Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 11 Sep 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • DPR
  • Sepak Bola
  • KPK
  • prabowo
  • MBG
  • Korupsi
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
  • Piala Dunia 2026
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Pertamax Green Makin Mahal, Bioetanol Tak Bikin BBM Lebih Murah dan Ramah APBN
Ekonomi Bisnis

Pertamax Green Makin Mahal, Bioetanol Tak Bikin BBM Lebih Murah dan Ramah APBN

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Juni 12, 2026 11:17 am
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
SHARE

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax Green 95, yang melampaui kenaikan Pertamax reguler memunculkan sorotan terhadap keekonomian program bioetanol yang tengah didorong oleh pemerintah. 

Daftar isi Konten
  • Tidak Otomatis Buat BBM Lebih Murah
  • Tetap Impor Etanol dari AS

Center of Economic and Law Studies (Celios) menilai pencampuran bioetanol dalam bensin hingga saat ini belum terbukti membuat harga bahan bakar minyak lebih terjangkau. Menurut Celios, penggunaan bioetanol justru berpotensi menambah beban fiskal negara.

Pertamax Green 95, yang merupakan campuran bensin RON 95 dengan 5 persen bioetanol berbahan baku tebu, naik 31,7 persen dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter per 10 Juni 2026. Kenaikan tersebut lebih tinggi dibandingkan Pertamax (RON 92) yang naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter.

Baca juga:
Harga Minyak Tembus Lagi US$100 per Barel, Purbaya Klaim APBN… Harga minyak dunia jenis Brent kini sudah menembus level US$101,84 per barel.…
Pemerintah Siapkan Rp11 Triliun, Rekening Warga Ditargetkan Buka Sebelum Akhir… Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan saldo awal pembukaan rekening masyarakat…
Purbaya Blak-blakan Ungkap Sumber Duit Saldo Pembukaan Rekening Rp50 Ribu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan…
  • Harga Minyak Tembus Lagi US$100 per Barel, Purbaya Klaim APBN 2026 Masih…
  • Pemerintah Siapkan Rp11 Triliun, Rekening Warga Ditargetkan Buka Sebelum Akhir 2026
  • Purbaya Blak-blakan Ungkap Sumber Duit Saldo Pembukaan Rekening Rp50 Ribu

Tidak Otomatis Buat BBM Lebih Murah

Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira dan Manajer Program Bioenergi Trend Asia Amalya Reza Oktaviani, menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan porsi campuran bioetanol tidak otomatis membuat harga bahan bakar nabati (BBN) lebih murah.

Jadi semakin besar campuran bioetanol dengan bensin, maka akan semakin besar juga beban defisit APBN dan akhirnya akan menambah utang pemerintah yang sekarang sudah hampir Rp10.000 triliun,”

kata Bhima dan Amalya dalam keterangan bersama, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut mereka, kenaikan harga Pertamax Green yang lebih tinggi dibandingkan Pertamax memunculkan pertanyaan mengenai harga keekonomian bioetanol yang ternyata lebih mahal dibandingkan bensin konvensional.

Sorotan tersebut muncul di tengah upaya pemerintah mendorong pengembangan bahan baku bioetanol melalui proyek strategis nasional (PSN) berbasis perkebunan tebu guna mendukung ketahanan energi.

Celios juga memperkirakan program food estate dan energy estate untuk pengembangan bahan bakar nabati membutuhkan investasi lebih dari 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp176 triliun dalam kurun 10 tahun.

Ini sekitar 89 persen dari total anggaran subsidi energi pada tahun 2026,”

kata Bhima.
Petugas bersiap melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)
Petugas bersiap melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (sumber: Antara Foto/Aprillio Akbar/nz)

Tetap Impor Etanol dari AS

Selain menyoroti kebutuhan investasi yang besar, Celios juga mempertanyakan arah kebijakan pemerintah yang tetap membuka lahan untuk pengembangan tebu, namun pada saat yang sama menyetujui impor etanol dari Amerika Serikat (AS).

Sementara menurut Amalya, minat pasar terhadap bahan bakar berbasis bioetanol masih terbatas dikarenakan masyarakat maupun industri otomotif belum banyak yang beralih atau memodifikasi kendaraan untuk menggunakan bahan bakar tersebut.

