Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 10 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Listrik Padam Bergilir, Ekonom Sentil PLN: Ibarat Punya Beras tapi Salah Jenis
Ekonomi Bisnis

Listrik Padam Bergilir, Ekonom Sentil PLN: Ibarat Punya Beras tapi Salah Jenis

iren natania longdongowrite-adi-briantika
Last updated: Juni 23, 2026 3:43 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Dua anak mengaji menggunakan penerangan lilin saat pemadaman listrik bergilir di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026).
Dua anak mengaji menggunakan penerangan lilin saat pemadaman listrik bergilir di Cinunuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/kye)
SHARE

Pemadaman listrik bergilir yang berulang kali tak dipandang sebagai gangguan teknis semata. Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat berpendapat pemadaman listrik bergilir sejak 8 Juni, justru mencerminkan persoalan yang lebih mendasar dalam tata kelola sektor ketenagalistrikan nasional.

Daftar isi Konten
  • Monopoli
  • Stok dan Kualitas Batu Bara Jadi Penilaian
  • Sasar Kelompok Bawah
  • Ketergantungan

“Pemadaman bergilir memang bisa dipicu gangguan pembangkit, beban sistem, pemeliharaan jaringan, atau persoalan pasokan energi primer. Namun jika pemadaman terjadi berulang dan berdampak luas, ia tidak boleh berhenti disebut sebagai masalah teknis,”

kata Achmad pada Owrite, Selasa, 23 Juni 2026.

Menurut dia, dalam sektor yang bersifat vital, gangguan teknis yang berulang merupakan gejala persoalan tata kelola yang perlu mendapat perhatian serius.

Baca juga:
Pasien BPJS Yurizal Tunggu 8 Jam di IGD, Kasusnya Buka… Kasus pasien BPJS Yurizal Tri Chaerawan yang harus menunggu hingga delapan jam…
Karhutla Tembus 107 Ribu Hektare, Pemerintah Diperingatkan: Jangan Hanya Fokus… Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak cukup ditangani dengan memadamkan api. Pemerintah…
Keracunan MBG Terus Terjadi, JPPI Bongkar Ancaman Serius: Negara Bangun… Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengingatkan pemerintah agar tidak menganggap kasus keracunan…
  • Pasien BPJS Yurizal Tunggu 8 Jam di IGD, Kasusnya Buka Borok Tata…
  • Karhutla Tembus 107 Ribu Hektare, Pemerintah Diperingatkan: Jangan Hanya Fokus Padamkan Api
  • Keracunan MBG Terus Terjadi, JPPI Bongkar Ancaman Serius: Negara Bangun Budaya Impunitas

Monopoli

Achmad pun menyoroti posisi PT PLN (Persero) yang berada dalam struktur monopoli alamiah yang ditopang negara. Kondisi tersebut membuat masyarakat tidak bisa beralih pilihan ketika kualitas layanan mengalami gangguan.

“Konsumen tidak mudah berpindah kepada penyedia listrik lain ketika layanan buruk. Oleh sebab itu, akuntabilitas PLN dan pemerintah harus lebih tinggi daripada perusahaan biasa,”

ujar dia.

Ketiadaan mekanisme persaingan pasar seharusnya diimbangi dengan penguatan pengawasan dan akuntabilitas penyelenggara layanan listrik.

Stok dan Kualitas Batu Bara Jadi Penilaian

Achmad mencontohkan persoalan pasokan batu bara sebagai salah satu aspek yang menunjukkan kompleksitas tata kelola ketenagalistrikan. Kebutuhan batu bara PLN pada 2026 diproyeksikan mencapai sekitar 154 juta ton, sementara kontrak yang tersedia sekitar 134 juta ton.

Selain persoalan volume, menurut Achmad, kualitas batu bara juga menjadi faktor penting karena tidak seluruh pembangkit dapat menggunakan spesifikasi yang sama.

“Ini artinya, pasokan aman di tingkat nasional belum tentu berarti aman di pembangkit tertentu. Ibarat dapur besar, memiliki beras di gudang tidak menjamin makanan matang jika beras yang datang salah jenis, terlambat, atau tidak sesuai kebutuhan dapur,”

terang dia.

Sasar Kelompok Bawah

Achmad mengkritik pula dampak pemadaman listrik paling besar justru dirasakan kelompok masyarakat berkemampuan paling terbatas untuk menghadapi gangguan tersebut.

“Kelompok paling terdampak bukan selalu yang paling keras bersuara. Mereka adalah rumah tangga berpendapatan rendah, pelaku usaha mikro dan kecil, pedagang makanan, pekerja informal, pasien yang bergantung pada alat listrik, serta warga di kawasan padat yang tidak memiliki cadangan energi,”

ucap dia.

Kemudian, masyarakat mampu dan perusahaan besar umumnya masih memiliki pilihan seperti genset, baterai cadangan, atau sistem back-up power. Sebaliknya, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah tidak memiliki bantalan yang sama.

