Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Turun Tipis, Pasar Sambut Pemulihan Pelayaran di Selat Hormuz

Harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman bulan Agustus turun 0,45 persen menjadi US$79,49 per barel.

Pengeboran Minyal Lepas Pantai. (Sumber: Unsplash/Sheng Hu )
Pengeboran Minyal Lepas Pantai. (Sumber: Unsplash/Sheng Hu )

Harga minyak dunia turun tipis pada perdagangan Jumat. Kenaikan ini seiring dengan pasar menilai dampak dari kesepakatan sementara antara AS dan Iran, serta tanda-tanda bahwa aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz mulai pulih.

Dilansir dari CNBC, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman bulan Agustus turun 0,45 persen menjadi US$79,49 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak pengiriman Juli turun 0,31 persen, menjadi US$76,36 per barel.

Wakil Presiden JD Vance mengatakan, kapal tanker yang mengangkut lebih dari 12 juta barel minyak melintasi Selat Hormuz pada malam sebelumnya.

Iklan

Untuk malam kedua berturut-turut, Iran tidak menembaki kapal mana pun di Selat Hormuz. Sejauh ini, mereka mematuhi komitmen yang telah disepakati,”

ujar Vance dilansir kepada wartawan dikutip pada Jumat, 19 Juni 2026.

Permintaan Minyak Meningkat

Sementara itu, Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais mengatakan kepada CNBC dalam wawancara eksklusif bahwa organisasi tersebut tidak memperkirakan permintaan minyak akan mencapai puncaknya dalam waktu dekat. Ia juga menolak perkiraan dari International Energy Agency (IEA) bahwa akan ada kelebihan pasokan dalam beberapa waktu mendatang.

Kami berfokus pada fundamental dan tidak memasukkan terlalu banyak asumsi atau skenario dalam proyeksi kami, melainkan berfokus pada angka-angka aktual,”

ujarnya.
Pengeboran minyak milik Zarubezhneft. (Sumber: Dok. Zarubezhneft)
Pengeboran minyak milik Zarubezhneft. (Sumber: Dok. Zarubezhneft)

Harga Minyak Turun

Di samping itu, Analis pasar Axi, Tiago Lacerda mengatakan harga minyak kemungkinan akan bergerak di kisaran US$75 hingga US$82 per barel dalam jangka pendek. Harga Brent saat ini tercatat sekitar 36 persen atau lebih rendah dibandingkan puncak selama konflik berlangsung.

Perhatian dengan cepat beralih apakah pembukaan kembali secara fisik benar-benar akan terjadi, mengingat perusahaan pelayaran besar belum memulai kembali pengiriman dan tarif asuransi tetap tinggi, yang menunjukkan bahwa pasar bersikap hati-hati terhadap kecepatan normalisasi,”

kata Lacerda.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.