Harga minyak naik tipis pada perdagangan Selasa. Kenaikan ini sejalan dengan investor menunjukkan sikap optimisme yang hati-hati terkait berakhirnya konflik di Timur Tengah.
Dilansir dari CNBC, Selasa, 23 Juni 2026 harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Agustus naik 0,36 persen menjadi US$78,18 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak pengiriman Agustus naik 0,45 persen menjadi US$74,19 per barel.
Harga minyak sempat turun pada perdagangan semalam setelah Departemen Keuangan AS mengeluarkan lisensi selama 60 hari yang mengizinkan produksi, pengiriman, dan penjualan minyak dari Iran.
Impor Minyak Iran ke AS


Adapun izin tersebut memungkinkan impor minyak mentah Iran ke AS, serta pembayaran atas minyak tersebut menggunakan dolar AS. Izin tersebut akan berakhir pada 21 Agustus.
Kendati demikian, muncul kekhawatiran bahwa Iran mungkin menggunakan keuntungan dari penjualan minyak untuk membangun kembali kekuatan militernya.
Ya, mereka seharusnya tidak melakukan itu, jadi kita lihat saja nanti. Mereka seharusnya menggunakan uang itu untuk membeli makanan bagi rakyat mereka, karena saat ini rakyat mereka sangat kelaparan, dan mereka membelinya secara eksklusif dari kami jagung, kedelai,”
kata Presiden Donald Trump.
AS Klaim Selat Hormuz Tak Ditutup
Wakil Presiden JD Vance mengatakan telah terjadi kemajuan besar selama pembicaraan di Swiss, meskipun Iran mengumumkan pada akhir pekan lalu bahwa mereka telah menutup Selat Hormuz. Sementara Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup.
Perkembangan terbaru itu tampaknya telah meningkatkan optimisme investor bahwa mungkin akan ada penyelesaian yang berkelanjutan.
Jika Anda hanya mengikuti pola pergerakan harga minyak di sini selama beberapa minggu terakhir, Anda akan melihat pasar memberi sinyal bahwa pasar semakin yakin bahwa kita semakin dekat dengan akhir konflik ini,”
kata Direktur Eksekutif Strategi Ekuitas AS di Citi Research, Scott Chronert.