“Di sinilah pemadaman listrik memperlihatkan wajah ketimpangan. Gangguan yang secara teknis sama dapat menimbulkan beban ekonomi yang berbeda. Satu jam listrik padam bagi rumah tangga mapan mungkin hanya berarti pendingin udara mati. Bagi pedagang kecil, satu jam itu bisa berarti pendapatan harian hilang,” .

kata dia

Ia menegaskan bahwa dampak pemadaman seharusnya tidak hanya diukur dari berapa lama gangguan berlangsung, tetapi juga dari kelompok masyarakat yang harus menanggung kerugian terbesar.

Ketergantungan

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa ketergantungan masyarakat terhadap listrik saat ini sudah sangat tinggi. Kapasitas terpasang pembangkit nasional pada akhir 2025 dilaporkan mencapai sekitar 107,51 gigawatt. Sementara konsumsi listrik per kapita meningkat dari 1.411 kWh pada 2024 menjadi 1.584 kWh pada 2025.

Merujuk data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah pelanggan PLN pada 2024 mencapai 92,87 juta pelanggan, dengan sekitar 84,66 juta di antaranya merupakan pelanggan rumah tangga.

“Angka ini menunjukkan bahwa listrik bukan lagi fasilitas tambahan, melainkan fondasi utama kehidupan sosial ekonomi,”

tutup Achmad.
Baca juga:
Omon-Omon Prabowo dan Aparat Loyo: Denny Indrayana Soroti Tambang Ilegal… Pakar Hukum Tata Negara Denny Indrayana menyorot dugaan aktivitas pertambangan ilegal marak…
Buntut Pasien BPJS Telantar Berjam-jam: PB IDI Minta Rumah Sakit… Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto menyorot…
Negara Diusulkan Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Informal Rentan, Ojol… Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina mengusulkan agar negara membayar iuran…
  • Omon-Omon Prabowo dan Aparat Loyo: Denny Indrayana Soroti Tambang Ilegal di Kalsel
  • Buntut Pasien BPJS Telantar Berjam-jam: PB IDI Minta Rumah Sakit Diaudit
  • Negara Diusulkan Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Informal Rentan, Ojol hingga Petani…
Tag:Batu baraBerita PentinglistrikPemadaman ListrikPLNTata Kelola
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Trending di OWRITE
Keracunan MBG Terus Terjadi, JPPI Bongkar Ancaman Serius: Negara Bangun Budaya Impunitas
By Natania Longdong
Sejumlah siswa menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Desa Cot Kumbang, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Aceh
1
Denny Indrayana Gelar Sayembara ‘Buru’ Ijazah Asli SMA Gibran: Berhadiah Rp100 Juta
By Rahmat Tunny
Ilustrasi hadiah sayembara mencari ijazah Wakil Presiden Gibran. Rakabuming.
2
Keyakinan Konsumen RI Merosot pada Juli 2026, Penghasilan dan Lapangan Kerja Disorot
By Anisa Aulia
Pelamar kerja melakukan wawancara secara tatap muka pada bursa kerja bertajuk Job Market Fair 2026 di BSCC Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur. (Sumber: Antara Foto/Angga Palguna/YU)
3
40.759 Orang Keracunan MBG, Audit Nasional Mendesak: Keselamatan Anak Bukan Bahan Uji Coba!
By Natania Longdong
Relawan mengemas menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (19/1/2026).
4
Omon-Omon Prabowo dan Aparat Loyo: Denny Indrayana Soroti Tambang Ilegal di Kalsel
By Rahmat Tunny
Ilustrasi sosok perusak lingkungan di Kalimantan Selatan.
5

BERITA LAINNYA

Gedung Direktorat Jenderal Pajak.
Ekonomi Bisnis

DJP Belum Berencana Tarik Pajak Rumah Kontrakan pada 2027, Alasannya Begini

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan buka suara terkait pemerintah akan mengejar…

dusep-malik
By
Dusep Malik
2 detik lalu
Calon Tunggal Gubernur BI, Destry Damayanti. (Sumber: IG @destrydamayanti)
Ekonomi Bisnis

Destry Damayanti Selangkah Lagi Cetak Sejarah, Akankah Jadi Perempuan Pertama Pimpin BI?

Nama Destry Damayanti kembali jadi sorotan usai diusulkan sebagai calon tunggal Gubernur…

Ani Ratnasaridusep-malik
By
Ani Ratnasari
Dusep Malik
26 menit lalu
Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti berjalan untuk mengikuti rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/tom)
Ekonomi Bisnis

Pasar Respons Positif, Rupiah Perkasa Usai Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Nilai tukar rupiah menguat 0,79 persen atau 142 poin ke level Rp17.755…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
51 menit lalu
Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti memberikan keterangan pers usai mengikuti rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Hafidz Mubarak A/tom)
Ekonomi Bisnis

Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Calon Gubernur BI Gantikan Perry Warjiyo

Presiden Prabowo Subianto telah menyerahkan nama calon Gubernur Bank Indonesia untuk menggantikan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up