Nilai tukar rupiah mengalami tekanan pada perdagangan Kamis, 18 Juni 2026. Rupiah melemah 0,55 persen atau 98 poin ke level Rp17.860 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan pelemahan rupiah ini karena rapat Federal Open Market Committee (FOMC), yang memberikan sinyal bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada tahun ini.
“Rupiah melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah dalam rapat FOMC, memberikan sinyal bahwa The Fed berpotensi menaikkan suku bunga tahun ini memicu sentimen risk off di pasar,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite, Kamis, 18 Juni 2026.
Lukman berpendapat apabila pada sore ini Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan alias BI Rate, maka rupiah bisa kembali balik menguat.