Celios juga menilai biaya pengembangan bioetanol akan semakin besar akibat pembukaan lahan food estate dan energy estate dalam skala luas, termasuk di Merauke, Papua Selatan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan biaya produksi dan logistik yang pada akhirnya dibebankan kepada rantai pasok energi nasional.

Artinya sebenarnya masyarakat di lokasi food estate juga tidak menikmati hasil dari proyek bioetanol dari segi biaya hidup yang semakin mahal. Pembukaan lahan deforestasi seharusnya juga dihitung masuk sebagai kerugian perekonomian dari pencampuran bioetanol. Jadi narasi bioetanol adalah narasi yang dipaksakan dalam konteks krisis energi saat ini,”

tegas Bhima.
Baca juga:
Pertamina Sebut Penjualan Pertamax Green Melonjak 267 Persen Penjualan Pertamax Green 95, bensin nonsubsidi dengan campuran bioetanol 5 persen atau…
Banyak Bencana Melanda RI, Purbaya Akui Ganggu Perekonomian hingga Akhir… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan terkait kondisi perekonomian Indonesia di tengah…
Purbaya Ungkap Danantara Protes Setor Rp120 T ke Negara: Itu… Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih menunggu Badan Pengelola Daya Anagata Nusantara…
  • Pertamina Sebut Penjualan Pertamax Green Melonjak 267 Persen
  • Banyak Bencana Melanda RI, Purbaya Akui Ganggu Perekonomian hingga Akhir 2026
  • Purbaya Ungkap Danantara Protes Setor Rp120 T ke Negara: Itu Perintah Presiden
Tag:APBNEnergy estateFood estateHarga BBMHarga BBM naikPertamax GreenRON 95
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah, Mudah untuk Pemula
By Ossid Duha Jussas Salma
Cabai rawit
1
Iran Dikabarkan Siapkan Operasi Maritim di Asia, Selat Malaka hingga Tanjung Priok Disorot
By Natania Longdong
Ilustrasi pasukan IRGC Iran tutup Selat Hormuz.
2
Laut Kena Hujan Abu Anak Krakatau, Pakar Ungkap Nasib Ikan dan Ekosistem
By Syifa Fauziah
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung,
3
Unit 4000 Iran Diduga Rekrut 3 WNI untuk Operasi Rahasia di Asia
By Natania Longdong
Ilustrasi pasukan IRGC Iran tutup Selat Hormuz.
4
Tiga Pegawai Dinas Pertanian Tewas Ditembak KKB, DPR Desak Pemerintah Bisa Tegas
By Rika Pangesti
Pasukan TPNPB-OPM di Yahukimo.
5

BERITA LAINNYA

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (Sumber: Unsplash/Ruben Sukatendel)
Ekonomi Bisnis

IPAC Mau Angkat Kaki dari Bursa Efek Indonesia, Pilih Jadi Perusahaan Go Private

PT Era Graharealty Tbk (IPAC) mengumumkan rencana menjadi perusahaan tertutup atau go…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman (kiri) didampingi Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kedua kiri) menyerahkan bantuan pangan beras alokasi bulan Juli, Agustus, dan September kepada warga di Surabaya, Jawa Timur
Ekonomi Bisnis

Bantuan Beras untuk 33 Juta KPM Jadi Sorotan, Bapanas Bongkar Dugaan Pungutan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan, akan menindaklanjuti dugaan pungutan yang terjadi di…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Gedung Graha Merah Putih (GMP) di kawasan Gatot Subroto Jakarta. (Sumber: IG @telkomlandmarktower)
Ekonomi Bisnis

Telkom Buka Suara soal Gedungnya Disewa BGN: Masih Diskusi dan Survei Lapangan

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) buka suara terkait rencana penyewaan gedung…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Ekonom Core Indonesia Dipo Satria Ramli (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Mau Buka Rekening Massal, Ekonom: Tak Semua Penduduk Perlu Bansos

Pemerintah berencana membuka rekening bank massal, dengan subsidi saldo awal sebesar Rp50.000.…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up