
Nilai transaksi tercatat Rp1 triliun, dengan melibatkan 1,1 miliar saham dalam 72 ribu kali transaksi. Ada 156 saham turun, 217 tidak bergerak, dan 304 naik.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memperkirakan IHSG akan mengalami koreksi sepanjang nilai tukar rupiah terus melemah.
“IHSG berpotensi tes resistance di 5.500. Jika gagal break resistance, masih terbuka peluang terus terkoreksi sepanjang rupiah terus melemah,”
ujar Fanny dalam riset hari ini.
Sementara, bursa Asia anjlok pada perdagangan Senin, 8 Juni 2026. Pelemahan tersebut didorong oleh serangan rudal Iran ke wilayah Israel yang mengancam bertahannya kesepakatan gencatan senjata di Timur Tengah.
“Sentimen geopolitik semakin memperberat posisi pasar setelah akhir pekan lalu Wall Street didorong aksi jual masif pada indeks Nasdaq,”
jelas Fanny.
Asia Ambruk?
Di kawasan regional, bursa Korea Selatan menjadi yang paling anjlok hingga 8,3 persen, dan indeks Kosdaq anjlok lebih dari 9 persen. Kemudian di Jepang, indeks Nikkei 225 tergelincir 3,8 persen, dan Topix terkoreksi 2,4 persen.
Disusul indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,2 persen, Taiex Taiwan turun 3,5 persen dan CSI 300 China melemah 2,1 persen, sedangkan ASX 200 Australia tutup karena memperingati hari libur nasional.
Lantas untuk perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran support di level 5.000 hingga 5.150. Sementara level resist IHSG di rentang 5.400-5.500.




