Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah menurunkan penilaian Indonesia pada kriteria arus informasi pasar (information flow) dari positif menjadi negatif.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai catatan yang diberikan MSCI sebagai penegasan atas arah agenda reformasi pasar modal RI yang telah dan sedang berjalan. Ia menilai, catatan MSCI menunjukkan fundamental ekonomi dan akses pasar Indonesia tetap kuat
Yang menjadi perhatian adalah aspek transparansi dan integritas pasar, dan di sinilah Pemerintah bersama OJK dan BEI telah dan terus melakukan reformasi secara konkret, mulai dari penyesuaian free float, keterbukaan pemilik manfaat akhir, hingga pendalaman pasar,”
ujar Airlangga dalam keterangan tertulis Jumat, 19 Juni 2026.
Ruang Perbaikan yang Disorot MSCI

MSCI menggarisbawahi bahwa akses, ukuran, dan likuiditas pasar Indonesia tetap memadai, dan tidak terdapat isu pembatasan kepemilikan asing yang menjadi sorotan pada tinjauan tahun ini.






